76 Persen Masyarakat Indonesia Optimis Ekonomi Pulih 6 Bulan ke Depan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 76 persen masyarakat Indonesia optimistis akan adanya pemulihan ekonomi nasional dalam 6 bulan ke depan. Prosentase tersebut membuat Indonesia jadi negara paling optimis di Asia Tenggara dalam menyambut perbaikan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Data tersebut merupakan hasil survey terbaru pada Februari 2021 yang dikeluarkan Ipsos, perusahaan peneliti pasar dan market research global.

Ipsos mencatat, jumlah masyarakat Indonesia yang semakin yakin akan pertumbuhan ekonomi pun meningkat 1 persen dibanding survey sebelumnya pada September 2020, yakin sebanyak 75 persen.

Meski peningkatannya terlihat kurang signifikan, Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan negara lain yang tingkat optimismenya lebih rendah dan justru cenderung mengalami penurunan dari survey sebelumnya. Seperti Filipina berada diperingkat kedua (49 persen), Singapura (37 persen),Vietnam (35 persen), Thailand (30 persen), dan Malaysia (24 persen).

Di Indonesia sendiri, 31 persen masyarakat optimis pendapatan mereka akan pulih dan meningkat, 45 persen berpendapat akan sama dengan saat ini, dan 24 persen mungkin akan memburuk.

Berbeda dengan Malaysia dan Thailand, yang justru lebih pesimistis pendapatan mereka akan pulih atau meningkat. Sebanyak 41 persen masyarakat Malaysia sentimen pendapatnnya akan memburuk, dan 38 persen untuk Thailand.

CEO Ipsos South East Asia Suresh Ramalingam mengatakan, penurunan tingkat infeksi dan rencana vaksinasi yang efektif dari pemerintah memainkan peran kunci dalam membangun kembali pemulihan ekonomi dan belanja konsumen, seperti yang terlihat di Singapura.

"Bisnis yang beroperasi di Filipina, Indonesia, dan Vietnam perlu memanfaatkan optimisme negara yang positif. Lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini di Malaysia dan Thailand, sementara dikendalikan, memerlukan pelonggaran bertahap dari pembatasan dan kampanye yang rumit untuk mempromosikan vaksinasi," ujar Suresh, dikutip Sabtu (26/3/2021).

Vaksinasi

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan menyebutkan, paling tingginya optimisme masyarakat Indonesia terhadap adanya pemulihan ekonomi nasional maupun pendapatan mereka merupakan pencapaian tersendiri bagi Pemerintah RI.

Terlebih ketika survei ini dilakukan pada Februari 2021 lalu, Indonesia tengah dalam penerapan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), khususnya Jawa dan Bali yang notabene mayoritas aktivitas bisnis nasional terpusat di sana.

"Selain itu, optimisme ini juga dipengaruhi oleh vaksinasi yang dimulai sejak Januari 2021. Masyarakat semakin yakin bahwa dengan vaksinasi ini imunitas kelompok (herd immunity) akan terbentuk, ekonomi terdongkrak, dan kita bisa keluar dari masa kelam pandemi ini," ungkap Soeprapto Tan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: