8 Alasan Mark Zuckerberg PHK 11.000 Karyawan Meta

Merdeka.com - Merdeka.com - Raksasa teknologi Meta membawa kabar mengejutkan. Induk Facebook itu mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) 11.000 karyawan di berbagai negara. Proses PHK telah dimulai sejak Rabu (9/11).

CEO Meta Mark Zuckerberg menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh karyawan terdampak. Dia mengatakan, PHK ini merupakan keputusan berat yang harus diambil perusahaan.

"Beberapa perubahan paling sulit yang kami buat dalam sejarah Meta," Kata Zuckerberg dalam unggahannya, dikutip Jumat (11/11).

Dia menjelaskan secara rinci dalih perusahaan memecat sebagian karyawannya. Melansir Gadgets Now, berikut delapan alasan utama di balik PHK 13 persen karyawan Meta:

1. Investasi e-commerce

Menurut Zuckerberg, transisi menuju digital dan lonjakan e-commerce pada awal pandemi Covid-19 telah meningkatkan pendapatan perusahaan teknologi dalam jumlah sangat besar. Pihaknya berpikir bahwa situasi itu akan bersifat permanen sehingga menggelontorkan investasi besar-besaran. Dia mengakui, keputusan tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan justru menyebabkan Meta kehilangan pendapatan.

2. Kemerosotan ekonomi

Kondisi ekonomi lesu secara global berdampak pada hasil kuartalan Meta tidak memberikan gambaran yang sehat. Prediksi untuk kuartal berikutnya pun tidak terlalu optimis. Pada akhirnya mengharuskan perusahaan mengambil keputusan PHK.

3. TikTok dan Apple

Zuckerberg mengatakan, hilangnya pendapatan Meta juga disebabkan kehadiran kompetitor seperti TikTok, serta kebijakan Apple yang menghambat iklan. Sebelumnya, Meta mengakui alami kerugian sebesar USD10 miliar (+- Rp155 triliun) sejak Apple meluncurkan Transparansi Pelacakan Aplikasi, fitur yang memberi pengguna opsi untuk tidak mengizinkan aplikasi melacaknya. Dominasi TikTok di media sosial dalam beberapa tahun terakhir turut membuat persaingan meningkat.

4. Pengeluaran bertambah

Dalam hasil kuartalan terakhir Meta, biaya dan pengeluaran perusahaan naik sebesar 19 persen per tahun. Pada kuartal ketiga, pengeluaran Meta mencapai USD22,1 miliar (+- Rp342 triliun). Maka PHK jadi pilihan Zuckerberg dan Meta untuk memangkas biaya.

5. Pendapatan menurun

Selama kuartal ketiga, Meta mengungkapkan bahwa keseluruhan penjualan turun 4 persen. Sedangkan pendapatan operasionalnya turun 46 persen menjadi USD5,66 miliar (+- Rp 87 triliun).

6. Efisiensi modal

Dalam unggahannya, Zuckerberg mengatakan, Meta memutuskan untuk hemat modal. Lebih banyak sumber daya perusahaan akan ditempatkan pada area prioritas dengan pertumbuhan tinggi.

"Tetapi langkah-langkah ini saja tidak akan membuat pengeluaran kami sejalan dengan pertumbuhan pendapatan kami, jadi saya juga membuat keputusan sulit untuk membiarkan orang pergi," kata CEO Meta tersebut.

7. Prediksi kerugian Reality Labs

Divisi Reality Labs yang bertanggung jawab untuk program metaverse di Meta telah mengeluarkan uang berjumlah fantastis.

"Kami mengantisipasi bahwa kerugian operasional Reality Labs pada 2023 akan tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun," kata Zuckerberg dalam laporan pendapatan bulan lalu.

8. Metaverse belum untung

Terungkap bahwa Reality Labs kehilangan hampir USD9,4 miliar (+- Rp145 miliar) pada 2022. Namun Zuckerberg dan perusahaan optimis mempertahankan rencana ambisius melalui metaverse.

"Kami memimpin dalam mengembangkan teknologi untuk menentukan masa depan koneksi sosial dan platform komputasi berikutnya," kata dia dalam unggahan yang memberi tahu karyawan tentang PHK.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]