8 Alasan Suzuki Carry Mobil Indonesia Banget

Yunisa Herawati
·Bacaan 3 menit

VIVASuzuki Carry menjadi salah satu jenis mobil yang sudah lama malang melintang di Indonesia. Kendaraan ini menjadi sahabat para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM, karena bisa memberikan untung pada pemiliknya.

Sudah 45 tahun Suzuki Carry Pick Up ada di Tanah Air, dan eksistensinya seolah tak pernah pudar meski persaingan semakin ketat. Tantangan tidak hanya datang dari sesama pabrikan yang berasal dari Jepang, namun juga negara lain seperti India dan China.

Ada delapan alasan, mengapa Suzuki Carry yang menjadi Rajanya Pick Up dipercaya oleh banyak masyarakat di Indonesia. Berikut rangkuman VIVA Otomotif dari berbagai sumber, dikutip 7 Februari 2021:

1. Mobilnya para petani

Suzuki ST10 dan kemudian ST20 yang menjadi cikal bakal dari Carry, hadir perdana di Indonesia pada 1976. Kendaraan ini langsung jadi andalan para petani cengkih di Sulawesi Utara.

“Suzuki di Indonesia itu mulainya dari Carry. Dulu itu namanya ST20, mobil pikap mesinnya dua tak 550cc. Saya menjualnya ke Sulawesi Utara, ke petani cengkih, bawa 10 unit,” ujar Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional, Subronto Laras.

2. Selama 40 tahun masih awet

Seorang pria bernama Dang Sani asal Garut, Jawa Barat sudah memiliki Carry ST20 sejak 1981. Saat dipamerkan pada 2019, kondisi mobil itu masih apik dan prima. Kuncinya satu, ia rutin melakukan perawatan di bengkel resmi.

“Mobil ini nyaman, enggak perlu keluar uang banyak untuk servis. Setiap tiga bulan check up. Suzuki murah banget suku cadangnya,” tuturnya.

3. Sahabat anak sekolah dan kaum pekerja

Banyak yang tidak menyadari, bahwa angkutan perkotaan atau angkot yang beredar di Indonesia sebagian besar armadanya menggunakan Suzuki Carry. Hal itu diakui oleh Ketua 2 Bidang Operasional Koperasi Wahana Kalpika sebagai koperasi angkot di DKI, Porman Pakpahan.

“Suzuki mendominasi jumlah angkot di Jakarta. itu semua karena memang Suzuki memberikan perhatian yang sangat besar kepada kami para operator. Contohnya saja, setiap tahun mereka selalu memberikan servis gratis untuk angkot,” ungkapnya.

4. Penyumbang devisa negara

Carry menjadi model pertama yang diekspor oleh PT Suzuki Indomobil Motor, yakni pada 1993 ke 70 negara tujuan. Sementara itu, generasi terbarunya yang hadir pada 2019 bakal dikirim ke 100 negara.

“Kami akan ekspor ke 100 negara. Tapi mohon maaf, ke negara mana, masih rahasia. Pasti naik angka ekspornya," ujar Presiden Direktur SIM dan PT Suzuki Indomobil Motor, Seiji Itayama.

5. Menyandang predikat mobil terlaris

Selama masa pandemi tahun lalu, New Carry Pick Up sukses membantu memulihkan industri otomotif dalam negeri dan juga pelaku UMKM. Sebanyak 57,9 persen penjualan Suzuki Indonesia berasal dari mobil tersebut, menjadikannya mobil niaga ringan terlaris di Tanah Air.

“Kepercayaan pelanggan telah menjadikan Rajanya Pick Up ini sebagai pilar segmen kendaraan niaga ringan di Indonesia,” ujar 4W Marketing Director SIS, Donny Saputra.

6. Komunitas dengan anggota terbanyak

SIS menjadi pembina dari 14 klub mobil Suzuki yang ada di Indonesia, termasuk Suzuki Carry Club Indonesia. Meski baru berdiri pada 2019, namun jumlah anggotanya sudah mencapai 70 ribu orang.

“Kami sungguh bangga memiliki komunitas resmi Suzuki, yang mempunyai semangat solidaritas yang sangat tinggi,” tutur Donny.

7. Onderdil hingga KW 8

Salah satu risiko menjual produk otomotif yang banyak diminati, yakni maraknya peredaran suku cadang dengan kualitas lebih rendah. Bahkan tingkatannya hingga mencapai level 8. Sebagai contoh, saringan bensin Carry orisinal Suzuki Rp40 ribuan, kw 1 Rp35 ribu, bahkan ada yang harganya Rp5 ribu.

“Padahal kalau dibandingkan dengan komponen orisinal dari merek kompetitor, kami lebih murah. Cuma ya itu, onderdil merek sebelah cuma kw 1, kami banyak barang non resminya. Maka, konsumen pikir punya kami mahal,” ungkap Donny.

8. Mobil niaga antimaling

Risiko lain yang harus dihadapi para pemilik Suzuki Carry, yakni maraknya tindak pencurian kendaraan. Itu sebabnya, pada New Suzuki Carry dipasang immobilizer yang mencegah mesin bisa dihidupkan tanpa kunci aslinya. Alhasil, pemilik bisa mendapat keringanan dari biaya asuransi.

“Mobil pikap ringan sering jadi incaran pencuri. Saya cek, biaya asuransinya bisa mencapai Rp1,5 juta per tahun,” jelas Presiden Direktur Sumber Baru Motor, Hendra Kurniawan saat acara uji berkendara New Suzuki Carry di Yogyakarta.