8 Amalan Sunah Sebelum dan Setelah Salat Idul Fitri, Sesuai Anjuran Nabi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Setiap tahun, perayaan Idul Fitri merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia, tepatnya pada tanggal 1 Syawal. Idul Fitri menjadi momentum kemenangan bagi kaum Muslimin setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

Tak sekadar perayaan, momen Idul Fitri ditandai dengan pelaksanaan salat Idul Fitri berjamaah di masjid atau tempat-tempat terbuka lainnya yang mampu menampung banyak jamaah. Setelah salat Idul fitri, umumnya orang-orang akan saling meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama ini.

Sebelum dan sesudah salat Idul Fitri, ada sunnah Nabi Muhammad SAW yang dianjurkan untuk dilakukan. Berikut ini penjelasannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (1/5/2021).

1. Mengumandangkan Takbir

Idul Fitri 2021. (Ilustrasi: Pexels.com)
Idul Fitri 2021. (Ilustrasi: Pexels.com)

Dalam Islam, hari baru pada dasarnya dimulai waktu Maghrib. Jadi, begitu kita tahu bahwa hari berikutnya akan menjadi Idul Fitri, kita bisa mulai mengumandangkan Takbir 'Idul Fitri di malam sebelumnya. Mengumandang Takbir adalah sunnah nabi Muhammad SAW. Pada dasarnya, Anda akan mengatakan:

Allahu Akbar , Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahi Alhamd. (Allah adalah yang paling agung, tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Allah adalah yang paling agung, dan bagi Allah adalah milik semua pujian.)

Setelah Anda menghafal takbir ini, Anda harus mengatakannya terus menerus. Jadi mulai dari Maghrib sampai keesokan paginya, ketika Imam keluar untuk sholat Ied, Anda harus mengatakannya setiap saat, bahkan ketika Anda memasak, ketika Anda sedang bekerja, ketika Anda sedang mengemudi. Terus katakan itu sebanyak yang Anda bisa.

2. Makan Kurma

Ilustrasi kurma (sumber: istockphoto)
Ilustrasi kurma (sumber: istockphoto)

Setelah Anda bangun pada subuh keesokan harinya untuk melakukan salat Idul Fitri, meski tidak wajib Anda bisa memakan kurma dalam jumlah ganjil sebelum mandi.

3. Mandi sebelum Salat Idul Fitri

ilustrasi mandi (sumber: pixabay)
ilustrasi mandi (sumber: pixabay)

Cara terbaik untuk merasa segar untuk Idul Fitri adalah dengan melakukan mandi sebelum pergi keluar untuk berdoa. Dipahami bahwa lebih baik melakukan mandi setelah Subuh, tetapi sebelum Subuh juga dapat diterima.

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda: " Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, 'Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha."

Mandi juga merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad sebelum salat Idul Fitri. Dalam hadits di atas, Nabi Muhammad SAW memang selalu mandi baik sebelum berangkat salat Idul Fitri, maupun sebelum berangkat salat Idul Adha.

4. Mengenakan Pakaian Terbaik

Amalan sunnah sebelum salat Idul Fitri ini didasari pada hadist riwayat Jabir bin Abdillah, di mana Rasulullah memiliki jubah yang ia gunakan ketika hari raya dan hari Jumat.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami pada dua hari raya (Idul Fitri dan Iduladha) untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya." (H.R Al Hakim dalam Al Mustadrak)

5. Berhias, Mengharumkan Diri, dan Bersiwak atau Gosok Gigi

Ilustrasi parfum/copyright shutterstock
Ilustrasi parfum/copyright shutterstock

Dalam hal berhias, dianjurkan untuk tidak memakai pakaian atau perhiasaan mencolok dan berlebihan.

6. Pergi untuk Salat Idul Fitri

Ilustrasi Jalan Kaki. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Jalan Kaki. (Sumber: Pixabay)

Sunnah utama untuk 'Idul Fitri adalah pergi' sholat Idul Fitri. Nabi Muhammad menganjurkan semua orang untuk pergi, pria, wanita, anak-anak, bahkan wanita yang sedang menstruasi didorong untuk pergi dan mendengarkan doa dan khutbah.

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana Salat Ied dipersembahkan. Pertama-tama, tidak ada adzan, tidak ada iqamah dan ketika imam membaca, Anda hanya mendengarkan dan kemudian mengikuti dengan gerakan.

Doa yang sebenarnya adalah doa dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah tetapi berbeda dari salat Subuh. Dalam rak'ah pertama ada tujuh takbir dan dalam rak'ah kedua ada lima takbir, tidak termasuk takbir yang Anda katakan sebelum setiap gerakan.

Dalam rak'ah pertama Anda melakukan pembukaan dengan takbir dengan tangan Anda ke atas dan kemudian Anda meletakkan tangan Anda di dada.

Setelah itu bacakan doa pembukaan dan kemudian imam mulai dengan takbir dan Anda mengatakan takbir setelah dia. Kemudian imam akan memulai salat dengan pembukaan (Al-Fatihah) dan bab lainnya.

Ketika Anda berdiri untuk rakaat kedua, imam akan kembali membaca takbir dan Anda merespons lima kali. Kemudian Anda akan melewati bab Al-Fatihah dan satu bab, sama seperti dalam doa normal, sampai Anda selesai dengan salam.

7. Mendengarkan Khutbah

Ketika sholat Idul Fitri selesai, pada dasarnya jamaah harus duduk dan mendengarkan khutbah. Sebagai pengingat bagi kita, jangan berbicara selama Khutbah. Anda hanya perlu mendengarkan saja pesan dari imam dan terima berkah itu. Ketika khutbah telah disampaikan, mungkin akan ada banyak orang yang ingin menyambut Anda. Salam sunnah yang harus Anda ucapkan saat lebaran: " Taqabbala Allah minna wa minkum " (Semoga Allah menerima dari kami amal baik dan juga dari Anda). Tanggapan termudah untuk ini adalah mengatakan "Ameen".

8. Mengambil Rute Berbeda saat Pulang

Sunnah terakhir meninggalkan tempat di mana Anda melakukan salat Ied. Ketika Nabi Muhammad SAW ingin pulang setelah salat Ied, ia sebenarnya mengambil rute yang berbeda. Amalan itu juga bisa kita melakukan, dengan memutar rute berbeda saat pulang ke rumah.