8 Bahaya Konsumsi Kecap Manis Secara Berlebihan, Ketahui Kandungan Nutrisinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Bahaya konsumsi kecap secara berlebihan tidak boleh diabaikan. Kecap kerap dijadikan sebagai salah satu penyebab makanan yang ditambahkan dalam masakan atau sekedar menjadi pendamping makanan. Rasanya yang manis membuat kecap selalu dijadikan pilihan untuk teman makan.

Kecap merupakan salah satu bahan yang cukup populer di dunia kuliner. Makanan terasa semakin sedap dan menggugah selera dengan tambahan kecap dalam makanan. Namun, bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan harus diwaspadai karena senyawa dalam kecap inilah yang sering dihubungkan dengan risiko dan manfaatnya bagi kesehatan.

Walaupun memiliki rasa yang manis dan berasal dari kedelai hitam, bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan penting untuk diketahui. Hal tersebut guna untuk membatasi konsumsi kecap manis sebagai pendamping makanan atau dalam masakan.

Kecap terbuat dari fermentasi kacang kedelai, garam, dan jamur Aspergillus yang bisa menyebabkan efek samping bagi kondisi kesehatan bila dikonsumsi berlebihan. Menambahkan kecap memang membuat rasa makanan menjadi lebih enak dan sedap. Namun seseorang kerap mengabaikan bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bahaya konsumsi kecap secara berlebihan yang perlu untuk diketahui, Rabu (21/10/2020).

Bahaya Konsumsi Kecap Manis Secara Berlebihan

Kecap. (Sumber: Pixabay)
Kecap. (Sumber: Pixabay)

Kecap fermentasi mengandung sejumlah besar bahan kimia yang disebut Isoflavon. Ini adalah fitoestrogen dan salah satu bahan kimia utama yang mengganggu sekresi estrogen dan aktivitas hormonal lainnya pada manusia. Sifat non-spesifik reseptor estrogen hadir pada manusia, fitoestrogen ini meningkatkan tingkat estrogen, menyebabkan masalah kesehatan pada wanita dan pria. Oleh sebab itu bahaya konsumsi kecap secara berlebihan tak boleh diabaikan.

1. Meningkatkan Risiko Hipotirodisme

Bahaya konsumsi kecap secara berlebihan yang pertama yakni dapat meningkatkan risiko hipotirodisme. Kecap yang difermentasi mengandung Goitrogen yang merupakan jenis isoflavon. Bahaya kecap yang mengandung zat kimia ini dapat menyebabkan hipotiroidisme dengan mengganggu sintesis hormon tiroid.

2. Risiko Kanker Payudara

Risiko kanker payudara merupakan bahaya konsumsi kecap secara berlebihan yang perlu untuk diwaspadai. Isoflavon terkandung dalam produk kedelai seperti kecap yang difermentasi terbukti bertindak sebagai katalis untuk proliferasi cepat sel kanker pada payudara. Bahaya kecap juga dapat mengganggu siklus menstruasi normal.

3. Tidak Baik untuk Ginjal

Bahaya konsumsi kecap secara berlebihan tidak baik untuk ginjal. Ginjal dapat dipengaruhi oleh oksalat dan fitoestrogen yang ada dalam produk kedelai. Oksalat menyebabkan batu ginjal sementara kandungan fitoestrogen yang tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal.

4. Risiko Diabetes Melitus

Terkena risiko diabetes mellitus merupakan bahaya konsumsi kecap berlebihan selanjutnya yang tak boleh diabaikan. Kecap manis mengandung gula yang cukup tinggi sehingga terasa manis dan enak. Dalam satu sendok makan kecap manis mengandung gula 10 gram. Adapun, asupan gula per hari dari Kementerian Kesehatan adalah 50 gram. Jika kecap manis dikonsumsi terlalu banyak, risiko penyakit diabetes melitus akan meningkat. Atas alasan yang sama, penderita diabetes juga sebaiknya membatasi asupan jumlah kecap manis

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Banyak garam yang ditambahkan pada awal fermentasi saat pembuatan kecap. Kandungan garam tinggi selalu menimbulkan risiko tinggi untuk menyebabkan penyakit kardiovaskular hingga tekanan darah. Ini adalah salah satu bahaya kecap bagi kesehatan. asupan natrium yang tinggi berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam. Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara berkelanjutan berpotensi menyebabkan terjadinya penyakit jantung maupun serangan jantung. Bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah peningkatan tekanan darah.

6. Penyumbatan Penyerapan Mineral

Bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan selanjutnya adalah penyumbatan penyerapan mineral. Bahaya kecap yang ternyata mengandung banyak fitat yang mengganggu proses pencernaan dengan menghalangi penyerapan mineral dalam tubuh manusia.

7. Kecap Mengandung Zat Amin

Amin adalah bahan kimia alami yang ditemukan pada tumbuhan dan hewan. Saus kedelai—dalam hal ini kecap manis—mengandung sejumlah amin, termasuk histamin dan tyramine. Konsumsi histamin terlalu banyak dapat menyebabkan efek racun.

Gejala yang dapat timbul akibat paparan histamin yang terlalu tinggi adalah sakit kepala, berkeringat, pusing, gatal, ruam, dan masalah lambung. Orang yang sensitif terhadap amin sebaiknya mengurangi asupan kecap manis atau menghindarinya sama sekali.

8. Menghambat Pencernaan

Bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan selanjutnya yakni dapat menghambat pencernaan. Bahaya kecap pada kesehatan adalah aksi inhibitor trypsin dalam sistem pencernaan, yang menyebabkan masalah pencernaan, masalah perut dan dapat menyebabkan masalah pankreas di masa depan.

Kandungan Kecap

Mengusung jargon “Looks Good Tastes Good”, dengan warna yang lebih hitam serta tekstur yang kental, Kecap Sedaap Kedelai Hitam Spesial akan membuat masakan menjadi lebih lezat dan kaya nutrisi./ Photo by Caroline Attwood on Unsplash
Mengusung jargon “Looks Good Tastes Good”, dengan warna yang lebih hitam serta tekstur yang kental, Kecap Sedaap Kedelai Hitam Spesial akan membuat masakan menjadi lebih lezat dan kaya nutrisi./ Photo by Caroline Attwood on Unsplash

Setelah mengetahui bahaya konsumsi kecap manis secara berlebihan, selanjutnya penting untuk mengetahui kandungan kecap manis yang berasal dari kedelai fermentasi.

Kecap dibuat menggunakan banyak garam, sementara asupan harian disarankan sebanyak 38% menurut Recommended Daily Intake (RDI). Kecap memiliki sejumlah protein dan karbohidrat yang relatif tinggi, ini bukan sumber nutrisi yang signifikan. Selain itu, proses fermentasi, pemeraman, dan pasteurisasi menghasilkan campuran yang sangat kompleks lebih dari 300 zat yang berkontribusi terhadap aroma, rasa, dan warna kecap. Ini termasuk alkohol, gula, asam amino seperti asam glutamat, serta asam organik seperti asam laktat.

Jumlah zat-zat tersebut berubah secara signifikan tergantung pada bahan dasar, alat pembuatan dan metode produksi. Senyawa dalam kecap inilah yang sering dihubungkan dengan risiko dan manfaatnya bagi kesehatan. Berikut ini nutris dalam 1 sendok makan (15 ml) kecap tradisional yang difermentasi :

- Kalori: 8 kkal

- Karbohidrat: 1 gram

- Lemak: 0 gram

- Protein: 1 gram

- Sodium: 902 mg

Alternatif Pengganti Kecap Manis

Ilustrasi kecap asin atau soy sauce. (iStock)
Ilustrasi kecap asin atau soy sauce. (iStock)

Kandungan gula dan garam dalam kecap manis berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu penting untuk membatasi konsumsi kecap manis secara berlebihan. Kandungan gula pada kecap manis dinilai paling tinggi diantara jenis kecap lainnya. Memilih kecap jenis lain akan mengurangi asupan gula dalam tubuh namun akan membuat kamu tetap bisa menikmati kelezatan masakan dari kecap.

1. Kecap Dari Bahan Dasar Selain Kedelai

Kamu bisa mengganti jenis kecap dengan kecap ikan, kecap dari jamur atau kecap dari biji-bijian lain. Pilih kecap yang menghasilkan produk dari bahan alami tanpa penambahan gula berlebih, hal ini akan sangat baik untuk menekan konsumsi gula dari kecap dalam tubuh.

2. Kecap Asin

Alternatif pengganti kecap manis selanjutnya yakni kecap manis. Walaupun sesama jenis kecap, namun kandungan gula pada kecap asin lebih rendah. Dengan begitu, kecap asin bisa dijadikan alternatif.

3. Kecap Manis dengan Kandungan Gula Lebih Rendah

Kamu bisa memilih kecap manis yang kandungan gulanya lebih rendah. Selain itu, pilih kecap manis yang terbuat dari pemanis alami, misalnya daun stevia. Meskipun dianjurkan, dalam penggunaanya kamu harus tetap memerhatikan porsinya. Sebaiknya tidak lebih dari 2-3 sendok makan kecap dalam sehari, ya!