8 Bahaya Tidak BAB Seminggu, Serta Cara Mencegah dan Mengatasinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mungkin beberapa dari Anda tidak khawatir meski berhari-hari bahkan seminggu tidak buang air besar. Padahal ada berbagai bahaya tidak BAB seminggu yang perlu diwaspadai. Entah karena gangguan pencernaan atau memang terbiasa menahan buang air besar, hal ini sangat berbahaya dan perlu dilakukan pengobatan.

Sebab, buang air besar (BAB) merupakan aktivitas penting yang dilakukan setiap manusia, baik usia anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Hal tersebut karena tidak semua makanan yang dikonsumsi bisa terserap oleh tubuh dan darah.

Biasanya, sulit BAB cukup wajar, dan bisa dikarenakan pola makan yang buruk, kebiasaan menunda buang air besar, stres, bahkan bisa dikarenakan pengaruh obat-obatan. Namun terdapat bahaya tidak BAB seminggu yang tidak bisa dianggap sepele. Bahkan bahaya tidak BAB seminggu bisa menyebabkan gangguan fungsi organ lainnya.

Untuk membahas lebih dalam mengenai bahaya tidak BAB seminggu, berikut ini Lliputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, Minggu (1/11/2020).

Bahaya Tidak BAB Seminggu

Ilustrasi buang air besar. Photo by Giorgio Trovato on Unsplash
Ilustrasi buang air besar. Photo by Giorgio Trovato on Unsplash

1. Perut jadi Kembung

Bahaya tidak BAB seminggu yang paling terasa adalah perut menjadi kembung. Hal ini tentu membuat aktivitas terganggu sebab perut terasa tak nyaman. Selain itu, badan juga akan terasa semakin berat karena kotoran dari sisa makanan yang seharusnya dikeluarkan justru menumpuk di usus dan perut.

2. Menumpuknya Racun di Usus

Bahaya tidak BAB seminggu selanjutnya, bisa mengakibatkan menumpuknya racun di perut. Hal ini karena tiap harinya, tubuh mendaur ulang. Lalu, proses pembuangan diperlukan agar mengeluarkan racun-racun hasil proses daur ulang tersebut. Apabila tidak BAB dalam waktu lama, maka bisa menyebabkan racun menumpuk.

Bahaya Tidak BAB Seminggu

Keluar Darah Saat Buang Air Besar
Keluar Darah Saat Buang Air Besar

3. Radang Usus

Apabila sudah menumpuk dalam jumlah besar, maka kotoran yang terlalu lama mengendap di usus akan menyebabkan penyakit radang usus. Penyakit ini menyebabkan bagian usus besar mengalami pembengkakan. Saat kondisi radang usus sudah parah dan banyak terkena racun-racun makanan, bisa memicu timbulnya tumor bahkan timbul risiko kanker usus.

4. Hernia

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, bahaya tidak BAB dalam jangka waktu tertentu bisa menyebabkan penyakit hernia atau juga dikenal dengan istilah turun berok. Penyakit ini karena sisa makanan yang tak terserap dan lama tak berada dalam perut akan membebani organ-organ tubuh. Apabila Anda mulai merasakan ada benjolan di bawah perut yang hilang timbul maupun mengeras terus menerus, maka segera periksakan ke dokter.

Bahaya Tidak BAB Seminggu Sebabkan Penyakit Serius

Diduga menelan narkoba, pria ini rela menahan hasrat buang ari besar agar tidak terbukti bersalah.
Diduga menelan narkoba, pria ini rela menahan hasrat buang ari besar agar tidak terbukti bersalah.

5. Masalah pada Rahim

Ketika kotoran pada pencernaan terlalu besar akibat menumpuknya kotoran. Maka posisi rahim bisa saja turun karena tekanan kotoran yang tidak bisa keluar. Jika sudah begini, maka perlu dilakukan penanganan medis dengan segera.

6. Risiko Gagal Ginjal

Melansit Live Science, tim peneliti dari Amerika Serikat (AS) telah meneliti catatan kesehatan lebih dari 3,5 juta veteran AS yang dilihat dari sisi kelancaran buang air besarnya. Dari penelitian tersebut, didapatkan hasil ternyata orang yang mengalami susah BAB kronis seperti tidak BAB seminggu, sangat berisiko lebih tinggi mengidap penyakit ginjal dan gagal ginjal. Hal tersebut tidak lain disebabkan pola makan dan minum yang tidak teratur, sehingga menyebabkan racun-racun dari kotoran yang seharusnya keluar justru meracuni organ yang lain, salah satunya ginjal.

Bahaya Tidak BAB Seminggu

Ilustrasi Buang Air Kecil | Alexas Fotos dari Pixabay
Ilustrasi Buang Air Kecil | Alexas Fotos dari Pixabay

7. Diverticulosis

Bahaya tidak BAB seminggu selanjutnya, yaitu risiko diverticulosis. Penyakit ini bisa timbul akibat usus mendapat banyak tekanan dari kotoran. Saat terdapat tekanan cukuo besar, maka bagian usus besar akan mengembang hingga membentuk tonjolan kantong-kantong yang disebut diverticula. Timbulnya diverticula tersebut yang akan menjadi tempat fermentasi serta timbunan makanan busuk.

8. Risiko Penyakit Jantung

Kemudian, tidak BAB dalam jangka waktu cukup lama bisa memicu kebiasaan mengejan yang terlalu keras. Padahal, kebiasaan ini akan baerbahaya terutama bagi orang yang memiliki riwayat sakit jantung. Sebab, mengejan akan memicu dampak fatal dan berbahaya bagi kesehatan jantung.

Cara Mencegah Kesulitan BAB

ilustrasi makanan berserat atasi sembelit/pexels
ilustrasi makanan berserat atasi sembelit/pexels

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sulit BAB yang sudah kronis, antara lain:

- Konsumsi makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, sereal, dan sebagainya.

- Konsumsi cairan yang cukup.

- Pastikan tubuh tetap aktif dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga dengan rutin.

- Lakukan manajemen stres yang tepat.

Cara Mengatasi Sulit BAB

Sering atau sulit BAB selama tiga hari ternyata bukan tanda suatu penyakit.
Sering atau sulit BAB selama tiga hari ternyata bukan tanda suatu penyakit.

Untuk mengatasi sulit BAB yang mungkin sudah berlangsung berhari-hari hingga mingguan, maka Anda bisa mencoba untuk konsumsi makanan dengan sifat osmotic seperti susu. Sebab susu mengandung magnesium di dalamnya dan akan menarik banyak cairan ke dalam usus sehingga bisa memperlancar BAB.

Jika sudah lebih dari seminggu, maka Anda perlu bantuan obat pencahar stimulan yang bisa memacu gerakan otot usus. Jika BAB sudah lancar, jangan lupa untuk menghentikan penggunaannya supaya tubuh tidak bergantung dengan bantuan obat tersebut.

Yang terakhir, jika BAB sudah tidak dilakukan selama 3 minggu atau lebih, maka sudah menjadi gangguan kesehatan yang kronis. Itulah mengapa, lebih baik untuk pergi ke dokter agar segera mendapatkan penanganan medis.