8 Besar Piala Menpora: Bek PSIS Menggebu-gebu dan Emosional Sambut Duel Kontra PSM

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Pemain PSIS Semarang, Abanda Rahman, sangat menggebu-gebu menghadapi PSM Makassar dalam laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (9/4/2021).

Laga itu krusial bagi laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, untuk saling sikut dengan PSM dan memastikan satu tiket ke babak semifinal. PSIS berstatus juara grup A, sedangkan PSM merupakan runner-up grup B.

Bagi Abanda Rahman, duel nanti tampaknya cukup istimewa dan penuh emosional. Dirinya merupakan orang asli Makassar, sekaligus pernah bermain untuk tim Juku Eja, julukan PSM.

Meski demikian, ia bakal profesional untuk membela PSIS. Abanda juga merasa sedang on fire setelah kembali ke PSIS karena batal tampil di liga Timor Leste, ia pun menantikan kiprahnya untuk tim kebanggaan wong Semarang.

"Saya menggebu-gebu tentunya. Punya semangat tersendiri. Sebagai orang Makassar pasti ingin menunjukkan kemampuan terbaik melawan klub asal kampung sendiri," ujar Abanda Rahman, Kamis (8/4/2021).

"Motivasi saya lebih daripada pertandingan melawan klub lain. Untuk itu, saya mencoba tularkan motivasi ini ke pemain lain PSIS Semarang, terutama pemain muda untuk lebih fight," lanjut eks pemain Persis Solo ini.

Siap Tampil

PSIS Semarang - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
PSIS Semarang - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Sejauh ini, Abanda Rahman belum sempat diturunkan oleh pelatih Dragan Djukanovic selama babak penyisihan grup di Solo. Tiga laga dilalui PSIS, Abanda sering duduk di bangku cadangan.

Ada peluang besar ia bakal tampil di laga kontra PSM. Terlebih setelah bek Rio Saputro harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Sang pemain berhasrat memberikan yang terbaik jika diturunkan.

Dari segi kondisi fisik dan mental, Abanda mengaku sangat siap untuk laga kontra PSM. Ia sudah mengamati permainan timnya selama fase grup yang mayoritas diisi pemain muda, dan diakuinya tampil dengan luar biasa.

"Bagaimana pun keputusan memilih pemain ada di tangan coach Dragan. Saya tidak ada masalah dengan keputusan itu. Paling penting adalah kemenangan untuk tim," ungkap Abanda.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini