8 Bulan, Bocah SMP Melawan Tumor Ganas di Kakinya

Laporan Wartawan Surya, Izi Hartono

TRIBUNNEWS.COM,SITUBONDO - Penderitaan panjang dialami Muhammad Farid Akbar (13), seorang siswa kelas dua MTs. Selama 8 bulan ini, Farid tidak bersekolah dan harus terbaring tidak berdaya di rumahnya.

Putra ketiga pasangan suami istri (pasutri) Watimin (46) dan Nurwinda (45) warga Dusun Krajan Selatan RT 03/ RW 01, Desa/ Kecamatan Kendit, paha kirinya terus membengkak akibat terjangkit tumor tulang.

Akibat penyakit yang dideritanya itu, tubuh Muhammad Farid Akbar semakin kurus. Selain tangannya masih menancap jarum infus, di dekat tempat tidurnya juga disiapkan tabung oksigen.  

Berbagai upaya telah dilakukan oleh kedua orang tua bocah  yang mau masuk ke kelas tiga ini, namun  upayanya tidak berhasil menyembuhkan buah hatinya tersebut.

Bahkan,  Muhammad Farid Akbar, terpaksa di bawa pulang paksa karena tidak memiliki uang untuk menanggung biaya pengobatannya selama menjalani perawatan di RSUD Abdoer Rachem Situbondo.

“Anak saya baru satu hari di rumah, karena sebelumnya  4 hari di rawat di rumah sakit,” ujar Wakimin, ayah kandung Muhammad Farid Akbar saat ditemui Surya di rumahnya, Senin (24/6/2013).

Menurutnya, sejak sekolah di SD, dibagian lutut belakang kaki kirinya anaknya ditemukan benjolan kecil, akan tetapi lama kelamaan benjolan di kakinya semakin membesar.

“Penyakit di kakinya sudah  di  operasi di rumah sakit Solo pada Nopember 2012 lalu dengan biaya sendiri sebesar Rp 25 juta, tapi kakinya saat ini tumbuh dan semakin membesar,” kata dengan wajah sedih.

Dikatakan, dirinya menghendaki penyakit anaknya bisa disembuhkan, agar anaknya bisa melanjutkan sekolahnya.

“Kalau anaknya mau sekolah terus, tapi kondisi tidak memungkinkan mas,” tutur Wakimin.

Berdasarkan hasil diagnosa dokter di rumah sakit, kaki anaknya yang terjangkit tumor ganas itu harus diamputasi.

“Jika tidak ada pilihan, kami sekeluarga pasrah kakinya diamputasi,” katanya pasrah.

Meski demikian, pihak keluarga berharap ada orang yang peduli untuk membantu biaya pengobatan anaknya. Bahkan, pihak Pemkab Situbondo melalui Bupati bisa memberikan keringanan biaya atau mengratiskan biaya operasinya.

“Saya sekarang sudah benar benar tidak mampu dan memiliki biaya lagi mas, untuk hidup saja sudah begini,” pungkasnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.