8 Cara Detoks Media Sosial

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kondisi pandemi, berselancar di internet dan bermain media sosial jadi salah satu hiburan dan sarana berkomunikasi. Namun, terus-terusan main media sosial ternyata juga bisa memberikan tekanan dalam kehidupan.

Kaspersky pun memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengalihkan perhatian dari dunia online sekaligus melakukan detoks digital. Yuk simak sejumlah langkah ini.

[bacajuga:Baca Juga](4689716 4689670 4685446)

1. Minimalisasi Paparan Konten

Pertama, berhenti mengikuti alias unfollow akun media sosial siapa pun yang tidak berkontribusi dalam hidup kamu. Bisa mantan kolega yang baru terobsesi pada sesuatu, hobi lama yang pada dasarnya hanya iklan, dan apa pun yang tidak mau kamu lihat.

Jika kamu tidak merasa mendapatkan manfaat apa pun dari konten tersebut, kamu tidak perlu melihatnya di feed kamu.

Jika kamu merasa enggan untuk unfollow, coba terapkan fitur mute. Teman-teman yang kamu mute tidak tahu kalau kamu telah me-mute update mereka.

2. Sentralisasi Komunikasi

Media sosial lebih dari sekadar feed. Medsos juga jadi tempat untuk berhubungan (komunikasi) dengan teman, kerabat, kolega. Namun, jika kamu berkomunikasi dengan terlalu banyak orang, mungkin kamu sudah buang-buang waktu mengecek tiap pesan yang masuk.

Langkah yang bisa dilakukan adalah menerapkan komunikasi sentral dengan kolegamu. Beri tahu kemana mereka harus menghubungi kamu, misalnya hanya via aplikasi pesan.

Dengan begitu, kamu akan lebih jarang memeriksa media sosial.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3. Bersihkan Layar

(ilustrasi/guim.co.uk)
(ilustrasi/guim.co.uk)

Pernahkah kamu membuka smartphone hanya untuk melihat cuaca tetapi gara-gara melihat ikon Facebook, kamu malah membuka Facebook dan menghabiskan 2 jam di sana?

Nah untuk menghindarinya, pindahkan ikon medsos agar tidak terlihat saat membuka smartphone. Misalnya, taruh aplikasi medsos di dalam folder atau tempatkan di halaman ketiga agar aplikasi tak langsung terlihat saat kamu membuka smartphone.

4. Tata Notifikasi

Ketika notifikasi muncul, biasanya pengguna medsos akan langsung mengklik notifikasi tersebut.

Untuk berkonsentrasi pada apa yang penting, coba non-aktifkan notifikasi yang tidak perlu. Kamu bisa mengaturnya di iOS atau Android.

5. Atur Durasi Layar atau Kesehatan Digital

Ilustrasi Instagram. (via: istimewa)
Ilustrasi Instagram. (via: istimewa)

Kini sudah banyak aplikasi yang membantu mengontrol kebiasaan digital pengguna. Untuk pengguna Android atau iOS, kini informasi tersebut telah tersedia di pengaturan smartphone.

Bagi pengguna iOS, masuk ke Setting lalu aktifkan Durasi Layar (Screen Time) dan di Android pilih Digital Wellbeing (kesehatan digital).

Letakkan widget ini di tempat yang selalu kamu lihat. Kamu juga bisa mengatur aplikasi untuk memungkinkan membuka jejaring sosial hanya pada waktu tertentu.

6. Istirahat Sejenak

Cobalah untuk menghindari aplikasi yang menghabiskan sebagian besar waktu Anda dalam seminggu atau periode waktu tertentu.

Ketika sudah mulai terbiasa, pengguna bisa merencakan melakukan perjalanan alam seperti mendaki gunung dan tidak memiliki koneksi internet sama sekali.

Lebih baik lagi, menjauhlah dari internet untuk sementara jika bisa. Potong arus informasi sehingga kamu bisa mengatur ulang siklus kegiatan sehari-hari dan tidak merasa ketinggalan.

7. Hapus Aplikasi atau Profil Kamu

Dok: Instagram
Dok: Instagram

Langkah ini sifatnya opsional, namun jika berbagai saran di atas sudah tidak mempan, pertimbangkan untuk menghapus aplikasi atau bahkan menghapus akun medsos kamu agar bisa bebas dari penggunaan yang berlebihan.

Pengguna tidak akan kehilangan unggahan, pesan, atau foto-foto dalam platform tersebut. Pasalnya hampir semua jejaring sosial kini memungkinkan pengguna menyimpan data jika mereka menonaktifkan profil.

8. Menjaga Diri dengan Baik

Setelah membebaskan diri dari paparan medsos yang berlebihan, luangkan waktu untuk memberi selamat dan apresiasi diri sendiri. Jangan lupa untuk mengawasi diri dengan baik karena sangat mungkin otak berpikir untuk kembali ke kebiasaan lama.

(Tin/Isk)

Infografis Tentang Media Sosial

Infografis Google dan Facebook (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Google dan Facebook (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel