8 Cara Memilih Susu Formula untuk Bayi, Cek Tanggal Kadaluarsa

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang ibu, sudah menjadi kewajiban untuk memberi ASI pada bayinya. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu mungkin terpaksa tidak bisa memberi ASI pada sang bayi. Sehingga salah satu alternatifnya dengan memberi susu formula.

Namun, belum tentu susu formula yang diberikan cocok dengan bayi. Mungkin ada yang menderita intoleransi laktosa dan berbagai kondisi medis lain. Maka dari itu, sebagai seorang ibu perlu memahami bagaimana cara memilih susu formula tersebut.

Sebab, salah cara memilih susu formula bisa berakibat fatal bagi kesehatan bayi. Namun jangan buru-buru khawatir untuk memberikan susu formula pada sang bayi. Selama mengikuti cara memilih susu formula yang tepat, maka bisa menghindarkan dari masalah kesehatan tertentu.

Sebagai tambahan wawasan dan panduan agar tidak salah pilih susu formula, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, bagaimana cara memilih susu formula yang tepat untuk bayi, Selasa (3/11/2020).

Cara Memilih Susu Formula

Ilustrasi bayi perempuan. (Photo by Picsea on Unsplash)
Ilustrasi bayi perempuan. (Photo by Picsea on Unsplash)

1. Sesuaikan dengan Usia

Cara memilih susu formula yang paling dasar yaitu dengan menyesuaikan dengan usia bayi. Hal ini dikarenakan kandungan dari susu formula untuk bayi baru lahir memiliki komposisi vitamin serta mineral yang berbeda dibandingkan susu formula yang ditujukan bagi anak-anak berusia 6 bulan atau balita. Maka dari itu, jangan sampai ibu salah membeli susu formula.

2. Perhatikan Jenis Protein

Kemudian, cara memilih susu formula dengan memperhatikan kandungan dan jenis protein yang ada di dalam sebuah produk susu formula. Biasanya, protein yang terdapat dalam susu formula merupakan jenis protein dari susu sapi. Sebab jumlah rasio protein susu sapi tidak jauh dari air susu ibu (ASI).

Selain perihal rasio, protein susu sapi yang terdapat di dalam susu formula lebih mudah dicerna oleh si kecil. Tapi perlu digaris bawahi, jenis protein yang mudah dicerna adalah jenis whey. Sehingga ibu bisa memilih produk susu formula yang menggabungkan jenis protein whey dan kasein, dengan komposisi whey yang lebih tinggi dibandingkan kasein, yaitu sekitar 60:40. Hal ini dimaksudkan agar rasio tersebut setara dengan kandungan protein pada ASI.

Cara Memilih Susu Formula

Susu Formula (Image by StockSnap from Pixabay)
Susu Formula (Image by StockSnap from Pixabay)

3. Perhatikan Kandungan Gula

Salah satu hal yang sering ditakuti oleh orang tua adalah kandungan gula yang ada di dalam susu formula. Namun tenang, sebab tidak semua merek susu formula memiliki kandungan gula tinggi. Saat ini sudah banyak merek susu formula khusus anak di bawah satu tahun dengan varian plain alias tanpa rasa

Selain masalah gula itu sendiri, ada baiknya memilih susu yang memiliki kandungan zat besi, AHA, DHA, LA, Omega 3 dan 6, serta berbagai jenis vitamin lainnya yang bisa membantu dalam tumbuh kembang bayi.

4. Ganti Susu Jika Tidak Cocok

Apabila susu formula yang diberikan oleh sang bayi justru menimbulkan alergi, baik ruam atau kembung serta jenis alergi lainnya, ada baiknya untuk mengganti dengan susu kedelai. Berdasarkan rekomendasi American Academy of Pediatric (AAP) penggunaan susu kedelai akan sangat baik pada kasus sangat seperti anak alergi susu sapi. Namun, memang ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Cara Memilih Susu Formula

Produk (sumber: Unsplash)
Produk (sumber: Unsplash)

5. Bandingkan Merek

Cara memilih susu formula selanjutnya dengan membandingkan produk dari tiap merek. Sebab, di dalam tiap merek susu terdapat bahan serta kandungan yang berbeda-beda.

Lebih baik, pilih merek susu formula yang memang telah melalui penelitian ekstensif mengenai hasil uji klinis dengan bayi. Sebab, biasanya perusahaan susu tersebut tidak hanya melihat dari segi apakah bayi suka dengan susu formula, namun juga bagaimana otak bayi merespon nutrisi yang ada di dalam susu formula tersebut.

6. Tidak Harus Organik dan Mahal

Meski sudah dibandingkan dari segi merek, jangan terkecoh dengan susu formula organik yang mungkin terdengar lebih alami atau menyehatkan. Sebab, faktanya belum ada data yang menunjukkan jika ada perbedaan signifikan dari susu formula organik dengan yang reguler.

Sedangkan dari sisi harga, tidak selamanya susu formula yang harganya mahal berarti lebih bagus. Walaupun dari segi merek lebih terkenal, belum tentu susu formula tersebut cocok dikonsumsi sang bayi. Itulah mengapa, perlu lebih memperhatikan kandungan dari susu formula tersebut sembari dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan sang bayi.

Cara Memilih Susu Formula

Susu Formula (Image by jing shi from Pixabay)
Susu Formula (Image by jing shi from Pixabay)

7. Cek Tanggal Kadaluarsa

Mungkin cara memilih susu formula ini juga berlaku untuk jenis barang apapun. Sebagai produk yang dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh, ada baiknya untuk melakukan pengecekan tanggal kadaluarsa. Perlu untuk memastikan jika susu yang dibeli memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh. Jangan lupa juga untuk memastikan barang masih dalam keadaan tersegel dengan baik.

8. Konsultasikan dengan Dokter

Cara memilih susu formula yang terakhir dengan melakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini penting untuk dilakukan agar mengetahui kondisi kesehatan dari bayi. Apakah bayi siap diberikan susu formula atau tidak. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan apakah bayi memiliki alergi atau tidak.

Dengan melakukan berbagai cara memilih susu formula di atas, setidaknya bisa menghindari kesalahan saat memilih susu formula untuk bayi.