8 Ciri Hewan Reptil, Ketahui Keistimewaannya

Liputan6.com, Jakarta Ciri hewan reptil bisa membedakan hewan ini dengan amfibi, ikan, dan mamalia.Istilah "reptil" berasal dari kata Latin yang berarti binatang merayap. Reptil banyak ditemui di lingkungan sekitar. Hewan ini seperti kadal, cicak, ular, dan lain sebagainya.

Tak jarang reptil juga dijadikan hewan peliharaan seperti kura-kura, iguana, atau gecko. Ciri hewan reptil berbeda dengan jenis hewan lainnya. Bagi kamu pecinta reptil atau ingin memelihara hewan berdarah dingin ini, ciri hewan reptil penting diketahui.

Reptil memiliki karakteristik unik yang membuat ciri hewan reptil dapat dengan mudah dikenali. Ciri hewan reptil memiliki karakteristik yang berbeda dengan hewan lainnya. Ciri hewan reptil ini meliputi bentuk tubuh, cara berkembang biak, bernapas, hingga pertahanan diri. Berikut ciri hewan reptil yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (29/11/2019).

Kulit Ditutupi Sisik

Ilustrasi iguana (Pixabay)

Ciri hewan reptil yang mudah dikenali adalah kulitnya. Sisik reptil, yang berkembang dari epidermis, adalah lempeng keras yang terbuat dari protein keratin. Scute, seperti cangkang kura-kura dan pelindung buaya, memiliki penampilan dan fungsi yang sama dengan sisik tetapi merupakan struktur bertulang yang terbentuk pada lapisan kulit yang lebih dalam

Sisik memberi reptil perlindungan fisik dan mencegah kehilangan air. Dalam banyak spesies, bentuk dan warna struktur ini berperan dalam pertahanan teritorial dan menarik pasangan. Kulit reptil kedap air, ini memungkinkan reptil hidup di habitat kering. Meskipun kulitnya relatif tipis, ia memberikan perlindungan bagi organ-organ internal dan memberikan perlindungan terhadap predator melalui pigmen yang dimilikinya.

Metabolisme Berdarah Dingin

Ilustrasi Foto Ular Piton (iStockphoto)

Kebanyakan reptil adalah vertebrata berdarah dingin. Reptil tidak memiliki kemampuan psikologis untuk mengatur suhu tubuh mereka dan harus bergantung pada lingkungan eksternal.

Suhu tubuh hewan berdarah dingin ditentukan oleh suhu lingkungan mereka. Karena reptil adalah hewan berdarah dingin, atau ectothermic, reptil harus berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan suhu tubuh internal. Ketika mereka terlalu panas, reptil berlindung di tempat teduh untuk mendinginkannya kembali ke suhu yang lebih aman.

Karena reptil memiliki suhu tubuh yang tidak stabil, metabolisme mereka membutuhkan enzim yang mampu mempertahankan efisiensi pada berbagai suhu.

Sistem Pernapasan

Ilustrasi tokek. (Pixabay/makamuki0)

Salah satu karakteristik hewan yang paling penting adalah seberapa efisien mereka mengumpulkan dan memanfaatkan oksigen, bahan bakar molekuler yang mendukung proses metabolisme. Semua reptil, termasuk ular, kura-kura, buaya, dan kadal, dilengkapi dengan paru-paru, meskipun berbagai jenis reptil menggunakan cara respirasi yang berbeda.

Sebagai contoh, kadal bernafas menggunakan otot yang sama dengan yang digunakan untuk berlari. Ini berarti mereka harus menahan napas saat bergerak, sementara buaya memiliki diafragma yang lebih fleksibel yang memungkinkan kebebasan bergerak yang lebih luas.

Pertahanan Diri

Ilustrasi tokek (iStock)

Reptil memiliki beragam cara untuk mempertahankan diri dari bahaya termasuk menggigit, mendesis, menyamarkan diri, dan menghindar. Banyak reptil kecil, seperti ular dan kadal yang hidup di tanah atau di dalam air, rentan untuk dimangsa oleh semua jenis hewan karnivora.

Dengan demikian penghindaran adalah bentuk pertahanan paling umum pada reptil. Pada tanda pertama bahaya, sebagian besar ular dan kadal merangkak pergi ke semak-semak, dan kura-kura serta buaya akan terjun ke dalam air dan tenggelam jauh dari pandangan.

Reptil cenderung menghindari pemangsa melalui kamuflase. Dua kelompok utama pemangsa reptil adalah burung dan reptil lainnya, keduanya memiliki penglihatan warna yang berkembang dengan baik. Dengan demikian, kulit banyak reptil memiliki warna samar abu-abu polos atau berbintik-bintik, hijau, dan coklat untuk memungkinkan mereka berbaur dengan latar belakang lingkungan alami.

Tokek, kadal, dan kadal lainnya memiliki bentuk pertahanan melepaskan ekor dari tubuhnya atau autotomi. Ekor yang terlepas akan terus bergoyang, menciptakan perasaan menipu. Reptil yang mampu memutuskan ekornya dapat menumbuhkannya kembali selama beberapa minggu.

Berkaki Empat dan Vertebrata

Kadal (Getty Images/ RODRIGO BUENDIA)

Berkaki Empat

Semua reptil adalah tetrapoda, yang berarti mereka memiliki empat anggota badan seperti kura-kura dan buaya atau merupakan keturunan dari binatang berkaki empat seperti ular.

Vertebrata

Lebih luas lagi, reptil adalah hewan vertebrata, artinya mereka memiliki tulang punggung yang memiliki tali tulang belakang yang membentang di sepanjang tubuh mereka. Karakteristik ini juga dimiliki burung, ikan, mamalia, dan amfibi. Dalam istilah evolusi, reptil adalah perantara di antara amfibi dan mamalia.

Reproduksi Bertelur dan Melahirkan

Bayi penyu atau tukik sampak ke laut saat kelompok The Orange House Project melepaskan mereka di pantai El Mansouri, Tyre, Lebanon, Minggu (29/7). (Mahmoud ZAYYAT/AFP)

Bertelur

Kebanyakan hewan reptil bertelur. Reptil adalah hewan amniote yang berarti bahwa telur, dihasilkan oleh betina mengandung kantung elastis di mana embrio berkembang. Kulit telur melindungi dan menjaga embrio agar tidak mengering dan memungkinkan pertukaran gas. Telur mengandung korion yang membantu pertukaran gas, albumen yang merupakan cadangan protein dan air, dan cairan amnion yang melindungi embrio dan membantu oegorulasi.

Vivipar

Beberapa jenis reptil bersifat vivipar seperti kadal squamate. Viviparity dan ovoviviparity telah berevolusi di banyak reptil dan squamate yang punah. Vivipar adalah salah satu cara perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan.