8 Fakta Ferrari 250 GTO, Mobil Termahal yang Pernah Dijual

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Para petrolhead alias pecinta sejati otomotif pasti kenal dengan Ferrari 250 GTO. Mobil yang diproduksi untuk balapan ini sangat bersejarah karena selama enam dekade menjadi incaran para kolektor.

Mengutip dari Hot Cars, Selasa (17/8/2021), awalnya mobil ini dibuat untuk bersaing di trek balap 3 GT. Saingannya dalam balapan tersebut adalah Shelby Cobra, Jaguar E-Type, dan Aston Martin DP214.

Namun, hingga kini peminat mobil klasik ini masih tetap banyak di kalangan kolektor. Rekor mobil termahal belum terpecahkan dan masih terus berlanjut hingga sekarang. Bukan hanya sekedar klasik, melainkan ada sejarah, fitur hebat, serta pengagum dari berbagai kalangan.

Yuk kita lihat fakta-fakta mengenai Ferrari 250 GTO yang belum banyak diketahui publik. Popularitasnya yang terus berada di puncak membuat orang mengabaikan alasan di balik mobil termahal ini:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Sejarah Panjang

Ferrari 250 GTO (Foto: Art Station)
Ferrari 250 GTO (Foto: Art Station)

Ferrari 250 GTO mulai diproduksi pada 1962 hingga 1964. Proses produksi yang dilakukan secara eksplisit untuk homologasi⎼persetujuan antara debitur dan kreditur untuk mengakhiri kepailitan. Tak heran jika mobil ini dibangun dengan mesin Ferrari Tipo 168/62 Colombo V12.

Hanya 33 mobil saja dari 250 GTO yang diproduksi pada 1962 hingga 1963. Kemudian, 33 di antaranya dibuat dengan bodywork dari 1962 hingga 1963 dan tiga lainnya dibuat dengan bodywork 1964 mirip dengan Ferrari 250 LM.

Saat itu harga jualnya USD 18 ribu atau senilai Rp258 juta dengan estimasi kurs rupiah 14.350 per dolar AS. Pembeli pertama disetujui oleh Enzo Ferrari bersama dealer-nya Luigi Chinetti. Sejak saat itu, model 250 GTO menjadi populer di kalangan kolektor mobil hingga harganya memecahkan rekor penjualan.

2. Desain

Mesin dirancang oleh Chief Engineer Giotto Bizzarrini. Ia seringkali disebut sebagai pengembang 250 GTO, hingga akhirnya Bizzarrini dan insinyur lainnya dipecat pada 1962 karena bertengkar dengan Enzo Ferrari.

Akhirnya, GTO pun diawasi oleh insinyur baru Mauro Forghieri yang kini mengembangkan bodi mobil bersama Scaglietti.

Kendaraan ini didasarkan pada model 250 GT SWB dengan rangka dan geometri yang berusaha dibuat berbeda untuk mengurangi bobot, meningkatkan kekakuan, dan menurunkan sasis⎼kerangka kendaraan.

Tak hanya itu, struktur logam yang dipakai dapat menghasilkan sekitar 300 tenaga kuda. Sinkronisasi yang dilakukan diadaptasi dari Porsche. Oleh karena itu, Bizzarrini memasukkan segalanya ke dalam desain mobil agar membuatnya menjadi mesin yang cepat dan juga indah.

3. Warisan yang Tak Ternilai

Setelah beberapa tahun terlewati, gagasan dari Ferrari sendiri menyatakan kalau 250 GTO tidak memberikan celah persaingan apapun kepada mobil lainnya. Ferrari memang dikenal sebagai merek paling terkenal di dunia, reputasi yang dimiliki pun berasal dari gabungan dari beberapa kendaraan unik⎼secara teknis⎼yang pernah ada di dunia.

Meskipun demikian, hal tersebut memungkinkan menjadi contoh produk terbaik Ferrari. Adapun produk 250 GTO telah melampaui harapan semua orang dan menjadikan dirinya menjadi legenda di dunia otomotif serta menjadi salah satu mobil paling dicari dan dikoleksi.

4. Sederhana tapi Dinamis

Interior Ferrari 250 GTO
Interior Ferrari 250 GTO

Bizzarrini sendiri membuat karya produksinya dengan berfokus pada desain dan aerodinamika mobil untuk meningkatkan kecepatan mobil dengan stabilitas tinggi. Strukturnya sendiri sudah didasarkan atas uji terowongan angin di Universitas Pisa dan uji jalan serta lintasan dari berbagai prototipe.

Kulit mobil dari aluminium tersebut memiliki haluan yang panjang dan rendah sehingga saluran udara yang masuk kecil. Oleh karena itu, desain aerodinamis ini menjadi inovasi teknologi utama dari Ferrari GT sebelumnya.

5. Interior Mobil Balap

Tak seperti produk mewah Ferrari lainnya, interior 250 GTO dibuat secara sederhana karena tidak ada tombol atau saklar merah yang menyangkut aspek elektronik. Hanya menggunakan spedometer dasar saja di dasbor.

Namun, ada shifter logam berpagar cantik yang masih ikonik hingga gini. Lalu, kulit yang digunakan pada area tertentu seperti jok. Desain ini sengaja dipilih sebagai performa murni mobil yang berada di trek balapan.

6. Punya Varian yang Menarik

Setiap produk manual dan pemeliharaan mobil selama beberapa dekade ini telah memberikan gambaran dan perbedaan yang jelas dan nyata di antara seluruh 250 GTO yang pernah diproduksi perusahaan.

Pada 1964, Ferrari pernah menugaskan Mauro Forghieri dan Mike Parks untuk melakukan revisi pada desain bodi 250 GTO. Hasil yang dilakukan dikenal dengan ‘64 GTO atau Seri II. Tiga mobil baru itu diproduksi dengan spesifikasi 1954 dan meningkatkan empat dari 250 GTO sebelumnya.

Pembaruan tersebut lalu memberikan peluang bagi GTO untuk bisa tetap kompetitif selama satu tahun lagi karena Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) sudah memutuskan tidak lagi menyetujui 250 LM untuk balap kelas GT pada 1964.

7. Mesin V12

Pembaruan yang sudah dilakukan secara menyeluruh, tetapi Ferrari memilih untuk tetap menggunakan mesin yang terbukti secara kualitas, yaitu 250 Testa Rossa⎼mesin V12 3.0 liter all-alloy.

Mesin yang menggunakan pelumas dry-sump dan dilengkapi dengan enam karburator Weber 38 DCN twin-coke. Melalui konfigurasi tersebut, V12 dapat menghasilkan 300 hp pada 700 rpm (revolutions per minute), 294 nanometer pada 550 rpm V12 akan menjadi merek mobil yang tetap dapat bergerak menuju nol emisi.

Tenaga ini mengalir ke poros belakang melalui poros baling-baling dan dikendalikan oleh 5-speed all-synchromesh manual transmission⎼transmisi kendaraan.

8. Rekor Harga Termahal

Harga GTO mulai meningkat dari empat digit pada 1970-an hingga sampai saat ini. Setelah bertahun-tahun telah memecahkan rekor mobil termahal dalam kategori pelelangan mobil atau penjualan pribadi.

Melansir dari Bloomberg, Rekor termahal lainnya diraih oleh GTO 250 lainnya senilai USD 35 juta seperti 1963 yang dimiliki oleh kolektor Conn. Paul Pappalardo yang dijual kembali seharga USD 52 juta kepada pembeli yang tidak dikenal.

Namun, lelang Monterey pada 2018 lalu, RM Sotheby’s menjual Ferrari 250 GTO dengan total USD 48,4 juta di lelang umum atau kurang lebih Rp 694,54 miliar.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel