8 Fakta Viral Ibu dan Bayi Manusia Silver Jadi Pengemis

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini viral seorang ibu yang mengemis menjadi manusia silver dan membawa serta anaknya bayi berusia 10 bulan di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dia juga mengecat tubuh bayinya dengan cat silver.

Aksi pengemis itu viral di sosial media. Dari video dan laporan masyarakat, Satpol PP Kota Tangsel pun langsung bergerak mencari tahu keberadaan ibu dan anak manusia silver tersebut lalu mengamankannya.

"Sudah kami data awalan, langsung kami bawa ke rumah singgah Dinas Sosial, selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial kota Tangsel," ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel Muhammad Muksin, Minggu (26/9/2021).

Terungkap, ibu muda tersebut mengaku tak tahu anaknya juga menjadi manusia silver. Karena berdasarkan pengakuannya, dia tak pernah mengajak anaknya menjadi manusia silver dan selalu menitipkan anaknya ke tetangga setiap kali mencari nafkah.

"Pengakuan awal ibunya, biasanya dia menitipkan anaknya itu ke tetangga, enggak pernah ikutan jadi manusia silver," kata Muksin.

Berikut sederet fakta viral ibu mengemis yang juga mengecat anaknya menjadi manusia silver dihimpun Liputan6.com:

1. Viral di Sosial Media

Tangan keriput nenek berusia sekitar 60 tahun ini dengan cekatan melumuri tangan kaki dan mukanya dengan cat seharga Rp 35 ribu/kaleng  sehingga tak nampak lagi kulitnya yang berwarna coklat kehitaman. (merdeka.com/Arie Basuki)
Tangan keriput nenek berusia sekitar 60 tahun ini dengan cekatan melumuri tangan kaki dan mukanya dengan cat seharga Rp 35 ribu/kaleng sehingga tak nampak lagi kulitnya yang berwarna coklat kehitaman. (merdeka.com/Arie Basuki)

Seorang wanita muda di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga mengemis menjadi manusia silver dengan membawa bayinya yang masih berusia 10 bulan. Dia juga mengecat tubuh bayinya dengan cat silver.

Aksi pengemis tersebut sempat mendapat perhatian warganet di media sosial. Pada video tersebut, tubuh bayi laki-laki berinisial F tersebut dicat silver, begitu juga dengan wajah hingga mengenai rambutnya.

Perempuan muda yang mendampingi bayi tersebut belakangan diketahui sebagai ibunya.

Dari keterangan video yang beredar tersebut, diketahui perempuan tersebut mengemis dengan membawa anaknya di depan SPBU Pertamina Parakan, Pamulang, Kota Tangsel.

2. Satpol PP Cari Si Ibu

Petugas satpol PP membongkar bedengnya di bawah kolong Tol Teluk Intan, Jakarta, Rabu (14/6). Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, kawasan tersebut dilarang digunakan sebagai tempat pemukiman. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas satpol PP membongkar bedengnya di bawah kolong Tol Teluk Intan, Jakarta, Rabu (14/6). Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, kawasan tersebut dilarang digunakan sebagai tempat pemukiman. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dari video dan laporan masyarakat, Satpol PP Kota Tangsel langsung bergerak mencari tahu keberadaan ibu dan anak tersebut.

"Terkait viral adanya bayi yang dibawa oleh warna silver di Pamulang viral, kami dari satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan, melakukan pengumpulan bahan keterangan di beberapa titik yang termasuk di pom bensin. Parakan kami dapati namanya dan tinggal di Jalan Salak, ngontrak bersama anak dan katanya suami sirinya," ungkap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel Muhammad Muksin, Minggu (26/9/2021).

3. Diamankan Satpol PP, Profesi Si Ibu Jadi Manusia Silver

Manusia silver yang ikut cat anaknya di Tangsel diamankan petugas Dinsos Tangsel. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)
Manusia silver yang ikut cat anaknya di Tangsel diamankan petugas Dinsos Tangsel. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Benar saja, bayi tersebut memang tinggal bersama ibunya yang sehari-hari berprofesi sebagai Manusia Silver.

Kepada petugas diketahui, ibu muda muda tersebut berusia 21 tahun dan anaknya masih berusia 10 bulan.

"Sudah kami data awalan, langsung kami bawa ke rumah singgah Dinas Sosial, selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial kota Tangsel, " ujar Muksin.

4. Ibu Mengaku Tak Tahu Anaknya Dijadikan Maunsia Silver

Setiap hari  ia naik ojek dari kontrakannya seharga Rpo 400 ribu/bulan di Cipondoh Tangerang  ke kawasan Gaplek , Tangsel. (merdeka.com/Arie Basuki)
Setiap hari ia naik ojek dari kontrakannya seharga Rpo 400 ribu/bulan di Cipondoh Tangerang ke kawasan Gaplek , Tangsel. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ibu muda yang viral anak bayi 10 bulannya diajak mengemis dan dicat silver di depan Pom Bensin Tarakan, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel mengaku tak tahu anaknya juga menjadi manusia silver.

Dia mengaku tak pernah mengajak anaknya menjadi manusia silver. Setiap kali mencari nafkah, dia menitipkan anaknya ke tetangga.

"Pengakuan awal ibunya, biasanya dia menitipkan anaknya itu ke tetangga, enggak pernah ikutan jadi manusia silver," ungkap Muksin.

5. Sebut Diberi Upah oleh Tetangga Rp 20 Ribu

Dengan menggendong cucunya,  ia berdiri di depan para pengendara bermotor  yang berhenti karena lampu merah.  Ditaruhnya kotak kardus pada aspal, lalu  berdiri dengan sikap hormat dan selanjutnya berkeliling dengan kotak kardus  mengharapkan imbalan uang receh. (merdeka.com/Arie Basuki)
Dengan menggendong cucunya, ia berdiri di depan para pengendara bermotor yang berhenti karena lampu merah. Ditaruhnya kotak kardus pada aspal, lalu berdiri dengan sikap hormat dan selanjutnya berkeliling dengan kotak kardus mengharapkan imbalan uang receh. (merdeka.com/Arie Basuki)

Begitupula pada hari di mana video yang viral itu direkam. Kepada petugas, ibu muda berinisial N tersebut mengaku memang melihat ada cat di tubuh anaknya.

"Tahu-tahu badannya, tangan, kaki, mukanya sudah silver semua," kata Muksin.

Lalu, N langsung diberi uang Rp 20 ribu oleh tetangganya itu, sebagai upah untuk membeli susu.

"Diupahin Rp 20 ribu, katanya buat beli susu. Karena sudah dari usia 6 bulan dia enggak minum ASI lagi, sekarang dikasihnya susu kental manis," terang Muksin.

6. Kini Diamankan di Rumah Singgah Dinsos Tangsel

Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)
Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)

Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membenarkan bila bayi yang dijadikan manusia silver dan ibunya yang sempat viral di media sosial, sudah berada di rumah singgah.

"Sudah diserahkan oleh Pol PP kepada kami, sekarang sudah diamankan di rumah singgah," ungkap Kadinsos Kota Tangsel Wahyunoto, Minggu (26/9/2021).

7. Cari Tahu Penyebab Mengemis

Kedua orang tua Reihan yang bercerai sudah lama tidak menengok cucunya menyebabkan Nenek Mumum yang menjanda karena suaminya meninggal menghidupi Reihan seorang diri. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kedua orang tua Reihan yang bercerai sudah lama tidak menengok cucunya menyebabkan Nenek Mumum yang menjanda karena suaminya meninggal menghidupi Reihan seorang diri. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selanjutnya, ibu dan anak manusia silver tersebut akan menjalani asssesment awal dan kemudian akan diketahui penyebab keduanya didapati mengemis di jalan tersebut.

Sebab bagaimana pun juga, kata Wahyu, ibu tersebut diduga melakukan ekspoitasi anak.

"Bagaiamana pun juga dugaannya sudah ekspoitasi anak, tapi hasilnya harus disanksi atau gimana, menunggu hasil assesment," terang Wahyu.

Sebab, bilamana alasan membawa anak tersebut untuk mengemis adalah kekurangan secara ekonomi, untuk makan atau tidak ada keterampilan orangtua, maka akan difasilitasi.

"Kalau dia warga Tangsel, maka akan langsung kami beri keterampilan. Kalau alasannya untuk makan, nanti akan diberi sembako, apapun alasannya untuk mengemis, ya tidak diperbolehkan," kata Wahyu soal manusia silver yang viral itu.

8. Minta Warga Jangan Berempati

Manusia silver saat menghibur pengendara bermotor di perempatan kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2020). Di tengah pandemi Covid-19 para manusia silver atau disebut
Manusia silver saat menghibur pengendara bermotor di perempatan kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2020). Di tengah pandemi Covid-19 para manusia silver atau disebut

Wahyu pun meminta masyarakat untuk tak lagi berempati dan memberikan uang kepada mereka yang mengemis dengan cara dicat silver ataupun cara-cara lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel