8 Gejala Awal Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Liputan6.com, Jakarta Batu ginjal merupakan penyakit yang dapat menyerang siapapun. Batu ginjal adalah hasil dari penumpukan mineral terlarut di lapisan dalam ginjal. Kondisi ini bisa menimbulkan serangkaian gejala dari ringan hingga berat.

Batu ginjal biasanya sangat menyakitkan. Jika batu tak dapat luruh dengan sendirinya, diperlukan prosedur untuk memecah atau menghilangkan batu. Batu ginjal yang tak segera ditangani dapat menghambat fungsi ginjal. Batu ginjal yang tertinggal di dalam tubuh juga dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk penyumbatan tabung yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Ukuran batu ginjal juga bisa memengaruhi gejala yang muncul. Batu ginjal kecil yang tertinggal di ginjal seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, batu ginjal bisa menjadi sangat besar hingga menganggu fungsi ginjal. Batu ginjal mungkin tidak menimbulkan gejala sampai bergerak di dalam ginjal atau masuk ke ureter.

Batu ginjal bisa dikenali dari sejumlah gejala. Gejala ini sering muncul seiring waktu. Berikut gejala awal batu ginjal dilansir Liputan6.com dari Healthline, Rabu (6/11/2019).

Nyeri di punggung, perut, atau samping

Nyeri di punggung, perut, atau samping (Foto: iStockphoto)

Biasanya rasa sakit dimulai ketika sebuah batu bergerak ke ureter yang sempit. Ini menyebabkan penyumbatan, yang membuat tekanan menumpuk di ginjal. Tekanan mengaktifkan serabut saraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Nyeri batu ginjal sering dimulai secara tiba-tiba.

Rasa sakit sering datang dan pergi dalam gelombang tertentu. Ini diperburuk dengan ureter yang berkontraksi saat mereka mencoba mendorong batu keluar. Setiap gelombang dapat berlangsung selama beberapa menit, menghilang, dan kemudian kembali lagi.

Rasa sakit bisa muncul di sepanjang sisi dan punggung, di bawah tulang rusuk. Ini dapat menyebar ke daerah perut dan selangkangan saat batu bergerak ke bawah melalui saluran kemih. Rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah. Misalnya, rasa sakit bisa bergeser ke lokasi yang berbeda atau intensitasnya meningkat.

Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil

Ilustrasi BAK. (Foto: Women's Health)

Setelah batu mencapai persimpangan antara ureter dan kandung kemih, Anda akan mulai merasa sakit saat buang air kecil. Rasa sakitnya bisa terasa tajam atau terbakar. Bagi orang yang tidak tahu bahwa ini adalah batu ginjal, ia mungkin mengira ini adalah gejala infeksi saluran kemih.

Nyeri ini dapat berasal dari kandung kemih, uretra, atau perineum. Terkadang, penderita batu ginjal juga apat mengalami infeksi bersamaan dengan batu ginjal.

Intensitas buang air kecil

Ilustrasi Foto Kebelet Kencing atau Buang Air Kecil (iStockphoto)

Keinginan buang air kecil meningkat

Buang air kecil lebih sering daripada biasanya adalah tanda lain bahwa batu telah pindah ke bagian bawah saluran kemih. Buang air kecil yang mendesak menggambarkan kebutuhan luar biasa untuk segera ke kamar kecil. Kondisi ini bisa disertai dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan di kandung kemih atau saluran kemih.

Masalah buang air kecil yang sering dan mendesak sering terjadi bersamaan. Anda mungkin merasa perlu sering buang air kecil, dan keinginan itu datang tiba-tiba.

Jumlah urin yang dikeluarkan sedikit

Batu ginjal besar terkadang tersangkut di ureter. Penyumbatan ini dapat memperlambat atau menghentikan aliran urin. Jika ada penyumbatan, buang air kecil bisa lebih sedikit dari biasanya. Aliran urin yang berhenti seluruhnya adalah keadaan darurat medis. Oliguria adalah istilah medis untuk penurunan output urin.

Kualitas urin

Ilustrasi Foto Kebelet Kencing atau Buang Air Kecil (iStockphoto)

Darah pada urin

Darah dalam urin adalah gejala umum pada orang dengan batu saluran kemih. Gejala ini juga disebut hematuria. Darah bisa merah, merah muda, atau coklat. Kadang-kadang sel darah terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop. Setiap darah dalam urin dapat menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius, bahkan jika itu terjadi hanya sekali. Mengabaikan hematuria dapat menyebabkan memburuknya kondisi serius seperti kanker dan penyakit ginjal.

Urin keruh atau bau

Batu ginjal juga dapat menyebabkan urin keruh. Keruh dan bau berkembang dari penumpukan mineral tertentu dalam tubuh. Air seni yang keruh atau berbau busuk bisa menjadi tanda infeksi pada ginjal atau bagian lain dari saluran kemih. Keruhnya urin adalah tanda nanah dalam urin, atau piuria. Bau tersebut dapat berasal dari bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Bau juga dapat berasal dari urin yang lebih terkonsentrasi.

Mual, muntah dan demam

Mual dan muntah (iStock)

Mual dan muntah

Adalah umum bagi orang-orang dengan batu ginjal untuk mengalami mual dan muntah. Gejala-gejala ini terjadi karena koneksi saraf bersama antara ginjal dan saluran pencernaan. Batu di ginjal dapat memicu saraf di saluran pencernaan, memicu ketidaknyamanan perut. Mual dan muntah juga bisa menjadi cara tubuh merespons rasa sakit yang hebat.

Demam dan menggigil

Demam dan menggigil adalah tanda bahwa Anda memiliki infeksi di ginjal atau bagian lain dari saluran kemih. Ini bisa menjadi komplikasi serius pada batu ginjal. Ini juga bisa menjadi tanda masalah serius lainnya selain batu ginjal. Setiap demam dengan rasa sakit memerlukan perhatian medis segera. Demam yang terjadi akibat infeksi biasanya tinggi hingga 38˚C atau lebih. Menggigil sering terjadi bersamaan dengan demam.