8 Gejala Penggumpalan Darah yang Patut Diwaspadai

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketika tubuh sedang dalam kondisi sehat dan normal, sewajarnya darah akan berbentuk seperti cairan yang mengalir. Akan tetapi, darah bisa saja berubah bentuk menjadi seperti gel atau kental yang menyerupai gumpalan.

Sebenarnya, keadaan darah yang menggumpal sendiri akan sangat berguna ketika tubuh sedang mengalami cedera. Pasalnya, darah menggumpal ini akan berguna untuk mencegah tubuh kehilangan darah terlalu banyak.

Meski memiliki manfaat bagi tubuh, namun kondisi ini juga bisa menjadi salah satu masalah apabila gumpalan darah tersebut justru terbentuk di dalam pembuluh darah. Bahkan penggumpalan darah tersebut bisa menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya dan akan mengancam nyawa.

Dikarenakan, ketika darah menggumpal di dalam tubuh maka bisa menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Hal ini yang akan menyebabkan kegagalan organ vital lain di dalam tubuh.

Ketika darah menggumpal terjadi di otak, maka penggumpalan darah tersebut juga menjadi penyebab awal terjadinya stroke. Itulah mengapa, menjadi sangat penting untuk Anda mengenali gejala penggumpalan darah. Sebab, dengan memahami gejala penggumpalan darah, Anda dapat dengan segera mewaspadainya dan dilakukan tindakan yang tepat.

Di bawah ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber berbagai gejala penggumpalan darah di dalam tubuh yang patut diwaspadai, Rabu (30/12/2020).

Gejala Penggumpalan Darah

Ilustrasi Nyeri Punggung Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Nyeri Punggung Credit: pexels.com/pixabay

1. Nyeri Punggung

Ternyata, nyeri punggung bisa jadi salah satu gejala penggumpalan darah. Sakit punggung mungkin tampak seperti penyakit biasa, padahal ini bisa menjadi indikasi bahwa gumpalan darah berada di sekitar area panggul atau di vena kava inferior, yaitu pembuluh darah yang menerima darah dari badan serta kedua kaki. Adanya gumpalan ini bisa berakibat pada kerusakan permanen jika tidak dirawat.

2. Keringat Berlebih

Kemudian, keringat berlebih bisa menjadi salah satu gejala penggumpalan darah yang tidak boleh Anda abaikan. Pasalnya, penggumpalan darah yang menjadi penyebab keringat berlebih biasanya letaknya ada di paru-paru atau jantung. Jenis gumpalan darah ini sangat serius dan harus segera diobati agar tidak berakibat fatal.

Gejala Penggumpalan Darah

Ilustrasi Wajah yang Pucat Karena Darah Rendah Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Wajah yang Pucat Karena Darah Rendah Credit: pexels.com/pixabay

3. Kram Kaki

Biasanya, orang yang mengalami penggumpalan darah akan lebih sering mengalami kram pada bagian kaki. Sebab, kram pada area kaki tersebut menjadi salah satu dampak adanya gumpalan darah Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. DVT bisa terjadi ketika ada penggumpalan darah di satu atau lebih pembuluh darah vena bagian dalam. Kondisi tersebut terbentuk di pembuluh darah besar.

Dilansir dari Klikdokter, menurut Kristine Arthur MD, internis di Orange Coast Memorial Medical Center di Fountain Valley, California, Amerika Serikat kepada Reader’s Digest, menyatakan jika mengabaikan gumpalan darah di kaki bahkan untuk sehari bisa berakhir dengan emboli paru (penyumbatan di arteri paru-paru) yang jauh lebih berbahaya.

4. Kulit Pucat

Gejala penggumpalan darah selanjutnya yaitu kulit menjadi pucat atau bahkan berubah warna secara drastis. Gumpalan darah bisa mengganggu aliran darah normal. Akibatnya, kulit akan menjadi pucat atau berubah warna, di mana kulit pucat justru menjadi gejala penggumpalan darah yang cukup umum.

Anda bisa melihat, jika pada area satu kaki tampak lebih pucat atau warnanya berbeda dengan bagian sebelahnya, maka ini adalah gejala penggumpalan darah dan harus segera diperiksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Gejala Penggumpalan Darah

Ilustrasi kesemutan | Daria Shevtsova dari Pexels
Ilustrasi kesemutan | Daria Shevtsova dari Pexels

5. Kulit Hangat atau Dingin Ketika Disentuh

Gejala penggumpalan darah lainnya dapat diindikasi dari variasi suhu di mana darah menggumpal terjadi. Sebenarnya penyebabnya sama seperti perubahan warna, adanya perbedaan suhu akan disebabkan oleh gangguan aliran darah. Apabila variasi suhu tersebut masih berlanjut dan Anda memang memiliki riwayat peningkatan risiko pembekuan darah jangan tunda untuk menghubungi dokter.

6. Kesemutan

Dijelaskan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, kesemutan atau di dalam dunia medis dikenal sebagai parestesia, adalah sebuah sensasi tubuh bagian tertentu terasa seperti digelitik dan/atau ditusuk-tusuk.

Biasanya pada kebanyakan kasus, kesemutan terjadi akibat adanya penekanan pada saraf dalam jangka waktu lama. Kendati demikian, kesemutan juga bisa menjadi pertanda adanya gumpalan dalam darah. Itulah mengapa, lebih waspada apabila mengalami kesemutan terus-menerus di tempat yang sama.

Gejala Penggumpalan Darah

Ilustrasi Sesak Napas Credit: unsplash.com/Laura
Ilustrasi Sesak Napas Credit: unsplash.com/Laura

7. Sesak Napas

Melansir Klikdokter, gejala penggumpalan darah berupa sesak napas menjadi gejala bisu emboli paru. Hal tersebut menunjukkan adanya gumpalan darah di paru-paru, dan akhirnya dikombinasikan dengan gejala gumpalan darah di kaki serta sesak napas serius. Jika sudah begini, maka Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter akibat gumpalan darah tersebut berisiko besar mengancam nyawa.

8. Muntah

Jika berbagai gejala penggumpalan darah di atas semakin parah, biasanya penderita bisa mengalami muntah. Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya darah beku di perut. Muntah juga disebut iskemia mesenterika, dan biasanya disertai dengan rasa nyeri yang teramat parah di area perut.

Apabila usus tidak mendapatkan suplai darah yang cukup, maka Anda mungkin juga mengalami kondisi ini dalam jangka waktu cukup lama dan intensitas yang tinggi. Maka, kenali gejala penggumpalan darah dan lakukan tindakan yang tepat.