8 Gejala Penyakit Kuning pada Orang Dewasa, Kenali Penyebabnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyakit kuning biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir, namun orang dewasa juga berisiko mengidap penyakit ini. Pada orang dewasa, sakit kuning sering dikaitkan dengan masalah liver atau hati. Padahal, faktanya penyakit kuning begitu kompleks, penyebabnya pun juga beragam.

Pada penderita penyakit kuning, proses bilirudin pada tubuh tidak dapat berjalan dengan semestinya. Akibatnya, bilirudin menumpuk pada darah dan jaringan di dalam tubuh sehingga membuat kulit penderitanya tampak kuning. Bilirudin merupakan pigmen berwarna kecoklatan yang ditemukan dalam empedu, darah, dan tinja yang berwarna keruh atau gelap dan tinja yang bewarna pucat.

Biasanya penyakit kuning ini ditandai dengan mata dan kulit pada penderitanya berwarna kuning. Sedangkan untuk kelompok yang berisiko lebih tinggi terserang penyakit kuning adalah mereka dengan berat badan berlebih, pengguna narkoba suntik, serta mereka yang mengalami kecanduan alkohol.

Penyakit kuning ini dikategorikan menjadi tiga jenis. Yang pertama yaitu pre-hepatic yang terjadi karena meningkatnya kerusakan sel darah merah. Sedangkan yang kedua adalah intra-hepatic yang terjadi karena kerusakan sel hati. Dan yang ketiga ialah post-hepatic yang terjadi karena obstruksi pada aliran empedu.

Dalam beberapa kasus, penyakit kuning ini bisa menandai penyakit tertentu. Oleh karena itu, jangan sepelekan gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit kuning. Anda harus mewaspadai penyakit kuning ini mulai dari ketahui penyebab dan gejalanya. Berikut rangkuman dari Liputan6.com dari berbagai sumber perihal penyebab dan gejala untuk penyakit kuning pada orang dewasa.

Penyebab Penyakit Kuning pada Orang Dewasa

Gejala mata kekuningan
Gejala mata kekuningan

Ketika terkena penyakit kuning fungsi hati akan mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat memproses bilirubin. Terkadang bilirudin tidak dapat masuk ke sistem pencernaan sehingga dibuang melalui buang air besar. Tapi dalam kasus lain, banyak bilirubin yang mencoba masuk ke hati pada saat yang bersamaan. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh. Terdapat tiga macam penyakit kuning, tergantung pada bagian tubuh yang terkena dampak dari pergerakan bilirubin tersebut. Berikut ini adalah macam-macamnya, dengan penyebab masing-masing.

1. Penyebab penyakit kuning Pre-Hepatik

Kondisi ini muncul ketika terjadi infeksi yang mempercepat kerusakan sel darah merah. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan peningkatan level bilirubin dalam darah, sehingga memicu penyakit kuning. Penyebab dari penyakit kuning pre-hepatik adalah malaria, anemia, sindrom crigler najjar, dan spherocytosis.

2. Penyebab penyakit kuning Post-Hepatik

Kondisi ini biasanya dipicu ketika saluran empedu rusak, meradang, atau terhambat. Akibat yang ditimbulkan adalah kandung empedu tidak mampu memindahkan empedu ke sistem pencernaan. Inilah penyebab dari penyakit kuning post hepatik, antara lain penyakit batu empedu, dan kanker kandung empedu.

3. Penyebab penyakit kuning Intra-Hepatik

Penyakit kuning ini terjadi ketika ada permasalahan di hati, contohnya kerusakan akibat infeksi atau alkohol. Hal ini mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin. Dalam kasusu ini penyebab dari penyakit kuning intra hepatik adalah virus hepatitis A,B,C, penyakit hati, leptospirosis, demam glandular, penyalahgunaan obat, PBC, kanker hati, pemakaian zat yang berlebihan yang diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati, dan hepatitis autoimun.

Gejala Penyakit Kuning pada Orang Dewasa

Penyakit Kuning
Penyakit Kuning

Penyakit kuning ini bisa diindikasi sebagai masalah yang serius bagi fungsi sel darah putih, hati, pankreas atau kandung empedu. Selain perubahan pada mata dan kulit, tanda yang ditimbulkan bisa berupa mengeluarkan urin berwarna gelap dan tinja yang berwarna pucat. Jika Anda merasa penyakit kuning disebabkan oleh hepatitis, maka Anda akan mengalami gejala lain seperti lemah dan mual.

Meskipun kulit berubah jadi kuning, namun tidak semua kondisi yang mengacu pada perubahan tersebut dapat diidentifikasi sebagai penyakit kuning. Beberapa orang salah mendiagnosis ketika mereka mengalami kulit kuning. Berdasarkan salah satu pasien yang mengalami kondisi ini, ketika seseorang mengidapnya, kemungkinan perubahan warna kuning tersebut ditemukan pada mata dan kulit secara bersamaan. Jika Anda memiliki kulit kuning saja, mungkin kondisi tersebut disebabkan oleh kelebihan beta karoten pada sistem tubuh Anda.

Beta karoten adalah antioksidan, biasanya ditemukan pada sayuran yang berwarna kuning atau orange, seperti wortel, lebak, dan ubi. Meski makan terlalu banyak beta karoten dapat mengubah warna kulit sementara, makan sayuran tersebut secara berlebihan tidak akan membuat Anda terkena penyakit kuning.

Selain gejala secara umum yang telah dijelaskan diatas, ada gejala lain yang juga dapat mengidentifikasi bahwa Anda terkena penyakit kuning. Berikut penjelasannya.

1. Nyeri atau rasa tidak nyaman dalam perut.

2. Demam, hal ini dapat terjadi terutama jika penyakit yang mendasari adalah suatu infeksi.

3. Merasa mual dan muntah.

4. Kulit terasa gatal-gatal meliputi seluruh atau sebagian tubuh.

5. Penurunan berat badan yang tidak normal.

6. Pembengkakan perut atau kaki.

7. Nyeri pada otot atau persendian.

8. Kulit tiba-tiba menjadi gelap.

Itu tadi penjelasan tentang penyakit kuning yang tidak boleh disepelekan dan harus diwaspadai oleh siapapun, meskipun penyakit kuning sendiri sebenarnya bukan termasuk ke dalam penyakit. Namun kondisi ini merupakan gejala dari penyakit lain yang bisa saja Anda alami. Maka untuk mengobatinya, Anda harus tahu apa akar dari kondisi tersebut. Jika Anda mengidap penyakit hepatitis, kulit Anda berubah menjadi kuning dan cara untuk mengatasinya adalah dengan mengobati penyakit hepatitis tersebut.