8 Gejala Umum Tumor Otak, Kenali Tanda Awalnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tumor otak termasuk kondisi kesehatan yang tak boleh disepelekan. Tumor otak adalah kumpulan, atau massa, sel abnormal di otak. Beberapa tumor otak bisa bersifat kanker atau ganas dan beberapa bersifat non-kanker atau jinak.

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tepatnya di otak. Ada banyak gejala potensial tumor otak. Terkadang semua gejala ini tidak dirasakan semuanya. Selain itu, gejalanya bervariasi tergantung di mana tumor tumbuh di otak dan seberapa besar tumor itu.

Beberapa tumor menyebabkan kerusakan langsung dengan menyerang jaringan otak dan beberapa tumor menyebabkan tekanan pada otak di sekitarnya. Gejala tumor otak akan terasa saat tumor yang tumbuh menekan jaringan otak.

Sakit kepala adalah gejala umum tumor otak. Selain sakit kepala, ada beberapa gejala umum lainnya dari tumor otak. Pemeriksaan menyeluruh dari dokter sangat diperlukan untuk memastikan diagnosis tumor otak. Berikut 8 gejala umum tumor otak, dirangkum Liputan6.com dari Healthline, Jumat(1/1/2021).

Perubahan sakit kepala

Ilustrasisakit kepala  Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasisakit kepala Credit: pexels.com/pixabay

Sakit kepala yang memburuk adalah gejala yang umum, memengaruhi sekitar 50 persen orang dengan tumor otak. Tumor di otak dapat menekan saraf dan pembuluh darah yang sensitif. Ini dapat menyebabkan sakit kepala baru, atau perubahan pola sakit kepala lama. Perubahan sakit kepala ini bisa meliputi:

- mengalami nyeri yang terus-menerus, tetapi tidak seperti migrain.

- sakit kepala lebih sakit lagi saat pertama kali bangun di pagi hari.

- disertai dengan muntah atau gejala neurologis baru.

- bertambah buruk saat berolahraga, batuk, atau mengubah posisi.

- obat pereda nyeri yang dijual bebas tidak membantu sama sekali.

Namun perlu diketahui, orang mengalami sakit kepala karena berbagai alasan. Jika Anda mengalami sakit kepala yang lebih parah dari sebelumnya, ini tidak berarti menderita tumor otak. Memeriksakan diri ke dokter merupakan cara terbaik untuk mengetahui sebabnya.

Kejang

Ilustrasi kejang | unsplash.com
Ilustrasi kejang | unsplash.com

Tumor otak dapat menekan sel saraf di otak. Ini dapat mengganggu sinyal listrik dan menyebabkan kejang. Kejang terkadang merupakan tanda pertama tumor otak, tetapi bisa terjadi pada tahap apa pun.

Sekitar 50 persen orang dengan tumor otak mengalami setidaknya satu kali kejang. Namun, kejang tidak selalu berasal dari tumor otak. Penyebab lain kejang termasuk masalah neurologis, penyakit otak, dan penghentian obat.

Perubahan suasana hati

Ilustrasi marah (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)
Ilustrasi marah (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Tumor di otak dapat mengganggu fungsi otak, memengaruhi kepribadian dan perilaku. Tumor juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan. Gejala ini bisa disebabkan oleh tumor di bagian tertentu dari otak besar, lobus frontal, dan lobus temporal.

Beberapa contoh perubahan suasana hati dan kepribadian seperti lebih mudah marah, pasif, dan ketidakstabilan emosi. Selain tumor otak, perubahan kepribadian dan perubahan suasana hati juga bisa disebabkan oleh gangguan mental, penyalahgunaan zat, dan gangguan lain yang melibatkan otak.

Kehilangan memori dan kebingungan

Kehilangan memori dan kebingungan (Sumber Pixabay)
Kehilangan memori dan kebingungan (Sumber Pixabay)

Masalah memori bisa disebabkan oleh tumor di lobus frontal atau temporal. Tumor di lobus frontal atau parietal juga dapat memengaruhi penalaran dan pengambilan keputusan. Gejala ini bisa meliputi sulit berkonsentrasi, sering bingung, tidak dapat melakukan banyak tugas dan kesulitan merencanakan apa pun, atau memiliki masalah memori jangka pendek.

Masalah ini bisa diperparah dengan kelelahan. Masalah kognitif ringan dapat terjadi karena berbagai alasan selain tumor otak. Mereka bisa jadi akibat kekurangan vitamin, pengobatan, atau gangguan emosional, antara lain.

Kelelahan

Sumber: Unsplash
Sumber: Unsplash

Kelelahan lebih dari sekedar merasa sedikit lelah sesekali. Contoh kelelahan yang tidak normal adalah benar-benar kelelahan atau hampir sepanjang waktu, merasa lemah secara keseluruhan dan anggota tubuh terasa berat, kehilangan kemampuan untuk fokus, merasa ngantuk di siang hari, dan mudah tersinggung.

Kelelahan bisa disebabkan oleh tumor otak yang bersifat kanker. Tetapi kelelahan juga bisa menjadi efek samping dari pengobatan kanker. Kondisi lain yang menyebabkan kelelahan termasuk penyakit autoimun, kondisi neurologis, dan anemia.

Depresi

ilustrasi depresi | pexels.com/@pixabay
ilustrasi depresi | pexels.com/@pixabay

Depresi adalah gejala umum di antara orang-orang yang telah didiagnosis tumor otak. Bahkan perawat dan orang yang dicintai dapat mengalami depresi selama masa pengobatan.

Depresi bisa hadir dalam bentuk perasaan sedih berlangsung lebih lama, kehilangan minat pada hal-hal yang biasa dinikmati, kekurangan energi, sulit tidur, insomnia, pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, dan perasaan bersalah atau tidak berharga.

Mual dan muntah

Mual dan muntah/pexels
Mual dan muntah/pexels

Seseorang dengan kanker otak mungkin mengalami mual dan muntah pada tahap awal. Ini karena tumor menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Selain itu, saat tumor otak tumbuh lebih besar, ia membutuhkan lebih banyak ruang di dalam tengkorak, sehingga meningkatkan tekanan. Tekanan yang meningkat ini dapat menyebabkan perasaan mual.

Selama pengobatan tumor otak kanker, mual dan muntah bisa jadi merupakan efek samping dari kemoterapi atau pengobatan lain. Tentu saja, seseorang bisa mengalami mual dan muntah karena berbagai alasan lain, termasuk keracunan makanan, influenza, atau kehamilan. Jadi penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Kelemahan dan mati rasa

Kelemahan dan mati rasa/pexels
Kelemahan dan mati rasa/pexels

Perasaan lemah bisa terjadi hanya karena tubuh sedang melawan tumor. Beberapa tumor otak menyebabkan mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki. Hal ini cenderung terjadi hanya pada satu sisi tubuh dan dapat mengindikasikan tumor di bagian otak tertentu.

Kelemahan atau mati rasa juga bisa menjadi efek samping dari pengobatan kanker. Kondisi lain, seperti multiple sclerosis, neuropati diabetes, dan sindrom Guillain-Barre juga dapat menyebabkan gejala ini.