8 Hal yang Perlu Diajarkan pada Anak-Anak untuk Menghindari Penculikan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penculikan terhadap anak-anak memang menjadi hal yang paling menyedihkan. Di zaman sekarang, penculik tidak selalu laki-laki dan tidak selalu terlihat berbahaya, melainkan bisa saja adalah orang yang terdekat.

Dilansir Brightside, Jumat (01/10/2021), penting bagi orang tua untuk mengambil tindakan pencegahan dan mengajari anak siapa saja yang dapat mereka percayai dan apa yang harus mereka lakukan, jika seseorang ingin membawa mereka ke suatu tempat tanpa sepengetahuan orang tua. Berikut 8 hal yang perlu diajarkan pada anak-anak untuk mencegah terjadinya penculikan:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Penculik Tidak Selalu Orang Asing

Ilustrasi anak-anak. (dok. Unsplash.com/@kellysikkema)
Ilustrasi anak-anak. (dok. Unsplash.com/@kellysikkema)

Sulit bagi anak untuk memahami siapa orang asing dan siapa yang dapat mereka percaya. Biasanya anak-anak takut pada seseorang yang tampak menakutkan, namun bisa saja orang yang berbahaya adalah orang yang mereka kenal.

Seorang penculik juga bisa terlihat baik dan ramah. Faktanya, lebih sering anak-anak diculik oleh seseorang yang benar-benar mereka kenal dan tidak dianggap sebagai orang asing.

2. Memberikan Pemahaman Siapa Saja Orang yang Dapat Dipercaya

Ilustrasi Orang Tua dan Anak. Unsplash/Alexander Dummer
Ilustrasi Orang Tua dan Anak. Unsplash/Alexander Dummer

Orang tua wajib untuk membuat daftar orang-orang yang dapat dipercaya dan memperkenalkan pada anak, seperti kerabat, tetangga atau babysitter, sehingga anak akan merasa aman ketika dijemput dari sekolah atau orang itu datang ke rumah walaupun anak sedang sendirian.

Beri tahu pada anak tentang orang-orang yang dapat dipercaya dan katakan bahwa jika ada orang lain yang datang atau mendekati mereka di luar, tidak akan aman. Selain itu, orang tua juga dapat membuat semacam kode yang hanya diketahui oleh orang tua, anak dan orang yang dapat dipercaya tersebut.Dengan begitu, anak akan lebih mudah memahami siapa yang harus dipercaya.

3. Berlari Berlawanan Arah Ketika Diikuti Seseorang

Ilustrasi anak kembar. (Gambar oleh Kateřina Hartlová dari Pixabay)
Ilustrasi anak kembar. (Gambar oleh Kateřina Hartlová dari Pixabay)

Jika anak diikuti oleh seseorang yang mengendarai mobil, sebaiknya ajarkan mereka untuk berlari ke arah yang berlawanan. Karena dengan begitu, mobil yang megikutinya harus berputar, dan anak akan memiliki lebih banyak waktu untuk melarikan diri.

4. Meminta Pertolongan pada Wanita yang Membawa Anak

Ilustrasi seorang ibu bertemu kembali dengan putranya yang pernah diadopsi orangtua lain setelah 33 tahun (dok.unsplash)
Ilustrasi seorang ibu bertemu kembali dengan putranya yang pernah diadopsi orangtua lain setelah 33 tahun (dok.unsplash)

Beri tahu anak untuk mencari wanita yang membawa anak-anak untuk meminta bantuannya, ketika hilang dari jangkauan orang tua. Ajarkan juga untuk mencari petugas polisi, tetapi kemungkinan besar wanita yang membawa anak akan lebih mudah ditemukan.

5. Mengajarkan Anak Berteriak

Ilustrasi anak bermain untuk meningkatkan daya ingat (Foto: unsplash/Ashton Bingham)
Ilustrasi anak bermain untuk meningkatkan daya ingat (Foto: unsplash/Ashton Bingham)

Anak yang berteriak mungkin dapat menarik perhatian, terlebih lagi jika mereka dalam bahaya. Itulah mengapa pentignya untuk memberi tahu anak-anak agar meneriakkan sesuatu yang akan membuat orang lain khawatir, seperti seperti “Tinggalkan aku sendiri! Aku tidak mengenalmu!” atau “Di mana ibu dan ayah saya? Tolong!".

6. Mengajarkan Tidak Apa-Apa Untuk Merusak Barang

Bapak Sedang Mengajarkan Anak di Museum
Bapak Sedang Mengajarkan Anak di Museum

Jika berteriak saja tidak cukup dan mereka perlu menarik lebih banyak perhatian, anak dapat mencoba untuk menjatuhkan barang yang berada di dekatnya. Misalnya, mereka dapat menjatuhkan barang-barang dari rak jika mereka berada di toko, atau memecahkan kaca mobil dengan batu.

7. Mengajarkan Anak Mengatakan Tidak

Ilustrasi anak ADHD. Foto: Freepik
Ilustrasi anak ADHD. Foto: Freepik

Anak harus tahu bahwa tidak apa-apa untuk mengatakan "tidak" kepada orang dewasa jika itu bukan orang tua mereka atau orang yang mereka percaya. Mungkin sulit bagi seorang anak untuk bersikap tegas dan menentang orang dewasa, tetapi para orang tua harus mengajari mereka cara melakukannya.

Orang tua juga harus mengajarkan bagaimana anak akan merespons jika seseorang mendekati mereka dan menawarkan permen atau meminta bantuan.

8. Memantau Aktivitas Anak di Internet

Ilustrasi anak sedang bermain video game (pixabay)
Ilustrasi anak sedang bermain video game (pixabay)

Tanyakan pada anak tentang apa yang mereka lakukan di Internet, aplikasi apa yang mereka gunakan, dan orang yang mereka ajak bicara. Pastikan mereka tahu bahwa internet juga bisa berbahaya dan mereka harus berhati-hati berbicara dengan orang asing.

Orang tua juga harus memastikan bahwa orang yang berada di internet itu sebenarnya adalah orang yang sama di kehidupan nyata, sehingga terhindar dari penipuan.

Lantas, apa lagi yang harus diajarkan orang tua kepada anak-anak mereka? Tindakan pencegahan apa yang dapat diambil untuk memastikan anak akan aman dari penculikan?

Penulis: Vania Dinda Marella

Infografis Hati-Hati Varian Baru Covid-19 Ancam Anak dan Remaja

Infografis Hati-Hati Varian Baru Covid-19 Ancam Anak dan Remaja. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Hati-Hati Varian Baru Covid-19 Ancam Anak dan Remaja. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel