8 Kesalahan Menanam Tomat di Pot, Hambat Pertumbuhan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Menanam tomat dalam pot merupakan kegiatan berkebun yang bisa dilakukan siapa saja. Sayuran ini merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh dengan sinar matahari dan pengairan yang tepat.

Menanam tomat dalam pot cocok bagi kamu yang tidak punya cukup lahan untuk berkebun. Pot dapat ditempatkan di balkon, beranda, teras, atau ambang jendela. Kamu jadi bisa menikmati tomat hasil panen sendiri.

Terkadang tomat yang ditanam dalam pot sering mengalami masalah pertumbuhan. Ini tomat yang tak kunjung berbuah, memiliki buah yang kecil, atau bahkan mati sebelum berbuah. Kamu pasti tak mau segala upaya yang telah dikeluarkan sia-sia begitu saja ketika tomat gagal panen.

Ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat menanam tomat di dalam pot. Kesalahan ini bisa jadi penyebab tomat tidak tumbuh dengan baik. Berikut kesalahan umum saat menanam tomat di pot, dilansir Liputan6.com dari The Spruce, Senin(2/11/2020).

Pot terlalu kecil

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Pixabay)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Pixabay)

Pot untuk tomat harus memiliki diameter atau ukuran yang besar. Semakin besar wadah, semakin banyak tanah yang bisa ditampungnya. Semakin banyak tanah di dalam wadah, semakin banyak air yang ditampungnya. Ini bisa membantu memenuhi kebutuhan tomat.

Selain itu, semakin banyak tanah, semakin banyak nutrisi yang tersedia untuk tanaman. Air dan tanah yang konsisten adalah dua elemen terpenting untuk tanaman tomat yang bahagia dan sehat serta panen besar.

Terlalu banyak air

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)

Menyiram tanaman tomat dengan benar adalah kunci sukses menanam tomat. Pot yang terlalu banyak air akan membuat akar busuk dan tanaman mati. Komponen penting untuk menanam tomat adalah menjaga tanah di dalam pot tetap lembap. Pastikan tanah tidak basah tapi juga tidak ekring.

Sebelum menyiram, periksa kelembapan tanah terlebih dahulu. Untuk melakukan ini, dorong jari ke dalam tanah sekitar satu atau dua inci — kira-kira sampai buku jari kedua. Tambahkan air jika tanah terasa kering saat disentuh di ujung jari.

Metode lain untuk memeriksa kelembapan adalah dengan mengangkat pot. Jika beratnya terasa sangat ringan untuk ukurannya, kadar air mungkin rendah. Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk memungkinkan kelebihan air mengalir keluar.

Tambahkan air hingga keluar dari dasar pot untuk memastikan air telah mencapai akar yang tumbuh di dekat dasar pot.

Terlalu sedikit air

ilustrasi tanaman/Photo by Daniel Hjalmarsson on Unsplash
ilustrasi tanaman/Photo by Daniel Hjalmarsson on Unsplash

Jumlah air yang dibutuhkan tanaman tomat bergantung pada beberapa hal, termasuk cuaca. Angin, panas, kelembapan, ukuran pot, dan jenis tanah pot yang kamu gunakan memengaruhi seberapa sering kamu perlu menyiramnya. Di musim panas, tanaman tomat memerlukan banyak air. Kekurangan air dapat membuat daun dan bunga menjadi kering.

Saat musim panas, tanaman tomat yang besar mungkin perlu disiram setidaknya sekali sehari dan terkadang dua kali. Selain itu, saat menyiram, pastikan air benar-benar terserap sampai ke bawah pot. Sirami tanah dan hindari membasahi daun karena daun yang basah dapat menyebabkan penyakit jamur.

Terlalu rapat

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)

Menanam beberapa tanaman dalam satu pot mungkin tampak seperti ide yang bagus, tetapi ini tidak efektif untuk pertumbuhannya. Kecuali pot berukuran besar, tanam hanya satu tanaman tomat per pot.

Satu pot sebaiknya hanya ditanami satu tanaman tomat. Ini untuk mencegah tanaman lain bersaing dengan tanaman tomat untuk mendapatkan air atau nutrisi.

Kurang sinar matahari

Ilustrasi menanam pohon. (dok. Unsplash.com/Kasturi Laxmi Mohit/@kasturi09)
Ilustrasi menanam pohon. (dok. Unsplash.com/Kasturi Laxmi Mohit/@kasturi09)

Tomat sangat senang matahari dan membutuhkan sinar matahari penuh. Ini berarti mereka membutuhkan sinar matahari langsung tanpa halangan selama 6-8 jam sehari. Tomat bisa terganggu pertumbuhannya jika kurang mendapat sinar matahari.

Saat memutuskan di mana menempatkan pot tomat, cari lokasi dengan jumlah sinar matahari sebanyak itu. Jika tanaman tidak mendapatkan cukup sinar matahari, pindahkan pot ke lokasi yang mendapatkan sinar matahari.

Suhu terlalu dingin

Cara Menanam Tomat di Pot (sumber: Pixabay)
Cara Menanam Tomat di Pot (sumber: Pixabay)

Selain banyak sinar matahari, tomat menyukai suhu hangat. Saat musim hujan, pastikan tomat tidak terkena suhu yang terlalu dingin. Tomat tidak akan berkembang hingga suhu benar-benar hangat.

Kamu bisa menutupi tomat dengan plastik saat dingin atau menaruhnya di teras yang tertutup. Tanaman tomat menyukai suhu hangat. Jika suhu turun di bawah 10 derajat, masukkan tanaman ke dalam ruangan atau lindungi dari dingin.

Kurang pupuk

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)

Ketika ditanam dalam pot, mereka perlu diberi pupuk setiap dua minggu. Tomat perlu dipupuk secara teratur jika kamu tidak menggunakan tanah pot yang telah dipupuk sebelumnya. Sebagian besar tanah pot mengandung sangat sedikit nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan sehat, jadi kamu perlu menambahkan nutrisi ke tanah atau menambah kompos.

Kamu memiliki banyak pilihan pupuk, tetapi beberapa pilihan yang baik adalah pupuk organik lepas-lambat serbaguna atau yang dirancang khusus untuk menanam tomat atau sayuran. Pastikan untuk memberi pupuk tanaman dengan nutrisi utama yang mereka butuhkan seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

Terlambat menyangga

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)

Tomat tumbuh dengan cepat dan memerlukan penyangga yang kokoh. Menunggu terlalu lama untuk memancang atau mengurung tanaman tomat adalah kesalahan umum. Ini bisa membuat tanaman bisa mudah roboh saat bertambah besar.

Solusi yang terbaik adalah memancang atau mengurung tanaman pada waktu tanam sebelum tumbuh besar dan berat.