8 Klinik Kimia Farma Layani Vaksinasi Berbayar, Kapasitas Masing-Masing 200 Orang per Hari

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyiapkan masing-masing 5.000 dosis vaksin untuk 8 klinik yang melayani Vaksinasi Gotong Royong Individu. Program vaksinasi berbayar ini akan dilaksanakan mulai Senin 12 Juli 2021.

“Untuk tahap awal di delapan klinik ini kami menyiapkan 5.000 dosis untuk masing-masing. Kita akan kita tambahkan seiring datangnya batch berikutnya yang rencananya akan masuk dalam beberapa minggu ke depan. Tentunya ini semua dalam rangka pemerataan,” kata Plt. Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Agus Chandra dalam Konferensi Pers, Minggu (11/7/2021).

Dia menjelaskan, vaksinasi berbayar juga merupakan upaya untuk mendukung dan mempercepat program Pemerintah dalam rangka vaksinasi secara nasional. Sebelumnya Pemerintah menyediakan dua jalur vaksin yakni program Pemerintah, dan vaksin gotong royong.

“Dan gotong royong sekarang diperluas lagi, selain (individu yang terdaftar) badan usaha dan hukum sekarang mengikutkan individu (di luar itu) untuk melakukan vaksinasi. Tujuannya yang pasti untuk mempercepat ekonomi kita pulih,” ujarnya.

Adapun 8 klinik tersebut adalah:

1. Jakarta, Klinik KF Senen, kapasitas 200 orang per hari

2. Jakarta, Klinik KF Pulogadung, kapasitas 200 orang per hari

3. Jakarta, Klinik KF Blok M, kapasitas 100-200 orang per hari

4. Bandung, Klinik KF Supratman (Drive Thru), kapasitas 200 orang per hari

5. Semarang, Klinik KF Citarum, kapasitas 100 orang per hari

6. Solo, Klinik KF Sukoharjo, kapasitas 500 orang per hari

7. Surabaya, Klinik KF Sedati, kapasitas 200 orang per hari

8. Bali, Klinik KF Batubulan, kapasitas 100 orang per hari.

Agus menambahkan, bahwa vaksinasi berbayar ini akan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan Vaksinasi Program Pemerintah yakni Sinovac dan Astrazeneca. Sedangkan, untuk Vaksinasi Gotong Royong individu ini akan mengunakan vaksin dari Sinopharm.

Bio Farma: Vaksinasi Berbayar Gunakan Vaksin Sinopharm

Kardus berisi kotak vaksin COVID-19 yang ditumpuk terlihat di bengkel pengemasan selama tur media di kantor pusat Sinopharm di Beijing pada 26 Februari 2021. The Beijing Institute of Biological Products mengembangkan vaksin corona dari virus yang sudah dilemahkan. (Noel Celis/AFP)
Kardus berisi kotak vaksin COVID-19 yang ditumpuk terlihat di bengkel pengemasan selama tur media di kantor pusat Sinopharm di Beijing pada 26 Februari 2021. The Beijing Institute of Biological Products mengembangkan vaksin corona dari virus yang sudah dilemahkan. (Noel Celis/AFP)

Program vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu atau vaksinasi berbayar akan menggunakan vaksin dari Sinopharm. Vaksin ini juga digunakan untuk program vaksinasi Gotong Royong untuk badan usaha. Vaksin Sinopharm diproduksi oleh Beijing Bio-Institute Biological Products Co, China.

“Vaksin yang digunakan dalam vaksin gotong royong itu tidak sama dengan vaksinasi program Pemerintah, yakni astrazeneca dan sinovac. Tentunya dalam permenkes telah ditentukan dan baru satu yang akan digunakan vaksin Sinopharm,” kata Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto, Minggu (11/7/2021).

Dia menjelaskan untuk harga vaksinasi berbayar dijamin tidak memberatkan masyarakat, lantaran telah ditetapkan berdasarkan beberapa evaluasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Saya kira harga sudah ditetapkan berdasarkan evaluasi berapa BPKP dan kita concern tidak memberatkan masyarakat,” imbuhnya.

Nantinya proses vaksinasi berbayar dapat dilakukan di Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) Kimia Farma. Namun nantinya akses dapat dibuka melalui fasyankes swasta yang tidak sedang melayani vaksin program pemerintah.

“Untuk saat ini adalah fasyankes Kimia Farma, fasyankes terbuka tidak hanya di Kimia Farma, nanti akan diperluas fasyankes-fasyankes di swasta yang tidak sedang melayani program vaksinasi pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, program vaksinasi adalah langkah penting untuk menghadapi meningkatnya kenaikan kasus covid-19. Oleh karena itulah, Pemerintah mengeluarkan peraturan terkait program vaksinasi melalui Permenkes nomor 10 tahun 2020.

Dalam peraturan tersebut program vaksinasi ada dua, program pemerintah dan vaksinasi gotong royong yang sudah berjalan. Kemudian Permenkes diperbaharui menjadi Permenkes nomor 19 tahun 2019 dengan menambahkan VGR.

“Peraturannya sebenarnya sama hanya ada perubahan kedua di Permenkes sebelumnya nomor 10 2021 dengan mengeluarkan peraturan Menkes nomor 19 tahun 2021. Sebenarnya tidak banyak hanya yang perlu dicatat adanya perluasan vaksinasi gotong royong untuk mempercepat herd immunity dan cakupan imunisasi di Indonesia,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel