8 Klub Ini Bernasib Buruk setelah Masuk Final Liga Champions

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur berhasil masuk final Liga Champions untuk pertama kali pada musim 2018-2019. Namun, langkah mereka mencapai trofi juara dipatahkan oleh Liverpool dengan skor 0-2 di partai puncak.

Performa impresif Tottenham Hotspur musim lalu tidak bisa berlanjut pada awal musim ini. Pada kompetisi Premier League 2019-2020, Spurs sempat menghuni peringkat ke-14 dan terpaksa mendepak sang pelatih, Mauricio Pochettino.

Padahal Pochettino merupakan pelatih yang berhasil mengubah Tottenham Hotspur menjadi klub yang menjadi langganan Liga Champions. Spurs telah menunjuk Jose Mourinho untuk menjadi manajer baru. 

Penurunan performa klub setelah mencapai final Liga Champions tidak hanya menghampiri Spurs. Beberapa tim bahkan ada yang sampai turun kasta musim berikutnya.

Penasaran klub mana saja? Bola.com telah merangkum delapan klub yang bernasib buruk setelah masuk final Liga Champions.

1. Marseille

Pemain Marseille, Mario Balotelli. (AFP/Christophe Simon)

Musim 1992-1993, Marseille sukses meraih juara Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan. Namun, ia bernasib buruk pada musim setelahnya.

Marseille terpaksa turun ke Ligue 2 setelah diturunkan secara paksa. Gelar juara Ligue 1 1992-1993 pun dicopot oleh otoritas liga setelah terbukti melakukan suap kepada beberapa pemain Valenciennes. Penyuapan tersebut terjadi satu pekan sebelum laga final melawan AC Milan.

2. Ajax Amsterdam

Jersey Ajax Amsterdam musim 2019-2020. (Bola.com/Dok. Adidas)

Ajax Amsterdam berhasil menjadi jawara Liga Champions 1995-1996 saat diasuh Louis van Gaal. Namun, musim berikutnya berakhir antiklimak.

Ajax Amsterdam finis di urutan keempat Eradivisie 1996-1997 dan kalah dari Juventus di partai final Liga Champions. Setelah itu mereka kehilangan beberapa pemain bintang dan Louis van Gaal pindah ke Barcelona.

3. Borussia Dortmund

Logo Borussia Dortmund. (threepullpa).

Borussia Dortmund berhasil menjuarai Liga Champions pada 1997-1998 setelah mengalahkan Juventus. Ini merupakan gelar pertama bagi Die Borussen.

Namun, prestasi Dortmund melorot musim 1998-1999. Pada pentas Bundesliga mereka hanya mampu finis di urutan kesepuluh dan hanya berselisih lima poin dari zona degradasi.

4. Juventus

1. Alessandro Del Piero - Selama 19 tahun membela Juventus dirinya mencetak 288 gol dari total 697 laga di semua ajang. Peraih capocannoniere atau top scorer tahun 2007 dan 2008 itu layak disebut sebagai kapten sejati bagi pasukan Zebra. (AFP/Giuseppe Cacace)

Setelah masuk final berturut-turut sejak tahun 1995 hingga 1998, Juventus bernasib buruk pada musim 1998-1999. Cedera Alexandro Del Piero berperan besar dalam keruntuhan Si Nyonya Tua.

Juventus hanya mampu finis di peringkat ketujuh dan tak mampu berbuat banyak di Liga Champions.

5. Bayern Leverkusen

Bek Bayern Munchen, Jerome Boateng, berebut bola dengan gelandang Bayer Leverkusen, Julian Brandt, pada laga DFB Pokal di Stadion BayArena, Selasa (17/4/2018). Bayern Munchen menang 6-2 atas Bayer Leverkusen. (AP/Martin Meissner)

Bayern Leverkusen menjalani musim yang luar biasa pada 2001-2002. Mereka berhasil masuk final Liga Champions namun akhirnya kalah dari Real Madrid.

Musim berikutnya prestasi mereka turun setelah ditinggal Michael Ballack ke Bayern Munchen. Leverkusen mengakhiri Bundesliga 2002-2003 dengan duduk di peringkat ke-18.

6. AC Milan

Filippo Inzaghi bisa dibilang menjadi striker nomor punggung sembilan terakhir yang bersinar bersama AC Milan dengan mencetak 126 gol dari 300 laga. (Photo by OLIVIER MORIN / AFP)

AC Milan berhasil masuk partai final Liga Champions musim 2004-2005, namun kalah secara dramatis oleh Liverpool. Musim berikutnya Milan mengalami nasib yang tragis.

Mereka terkena kasus skandal Calciopoli dan mendapat hukuman pengurangan poin dari federasi sepak bola Italia (FIGC).

7. Bayern Munchen

Sedari muda Robben memang sulit mengembangkan permainannya akibat seringnya didera cedera. Masalah tersebut dialami sejak membela PSV hingga Bayern Munchen. (AFP/Christof Stache)

Bayern Munchen berhasil masuk final Liga Champions musim 2009-2010. Namun, langkah mereka meraih juara digagalkan Inter Milan.

Musim berikutnya, Bayern Munchen mengalami penurunan performa sehingga gagal meraih juara Bundesliga dan tersingkir dari Liga Champions pada fase 16 besar.

8. Real Madrid

Aksi Raphael Varane pada laga leg kedua, babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/3). Real Madrid kalah 1-4 kontra Ajax. (AFP/Gabriel Bouys)

Real Madrid berhasil menjadi juara Liga Champions tiga musim berturut-turut dari 2016-2018. Namun, perfoma mereka menurun setelah ditinggal Cristiano Ronaldo.

Mereka secara mengejutkan disingkirkan Ajax Amsterdam pada fase 16 besar Liga Champions dan hanya finis di peringkat ketiga La Liga musim 2018-2019.