8 Macam Hidroponik yang Sering Digunakan, Cocok untuk Berkebun di Rumah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengentahui macam hidroponik dapat menjadi solusi tepat bagi Anda yang ingin berkebun di rumah dengan lahan yang minim. Hidroponik adalah metode menanam tanaman dalam larutan kaya nutrisi berbasis air. Kata hidroponik berasal dari "hidro", yang berarti air, dan "ponos", yang berarti kerja.

Macam-macam hidroponik tidak menggunakan tanah melainkan sistem nutrisi berbasis air. Ini berarti bahwa tanah sama sekali tidak digunakan dalam sistem hidroponik. Sebaliknya, akar tanaman ditopang oleh zat-zat seperti lumut gambut, pelet tanah liat, perlite, dan rockwool.

Saat Anda ingin membuat atau menggunakan sistem hidroponik untuk menanam tanaman, ada ratusan variasi sistem hidroponik yang tersedia yang bisa digunakan. Setiap macam hidroponik bekerja dengan cara yang berbeda, yang berarti bahwa sistem hidroponik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berikut ini penjelasan mengenai macam hidroponik yang cocok bagi Anda sebagai pemula yang ingin berkebun di rumah, yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (27/9/2021).

Hidroponik NFT dan DFT

Ilustrasi Hidroponik NFT. (merdeka.com/Arie Basuki)
Ilustrasi Hidroponik NFT. (merdeka.com/Arie Basuki)

1. Hidroponik NFT

Hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique merupakan salah satu dari macam hidroponik yang cukup sederhana. Dengan sistem hidroponik NFT, larutan nutrisi dipompa ke saluran yang dapat menampung beragam tanaman. Saluran sedikit miring, sehingga larutan nutrisi mengalir melalui saluran, melewati akar tanaman, menggantung akar, dan kembali ke reservoir hidroponik.

Jenis sistem ini bekerja sangat baik karena akar tanaman menyerap lebih banyak oksigen dari udara. Karena hanya ujung akar yang bersentuhan dengan larutan nutrisi, tanaman dapat memperoleh lebih banyak oksigen yang memudahkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Karena ukuran saluran, sistem hidroponik NFT paling cocok untuk tanaman yang memiliki sistem akar kecil, seperti sayuran berdaun hijau.

2. Hidroponik DFT

Macam hidroponik yang berikutnya adalah hidroponik DFT. Hidroponik DFT atau Deep Flow Technique merupakan variasi dari hidroponik NFT. Alih-alih lapisan tipis nutrisi, tanaman dikelilingi oleh larutan nutrisi setinggi sekitar 4 cm. Teknik deep flow membuat sistem hidroponik jenis ini lebih aman, karena akar masih disuplai jika terjadi kegagalan pompa.

Namun, metode ini tidak terlalu sering diterapkan, karena terutama dalam sistem yang lebih panjang atau lebih besar, pasokan oksigen ke tanaman bervariasi sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang tidak merata.

Hidroponik Kultur Air dan Sumbu

Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)
Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)

3. Hidroponik Kultur Air

Hidroponik kultur air atau water culture system merupakan teknik yang cukup sederhana dari macam hidroponik. Platform yang menampung tanaman biasanya terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi. Kultur air adalah sistem pilihan untuk menanam selada yang merupakan tanaman yang sangat menyukai air. Sangat sedikit tanaman selain selada yang dapat bekerja dengan baik dalam sistem jenis ini.

4. Hidroponik Sumbu

Sistem sumbu adalah macam hidroponik yang paling sederhana yang tidak memerlukan listrik, pompa, atau aerator. Di antara berbagai macam hidroponik, ini adalah satu-satunya yang dapat menjadi sistem yang sepenuhnya pasif, yang berarti tidak diperlukan listrik. Sistem sumbu baik untuk tanaman kecil yang tidak menggunakan banyak air atau nutrisi. Nutrisi dan air dipindahkan ke zona akar tanaman melalui sumbu, yang seringkali merupakan sesuatu yang sederhana seperti tali atau sepotong kain. Salah satu kunci sukses dengan sistem sumbu adalah menggunakan media tumbuh yang mengangkut air dan nutrisi dengan baik. Pilihan yang baik termasuk sabut kelapa, perlite, atau vermiculite.

Hidroponik Pasang Surut dan Drip

Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)
Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)

5. Hidroponik Pasang Surut

Macam hidroponik yang berikutnya adalah hidroponik pasang surut. Hidroponik pasang surut atau ebb and flow bekerja sangat baik untuk hampir semua jenis tanaman termasuk beberapa sayuran akar. Jenis sistem ini berfungsi dengan membanjiri area yang tumbuh dengan larutan nutrisi pada interval tertentu.

Solusi nutrisi kemudian perlahan-lahan mengalir kembali ke reservoir. Pompa terhubung ke pengatur waktu, sehingga proses berulang dengan sendirinya pada interval tertentu sehingga tanaman mendapatkan jumlah nutrisi yang diinginkan.

Sistem hidroponik pasang surut sangat ideal untuk tanaman yang terbiasa dengan periode kekeringan. Tanaman tertentu tumbuh subur ketika mereka melewati periode kering sedikit karena menyebabkan sistem akar tumbuh lebih besar untuk mencari kelembaban. Ketika sistem akar tumbuh lebih besar, tanaman tumbuh lebih cepat karena dapat menyerap lebih banyak nutrisi.

6. Hidroponik Drip

Hidroponik drip atau hidroponik tetes merupakan salah satu macam hidroponik yang mudah digunakan, diatur, dan dapat disesuaikan dengan beberapa teknik. Sistem hidroponik tetes sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman. Dengan sistem ini, larutan nutrisi dipompa melalui tabung langsung ke pangkal tanaman. Ujung tabung akan menghasilkan tetesan memungkinkan larutan nutrisi menetes pada aliran yang bisa diatur, memenuhi media tumbuh.

Sistem hidroponik tetes dapat berupa sistem yang tidak bersirkulasi atau bersirkulasi. Sistem yang tidak bersirkulasi menetes perlahan untuk memberi tanaman nutrisi yang cukup pada tingkat yang konsisten. Sistem sirkulasi menetes lebih sering, dengan nutrisi berlebih mengalir kembali ke reservoir.

Aeroponik dan Bubbleponic

Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)
Ilustrasi hidroponik (sumber: Pixabay)

7. Aeroponik

Macam hidroponik yang berikutnya adalah aeroponik. Aeroponik bukanlah metode termudah untuk berkebun hidroponik, tetapi ini adalah konsep yang sederhana. Dengan teknik ini, tanaman ditangguhkan di udara dan larutan nutrisi disemprotkan ke sistem akar tanaman. Solusi nutrisi dipompa ke pipa yang dilengkapi dengan nozel kabut. Saat tekanan terbentuk, semprotan akan menyemprot akar tanaman dan solusinya kembali ke reservoir.

8. Bubbleponic

Macam hidroponik yang berikutnya adalah bubbleponic. Sistem hidroponik bubbleponic, perawatan tanaman ini mengandalkan gelembung udara sebagai nutrisi oksigen. Jika Anda memilih teknik ini, pastikan bagian akarnya tetap berada di dalam air yang sudah diberi nutrisi. Tanaman hidroponik bubbleponic juga akan memiliki akses ke sejumlah besar oksigen, yang membantu memfasilitasi pertumbuhannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel