8 Macam-Macam Penyakit Lambung, Penyebab dan Gejalanya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam penyakit lambung adalah setiap penyakit yang memengaruhi fungsi normal lambung. Lambung berfungsi sebagai menyimpan dan memecah makanan serta cairan sebelum berpindah ke organ lain untuk dicerna lebih lanjut. Organ ini terletak di area kiri atas perut di bawah hati dan di sebelah limpa.

Macam-macam penyakit lambung bisa menimbulkan masalah jika tidak diobati. Macam-macam penyakit lambung bisa muncul akibat gangguan pada lambung dan organ yang berhubungan dengannya. Karena lambung memainkan peran penting dalam pencernaan, macam-macam penyakit lambung perlu diwaspadai.

Macam-macam penyakit lambung bisa diatasi dengan pengobatan yang benar. Macam-macam penyakit lambung ini bisa memiliki gejala serupa. Berikut macam-macam penyakit lambung, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(15/6/2021).

Gastritis

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Demon
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Demon

Gastritis adalah macam-macam penyakit lambung yang terjadi akibat peradangan lapisan pelindung lambung. Gastritis bisa bersifat akut dan kronis. Gastritis akut melibatkan peradangan yang tiba-tiba dan parah. Sementara gastritis kronis melibatkan peradangan jangka panjang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun jika tidak diobati.

Penyebab gastritis adalah lemahnya lapisan pelindung lambung yang membuat cairan pencernaan merusak lapisan tersebut. Memiliki lapisan kambung yang tipis atau rusak meningkatkan risiko gastritis. nfeksi bakteri saluran cerna juga dapat menyebabkan gastritis. Infeksi bakteri yang paling umum yang menyebabkannya adalah Helicobacter pylori.

Gastritis tidak menyebabkan gejala yang nyata pada semua orang. Gejala yang paling umum adalah mual, muntah, perasaan penuh di perut bagian atas terutama setelah makan, dan gangguan pencernaan.

Dispepsia

Ilustrasi Anak Sakit Perut Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Anak Sakit Perut Credit: pexels.com/cottonbro

Dispepsia, juga dikenal sebagai gangguan pencernaan, mengacu pada ketidaknyamanan atau rasa sakit yang terjadi di perut bagian atas, seringkali setelah makan atau minum. Dispepsia termasuk macam-macam penyakit lambung yang umum muncul.

Dispepsia dapat disebabkan oleh gaya hidup atau kebiasaan diet, kondisi medis, atau penggunaan beberapa obat. Dispepsia juga bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan, termasuk GERD, kanker perut, kegemukan, batu empedu, penyakit hati, pankreatitis, dan penyakit pencernaan lainnya. Tukak lambung atau refluks asam dapat menyebabkan dispepsia.

GERD

ilustrasi asam lambung (Sumber: istockphoto)
ilustrasi asam lambung (Sumber: istockphoto)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) disebabkan oleh naiknya asam lambung secara presisten. Asam lambung naik terjadi ketika isi perut seperti makanan, asam, atau empedu bergerak kembali ke kerongkongan. Setiap orang pasti pernah mengalami kenaikan asam lambung. Tapi, ketika asam lambung naik terjadi dua kali seminggu atau lebih, ia bisa disebu sebagai Gastroesophageal reflux disease (GERD).

Kenaikan asam lambung sering terjadi akibat makan berlebihan, berbaring setelah makan, atau makan makanan tertentu. Gejala GERD di antaranya adalah tekanan pada leher, sakit perut, rasa pahit di mulut, muntah, masalah pernapasan, hingga batuk kronis.

Gastroparesis

Ilustrasi Lambung Credit: pexels.com/hun
Ilustrasi Lambung Credit: pexels.com/hun

Gastroparesis adalah suatu kondisi di mana lambung membutuhkan waktu lama untuk dikosongkan. Sementara penyebab pasti gastroparesis tidak diketahui, diperkirakan ada hubungannya dengan sinyal saraf yang terganggu di perut. Diyakini bahwa ketika saraf ke perut dipengaruhi oleh berbagai faktor, makanan dapat melewatinya terlalu lambat.

Gejala gastroparesis dapat berkisar dari ringan hingga berat. Gangguan ini menyebabkan berbagai gejala yang dapat mencakup mual, muntah, merasa mudah kenyang, dan pengosongan lambung yang lambat.

Gastroenteritis

Gastroenteritis Credit: pexels.com/Raw
Gastroenteritis Credit: pexels.com/Raw

Gastroenteritis merupakan infeksi saluran cerna yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit. Gastroenteritis bisa terjadi di lambung karena infeksi virus. Gastroenteritis virus terjadi ketika virus menyebabkan lambung dan usus meradang.

Virus yang berbeda dapat menyebabkan gastroparesis, masing-masing dengan musim puncaknya sendiri. Virus yang paling umum termasuk norovirus dan rotavirus. Orang yang berisiko mengalami penyakit ini adalah anak di bawah usia 5 tahun, lansia, dan orang yang memiliki kekebalan rendah.

Gastroenteritis virus menyebar melalui kontak dekat atau makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala gastroparesis adalah muntah dan diare. Penderita gastroparesis mungkin juga mengalami kram, sakit kepala, dan demam.

Tukak Lambung

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay

Tukak lambung terjadi ketika lapisan lambung rusak. Tukak lambung disebabkan ketika lapisan tebal lendir yang melindungi perut dari cairan pencernaan berkurang. Hal ini memungkinkan asam pencernaan menggerogoti jaringan yang melapisi perut.

Tukak lambung dapat dengan mudah disembuhkan, tetapi bisa menjadi parah tanpa perawatan yang tepat. Tukak lambung hampir selalu disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen.

Sejumlah gejala terkait dengan tukak lambung. Tingkat keparahan gejala tergantung pada tingkat keparahan luka. Gejala yang paling umum adalah sensasi terbakar atau nyeri di bagian tengah perut antara dada dan pusar. Biasanya, rasa sakit akan lebih intens saat perut kosong, dan bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.

Hernia hiatus

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Sloan
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Sloan

Hernia hiatus terjadi ketika bagian atas perut terdorong ke atas melalui diafragma dan masuk ke daerah dada. Diafragma adalah otot besar yang terletak di antara perut dan dada. Tubuh menggunakan otot ini untuk bernapas. Biasanya, lambung berada di bawah diafragma, tetapi pada orang dengan hernia hiatus, sebagian perut mendorong ke atas melalui otot. Pembukaan yang dilaluinya disebut hiatus.

Penyebab pasti dari banyak hernia hiatus tidak diketahui. Pada beberapa orang, cedera atau kerusakan lain dapat melemahkan jaringan otot. Penyebab lainnya adalah memberikan terlalu banyak tekanan (berulang kali) pada otot-otot di sekitar perut. Ini bisa terjadi karena batuk, muntah, mengejan saat buang air besar, dan mengangkat benda berat. Gejala hernia hiatus bisa meliputi mulas, nyeri dada, kesulitan menelan, dan sering bersendawa.

Kanker Lambung

Ilustrasi Penyakit Kanker Credit: pexels,com/Tom
Ilustrasi Penyakit Kanker Credit: pexels,com/Tom

Kanker lambung juga kerap disebut kanker perut. Kanker lambung umumnya tumbuh perlahan selama bertahun-tahun. Kanker lambung ditandai dengan pertumbuhan sel kanker di dalam lapisan lambung. Dalam kebanyakan kasus, ia dimulai di lapisan terdalam lapisan lambung.

Kanker lambung terjadi ketika sel-sel yang biasanya sehat dalam sistem pencernaan bagian atas menjadi kanker dan tumbuh di luar kendali, membentuk tumor. Faktor yang bisa menyebabkan kanker lambung di antaranya adalah limfoma, infeksi bakter H. pylori, tumor di bagian lain dari sistem pencernaan, dan polip lambung.

Jenis kanker ini sulit didiagnosis karena kebanyakan orang biasanya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena kanker perut biasanya tidak menimbulkan gejala awal, sering tidak terdiagnosis sampai setelah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Ini membuatnya lebih sulit untuk diobati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel