8 Mahasiswa Ditangkap, Polisi Siaga di Unismuh

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Asrama Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) di Jalan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini Makassar kembali diserang sekelompok orang tak dikenal, Jumat (31/5) sekitar pukul 18.00 wita.

Dalam penyerangan yang dilakukan melibatkat sekitar 200 massa dengan menggunakan busur, senapan angin, dan bom molotov.

Wakasat Reskrim Polretabes Makassar, Kompol Anwar mengatakan, bahwa ke-8 mahasiswa yang diamankan masih dalam tahap proses pemeriksaan. "Masih diperiksa," tuturnya, Sabtu (1/6/2013)

Guna mengantisipasi terjadi penyerangan susulan, maka pihak kepolisian akan mensiagankan sejumlah personel seperti di setiap asrama dan kampus Unismuh.

Meski tidak ada korban jiwa, namun penyerangan ini mengalami kerugian besar karena beberapa rumah termasuk aspura mengalami kerusakan.

Adapun barang bukti yang ditemukan pascakerusuhan ini, berupa empat buah anak panah busur, dua bom bolotov terbuat dari botol minuman, ditemukan di depan pintu masuk asrama Bantaeng. Selain itu, sebanyak 17 unit kendaraan bermotor.

Menurut Kapolsek Rappocini Kompol Haidir Said penyerangan asrama dilakukan oleh sekelompok mahasiswa sekitar 200 orang menggunakan penutup muka, dengan membawa anak panah busur, senjata api rakitan jenis papporo.

"Katanya seorang saksi, massa tersebut langsung melakukan pelemparan bom molotov sebanyak dua kali, lalu menembakkan senjata rakitan jenis papporo sebanyak 8 kali ke arah Asrama Bantaeng. Pada saat itu sekelompok mahasiswa Bantaeng bertahan, melawan dengan melempar batu," kata kapolsek.

Setelah 30 menit, bentrokan terjadi, personel gabungan Polsekta Rappocini datang di TKP mengamankan penyerangan ini, sehingga sekelompok mundur ke arah Jl Talasalapang II

Tak lama berselang ,sekitar pukul 18.40 wita sekelompok mahasiswa kembali masuk menyerang di jalan Poros talasalapang satu, dan terjadi saling lempar batu antara dua kubu ini. Karena bentrokan yang semakin parah polrestabes Makassar menurunkan anggotanya membantu kepolisian Polsekta Rappocini.

Setelah membubarkan diri mereka melakukan penyisiran di sekitar TKP penyerangan jalan Talasalapang 1 dan Talasalapang II.(Cr6)

8 mahasiswa
1. Asmar (25), mahasiswa pelayaran AIPI ,
2. Gunawan, (20) mahasiswa UIT
3. Madan, (23) mahasiswa FKIP Unismuh
4. Rusdi, (25 ) mahasiswa FISIP Unismuh
5. Adit, (24 ) mahasiswa FKIP Unismuh,
6. Arman, (21), FKIP Unismuh
7. Burhan, (24) Mahasiswa FT UNM,
8. Dodi Sandi, 19 thn, FT UVRI.

Baca Juga:

  • Aldo Barreto Diragukan Main Lawan Persib Bandung
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.