8 Makanan untuk Gejala Osteoartritis, Ringankan Nyeri dan Kaku

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Osteoartritis merupakan salah satu bentuk radang sendi yang umum terjadi. Kondisi ini dapat memengaruhi sendi mana pun di tubuh. Tetapi osteoartritis sering dirasakan di lutut, tangan, pinggul, atau tulang belakang.

Gejala osteoartritis yang umum meliputi nyeri, kaku, dan bengkak. Banyak orang mendapati bahwa mengubah pola makan dapat membantu mengatasi gejala osteoartritis. Osteoartritis memang tak bisa disembuhkan dengan makanan atau suplemen. Tetapi makanan terentu bisa meringankan gejalanya.

Beberapa makanan memiliki kemampuan anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi gejala. Makanan lainnya juga dapat memperkuat persendian untuk melawan osteoartritis. Berikut 8 makanan yang bisa bantu meringankan gejala osteoartritis, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Sabtu (2/1/2021).

Ikan berlemak dan minyak sehat

Sumber: Unsplash
Sumber: Unsplash

Ikan berlemak

Ikan berlemak mengandung banyak asam lemak omega-3 yang menyehatkan. Lemak tak jenuh ganda ini memiliki sifat anti-inflamasi sehingga dapat bermanfaat bagi penderita osteoartritis.

Orang dengan osteoartritis harus makan setidaknya satu porsi ikan berlemak per minggu. Ikan berlemak dapat meliputi sarden, ikan kembung, salmon, dan tuna. Sumber omega-3 lainnya termasuk biji chia, minyak biji rami, dan kenari. Makanan ini juga dapat membantu melawan peradangan.

Minyak sehat

Tak cuma ikan segar, minyak ikan juga bermanfaat untuk memerangi peradangan sendi. Asam lemak esensial dalam minyak ikan mengurangi peradangan pada persendian sehingga membantu mengurangi rasa sakit.

Selain minyak ikan, beberapa minyak lain bisa mengurangi peradangan. Minyak zaitun extra virgin mengandung oleocanthal tingkat tinggi, yang mungkin memiliki sifat yang mirip dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Minyak alpukat dan safflower adalah apternatif yang menyehatkan dan juga dapat membantu menurunkan kolesterol.

Susu dan olahannya

Ilustrasi Produk Susu Hasil Pasteurisasi Credit: unsplash.com/EnginAkyurt
Ilustrasi Produk Susu Hasil Pasteurisasi Credit: unsplash.com/EnginAkyurt

Susu, yogurt, dan keju kaya akan kalsium dan vitamin D. Nutrisi ini meningkatkan kekuatan tulang, yang dapat meredakan gejala nyeri. Produk susu juga mengandung protein yang dapat membantu pembentukan otot.

Susu membantu melindungi tubuh dari serangan asam urat dan juga dapat mencegah perkembangan osteoartritis. Untuk pilihan yang lebih sehat, pilih susu rendah lemak.

Sayuran

Ilustrasi Sayuran Hijau Credit: freepik.com
Ilustrasi Sayuran Hijau Credit: freepik.com

Sayuran berdaun gelap

Sayuran berdaun gelap kaya vitamin D dan fitokimia pelawan stres serta antioksidan. Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan, membantu tubuh melawan infeksi.

Sayuran berdaun gelap meliputi bayam, kale, dan sawi-sawian. Sayuran ini dikemas dengan antioksidan seperti vitamin A, C, dan K, yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Makanan ini juga tinggi kalsium penguat tulang.

Brokoli

Brokoli mengandung senyawa yang disebut sulforaphane, yang menurut para peneliti dapat memperlambat perkembangan osteoartritis. Sayuran ini juga kaya vitamin K dan C, serta kalsium penguat tulang.

Brokoli dan sayuran silangan lainnya membantu menghalangi proses inflamasi dan dapat memperlambat kerusakan tulang rawan pada osteoartritis. Mereka juga mengandung serat, zat besi, magnesium, kalium, dan kalsium tingkat tinggi. Selain itu, sayuran hijau memiliki sedikit karbohidrat, natrium, dan kolesterol.

Teh hijau

Ilustrasi teh hijau (unsplash.com/Rawpixel).
Ilustrasi teh hijau (unsplash.com/Rawpixel).

Teh hijau mengandung polifenol tingkat tinggi. Polifenol adalah antioksidan yang diyakini para ahli dapat mengurangi peradangan dan memperlambat laju kerusakan tulang rawan.

Ekstrak teh hijau dapat dianggap sebagai pengobatan tambahan baik untuk mengontrol rasa sakit dan untuk perbaikan fungsi fisik sendi lutut pada orang dewasa dengan osteoartritis.

Teh hijau umumnya dipandang paling bermanfaat karena bahan aktifnya adalah polifenol yang dikenal sebagai epigallocatechin 3-gallate (EGCG). EGCG telah terbukti 100 kali lebih kuat dalam aktivitas antioksidan daripada vitamin C dan E.

Bawang putih

Ilustrasi bawang putih. (dok. Unsplash.com/Anshu A @anshu18)
Ilustrasi bawang putih. (dok. Unsplash.com/Anshu A @anshu18)

Bawang putih adalah tambahan yang enak untuk hampir semua hidangan gurih. Ilmuwan percaya bahwa senyawa yang disebut diallyl disulfide yang terdapat pada bawang putih dapat bekerja melawan enzim dalam tubuh yang merusak tulang rawan.

Oleh karena itu, bawang putih dapat membantu melawan peradangan dan bahkan dapat membantu mencegah kerusakan tulang rawan akibat artritis.

Kacang-kacangan

Ilustrasi Kacang Almond Credit: pexels.com/Marta
Ilustrasi Kacang Almond Credit: pexels.com/Marta

Kacang-kacangan baik untuk jantung dan mengandung kalsium, magnesium, seng, vitamin E, dan serat yang tinggi. Mereka juga mengandung asam alfa-linolenat (ALA), yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Segenggam kacang-kacangan setiap hari dapat menambahkan antioksidan sehat bagi tubuh. Sumber terbaik menurut Arthritis Foundation adalah almond, kenari, kacang pinus, dan pistachio.

Makanan yang harus dihindari penderita osteoartritis

Makanan Junk Food/ Image: Unsplash
Makanan Junk Food/ Image: Unsplash

Ketika seseorang hidup dengan osteoartritis, tubuhnya sedang dalam keadaan peradangan. Meskipun makanan dengan sifat anti-inflamasi dapat mengurangi gejala, beberapa makanan mengandung zat yang secara aktif berkontribusi pada peradangan. Maka dari itu penting menghindari makanan-makanan yang bisa memicu peradangan.

Jenis makanan yang harus dihindari adalah yang meliputi:

Gula

Gula olahan dapat memicu pelepasan sitokin, yang bertindak sebagai pembawa pesan inflamasi dalam tubuh. Gula yang ditambahkan ke minuman manis, termasuk soda, teh manis, kopi beraroma, dan beberapa minuman jus, paling mungkin memperburuk kondisi peradangan.

Lemak jenuh

Makanan tinggi lemak jenuhnya, seperti pizza dan daging merah, bisa menyebabkan peradangan pada jaringan lemak. Selain berkontribusi pada risiko obesitas, penyakit jantung, dan kondisi lainnya, hal ini dapat memperburuk peradangan artritis.

Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan, seperti roti putih, nasi putih, dan keripik kentang, bahan bakar produksi oksidan akhir glikasi lanjut (AGE). Ini bisa merangsang peradangan di tubuh.