8 Makanan yang Bisa Meningkatkan Produksi Kolagen secara Alami

·Bacaan 1 menit
Daging ayam mengandung jaringan ikat yang menjadikan ayam sebagai sumber utama kolagen. Leher ayam dan tulang rawan merupakan sumber yang kaya akan kolagen untuk kulit dan persendian. (FOTO: Unsplash.com/Anshu).
Daging ayam mengandung jaringan ikat yang menjadikan ayam sebagai sumber utama kolagen. Leher ayam dan tulang rawan merupakan sumber yang kaya akan kolagen untuk kulit dan persendian. (FOTO: Unsplash.com/Anshu).

Daging ayam mengandung jaringan ikat yang menjadikan ayam sebagai sumber utama kolagen. Leher ayam dan tulang rawan merupakan sumber yang kaya akan kolagen untuk kulit dan persendian. (FOTO: Unsplash.com/Anshu).

Putih telur memiliki sejumlah besar prolin, yakni salah satu asam amino yang diperlukan untuk produksi kolagen. (FOTO: Unsplash/Louis Hansel).
Putih telur memiliki sejumlah besar prolin, yakni salah satu asam amino yang diperlukan untuk produksi kolagen. (FOTO: Unsplash/Louis Hansel).

Putih telur memiliki sejumlah besar prolin, yakni salah satu asam amino yang diperlukan untuk produksi kolagen. (FOTO: Unsplash/Louis Hansel).

Bukan sekedar menambah rasa pada masakanmu, bawang putih juga bisa meningkatkan produksi kolagen. Pasalnya, bawang putih mengandung sulfur yang tinggi, yang bisa mencegah kerusakan kolagen. (FOTO: Unsplash.com/Mockup Graphics).
Bukan sekedar menambah rasa pada masakanmu, bawang putih juga bisa meningkatkan produksi kolagen. Pasalnya, bawang putih mengandung sulfur yang tinggi, yang bisa mencegah kerusakan kolagen. (FOTO: Unsplash.com/Mockup Graphics).

Bukan sekedar menambah rasa pada masakanmu, bawang putih juga bisa meningkatkan produksi kolagen. Pasalnya, bawang putih mengandung sulfur yang tinggi, yang bisa mencegah kerusakan kolagen. (FOTO: Unsplash.com/Mockup Graphics).

Bayam, kangkung, dan sayuran salad lainnya mendapatkan warnanya dari klorofil yang dikenal karena sifat antioksidannya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi klorofil meningkatkan prekursor kolagen di kulit. (FOTO: Unsplash.com/louis hansel).
Bayam, kangkung, dan sayuran salad lainnya mendapatkan warnanya dari klorofil yang dikenal karena sifat antioksidannya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi klorofil meningkatkan prekursor kolagen di kulit. (FOTO: Unsplash.com/louis hansel).

Bayam, kangkung, dan sayuran salad lainnya mendapatkan warnanya dari klorofil yang dikenal karena sifat antioksidannya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi klorofil meningkatkan prekursor kolagen di kulit. (FOTO: Unsplash.com/louis hansel).

Kacang adalah makanan berprotein tinggi yang sering mengandung asam amino yang diperlukan untuk sintesis kolagen. Plus, banyak dari mereka kaya akan tembaga, nutrisi lain yang diperlukan untuk produksi kolagen. (FOTO: Unsplash.com/milada vigerova).
Kacang adalah makanan berprotein tinggi yang sering mengandung asam amino yang diperlukan untuk sintesis kolagen. Plus, banyak dari mereka kaya akan tembaga, nutrisi lain yang diperlukan untuk produksi kolagen. (FOTO: Unsplash.com/milada vigerova).

Kacang adalah makanan berprotein tinggi yang sering mengandung asam amino yang diperlukan untuk sintesis kolagen. Plus, banyak dari mereka kaya akan tembaga, nutrisi lain yang diperlukan untuk produksi kolagen. (FOTO: Unsplash.com/milada vigerova).

Sumber vitamin C tersembunyi lainnya, satu tomat berukuran sedang dapat menyediakan hampir 30 persen nutrisi penting ini untuk kolagen. (FOTO: Unsplash.com/tamanna rumee).
Sumber vitamin C tersembunyi lainnya, satu tomat berukuran sedang dapat menyediakan hampir 30 persen nutrisi penting ini untuk kolagen. (FOTO: Unsplash.com/tamanna rumee).

Sumber vitamin C tersembunyi lainnya, satu tomat berukuran sedang dapat menyediakan hampir 30 persen nutrisi penting ini untuk kolagen. (FOTO: Unsplash.com/tamanna rumee).

Sayuran bervitamin C tinggi ini mengandung capsaicin, dan senyawa anti inflamasi yang dapat memerangi tanda-tanda penuaan. (FOTO: Unsplash.com/Boaz Yahav).
Sayuran bervitamin C tinggi ini mengandung capsaicin, dan senyawa anti inflamasi yang dapat memerangi tanda-tanda penuaan. (FOTO: Unsplash.com/Boaz Yahav).

Sayuran bervitamin C tinggi ini mengandung capsaicin, dan senyawa anti inflamasi yang dapat memerangi tanda-tanda penuaan. (FOTO: Unsplash.com/Boaz Yahav).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel