8 Makanan yang Harus Dihindari Penderita COVID-19, Mengacaukan Sistem Imun Tubuh

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Bila dinyatakan positif COVID-19, pasien harus melakukan isolasi untuk pemulihan. Ketika proses isolasi sedang berlangsung, ada sejumlah makanan yang harus dihindari penderita COVID-19.

Perhatikan baik-baik karena bahaya mengonsumsinya dapat mengacaukan sistem imun tubuh hingga memperburuk komorbid pasien. Apa saja makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 tersebut?

Tentu saja makanan tinggi gula, garam, lemak, dan karbohidrat rafinan. Bagi penyuka makanan pedas dan asam, hati-hati kedua jenis makanan tersebut adalah makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 juga.

Pasien COVID-19 lebih direkomendasikan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, sumber protein baik, dan karbohidrat kompleks dari umbi, jagung, dan nasi.

Agar lebih memahami, berikut Liputan6.com ulas makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 dan penjelasannya dari berbagai sumber, Minggu (4/7/2021).

Makanan yang Harus Dihindari Penderita COVID-19

Ilustrasi pizza. Sumber: pixabay.com
Ilustrasi pizza. Sumber: pixabay.com

Memahami apa saja makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 merupakan komponen penting pemulihan. Mengenai makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 ini menurut para ahli disesuaikan dengan keluhan dan komorbid masing-masing pasien.

Hal ini pun berlaku bagi pasien COVID-19 tanpa gejala, makanan yang dikonsumsi tetap harus dijaga. Jangan sampai isolasi mandiri menjadi sia-sia hanya karena makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 tidak diindahkan.

Berikut makanan yang harus dihindari penderita COVID-19:

1. Makanan Ultra Proses

Makanan ultra proses merupakan salah satu makanan yang harus dihindari penderita COVID-19. Makanan ini umumnya berupa kemasan dan mengandung garam serta gula yang tinggi. Selain dapat mengacaukan gula darah, makanan tersebut tidak dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien.

Meski rasanya enak, makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 seperti ultra proses dapat mengembangkan penyakit komorbid pada pasien COVID-19. Terutama bagi penderita COVID-19 yang juga memiliki masalah pada gula darah.

Misalnya, yang tadinya kadar gula darah normal namun akibat kebanyakan dan keseringan makan biskuit, cokelat, sereal, dan minum minuman bersoda, gula darah menjadi tinggi. Perlu diingat, diabetes merupakan penyakit komorbid yang dapat memperparah COVID-19.

2. Makanan Pedas dan Asam

Makanan pedas dan asam merupakan makanan yang harus dihindari penderita COVID-19. Walaupun tak sebanyak gejala gangguan pernapasan, mual muntah adalah salah satu gejala COVID-19.

Menjadikan makanan pedas dan asam sebagai makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 ini penting agar lambung pesien COVID-19 tidak semakin bermasalah. Ini wajib dijadikan catatan penting bagi penderita COVID-19 dengan penyakit bawaan maag, GERD, atau asam lambung.

Mayoritas penderita COVID-19 memang akan mengalami anosmia atau kehilangan kemampuan mencium bau-bauan. Ketika mengalami ini, mengonsumsi makanan pedas dan asam bukan solusi yang tepat.

Lebih baik konsumsi makanan bergizi dan bisa memperkuat sistem imun tubuh, masalah anosmia akan pulih dengan sendirinya!

3. Makanan Cepat Saji

Melakukan isolasi mandiri di rumah, hotel, dan tempat lain bukan berarti boleh makan apa saja sesuai keinginan. Makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 selanjutnya adalah makanan cepat saji. Meski lezat dan praktis, makanan ini dimasak dengan metode deep fry.

Hal yang membuat makanan cepat saji termasuk makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 adalah makanan ini sangat berminyak, diolah dengan banyak gula, garam, dan penyedap rasa.

Makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 ini bila tetap nekat dikonsumsi akan menimbulkan sejumlah masalah baru. Utamanya berkaitan dengan tenggorokan. Salah satu gejala COVID-19 adalah mengalami batuk dan sakit tenggorokan.

Jadi, bisa dipastikan pasien COVID-19 akan mengalami batuk dan masalah tenggorokan lebih parah bila nekat mengonsumsi makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 seperti makanan cepat saji.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita COVID-19

Ilustrasi makanan bersantan. Foto oleh Rachel Claire dari Pexels
Ilustrasi makanan bersantan. Foto oleh Rachel Claire dari Pexels

4. Makanan Tinggi Lemak

Tak terlalu jauh dari makanan cepat saji. Makanan tinggi lemak adalah salah satu makanan yang harus dihindari penderita COVID-19. Mayoritas makanan tinggi lemak diolah dengan cara digoreng. Makanan yang digoreng bisa menciptakan senyawa yang dapat memperbutuk sindrom metabolik, ini dapat memperparah peradangan.

Meski ada juga yang dipanggang atau direbus, makanan ekstra lemak yang mengandung banyak mentega, santan, jeroan, dan gajih belum tentu aman. Tetap saja, makanan tersebut adalah makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 terutama untuk pasien dengan riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan hipertensi.

5. Daging Beku

Mengonsumsi daging mungkin baik untuk stamina tubuh, tetapi tidak untuk sistem kekebalan tubuh penderita COVID-19. Daging yang beku dalam kemasan umumnya mengandung lemak jenuh cukup tinggi dan keberadaannya dapat mengacaukan sistem imun tubuh.

Ini mengapa daging beku termasuk makanan yang harus dihindari penderita COVID-19. Makanan beku seperti daging kaleng dan daging yang diawetkan dapat menghambat proses penyembuhan penderita COVID-19. Jangan sampai isolasi mandiri menjadi sia-sia hanya karena salah mengonsumsi makanan, ya!

Makanan yang Harus Dihindari Penderita COVID-19

Ilustrasi garam. Sumber: Freepik
Ilustrasi garam. Sumber: Freepik

6. Berkafein

Segala makanan dan minuman yang mengandung kafein lebih baik tidak dikonsumsi penderita COVID-19 terlebih dahulu. Contoh makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 dengan kandungan kafein adalah cokelat dan teh.

Saat sakit, pasien COVID-19 membutuhkan waktu tidur yang ekstra. Pastikan banyak istirahat hingga proses penyembuhan akan lebih cepat terjadi.

Nah, apabila pasien mengonsumsi kopi atau teh secara berlebihan, asupan kafein menjadi terlalu tinggi. Alhasil, pasien menjadi tidak mengantuk, susah tidur, bahkan timbul perasaan cemas.

Lebih baik konsumsi minuman lain yang lebih sehat seperti air putih, susu, air kelapa, atau jus buah minim gula. Alih-alih mengonsumsi cokelat sebagai camilan, lebih baik makan buah yang banyak agar sistem kekebalan tubuh semakin kuat dan pemulihan bisa lebih cepat.

7. Karbohidrat Rafinan

Karbohidrat rafinan adalah makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 selanjutnya. Makanan ini meliputi roti putih, pasta, tepung halus, hingga gula olahan. Memang makanan seperti karbohidrat rafinan cukup mengenyangkan bagi pasien COVID-19, tetapi ini tidak direkomendasikan.

Makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 ini termasuk golongan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Bahayanya, makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 ini dapat meningkatkan kadar gula darah, insulin, efek radikal bebasm dan peradangan bagi pasien.

8. Makanan Tinggi Garam

Penderita COVID-19 dengan atau tanpa gejala harus menghindari makanan tinggi garam. Bila perlu, makanan ini jangan dikonsumsi dulu selama pandemi. Makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 terutama makanan tinggi garam dapat memperburuk kesehatan.

Efeknya seperti ketika pasien COVID-19 mengonsumsi gula. Makanan yang diolah dengan kadar garam yang tinggi dapat menghambat fungsi normal sistem imun tubuh manusia. Tentu saja ini berbahaya bagi penderita COVID-19.

Pada beberapa kasus, nekat mengonsumsi makanan yang harus dihindari penderita COVID-19 dapat memperburuk penyakit autoimun bawaan pasien.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel