8 Manfaat Bernyanyi bagi Kesehatan, Bikin Imun Tubuh Meningkat

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan. Bernyanyi bisa dilakukan di mana saja asal tak mengganggu kenyamanan orang lain, seperti kamar tidur hingga kamar mandi.

Bernyanyi juga bisa dilakukan bersama orang-orang terdekat, seperti dengan karaoke bersama. Bernyanyi bisa menjadi ungkapan dan gambaran isi hati.

Selain bagus untuk kesehatan mental, tanpa disadari, bernyanyi juga memiliki manfaat bagi kesehatan fisik. Kita sering kali mengeluarkan keringat ketika bernyanyi dengan gembira dan semangat.

Bernyanyi bisa menjadi latihan mengatur pernapasan. Napas merupakan elemen kunci bagi penyanyi untuk mencapai nada-nada yang diinginkan.

Berikut manfaat bernyanyi bagi kesehatan tubuh, dikutip dari Healthline dan Takelessons, Selasa (9/2/2021).

1. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Ilustrasi menyanyi. Credit: unsplash.com/Elizeu
Ilustrasi menyanyi. Credit: unsplash.com/Elizeu

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Frankfurt, bernyanyi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Studi ini termasuk menguji darah anggota paduan suara profesional sebelum dan setelah latihan selama satu jam menyanyikan "Requiem" Mozart.

Para peneliti memperhatikan bahwa dalam banyak kasus, jumlah protein dalam sistem kekebalan yang berfungsi sebagai antibodi, yang dikenal sebagai Immunoglobulin A, secara signifikan lebih tinggi segera setelah latihan.

Peningkatan yang sama tidak terlihat setelah anggota paduan suara secara pasif mendengarkan musik.

2. Bentuk Latihan Olahraga

Ilustrasi, menyanyi. (Photo by Free-Photos on Pixabay)
Ilustrasi, menyanyi. (Photo by Free-Photos on Pixabay)

Bagi manula, penyandang cacat, dan cedera, bernyanyi bisa menjadi satu di antara bentuk olahraga yang sangat baik. Meski Anda sehat, paru-paru Anda akan berolahraga saat Anda menerapkan teknik menyanyi dan proyeksi vokal yang tepat.

Manfaat kesehatan dari bernyanyi, termasuk diafragma yang lebih kuat dan sirkulasi keseluruhan yang merangsang.

Lantaran Anda menarik lebih banyak oksigen saat bernyanyi daripada saat melakukan banyak jenis latihan lainnya, beberapa bahkan percaya bahwa bernyanyi dapat meningkatkan kapasitas aerobik dan stamina.

3. Meningkatkan postur Anda

Ilustrasi menyanyi. (Photo by Free-Photos on Pixabay)
Ilustrasi menyanyi. (Photo by Free-Photos on Pixabay)

Berdiri tegak adalah bagian dari teknik yang benar saat Anda bernyanyi. Jadi seiring waktu, postur yang baik akan menjadi kebiasaan. Saat rongga dada Anda mengembang dan bahu serta punggung Anda sejajar, itu memperbaiki postur tubuh Anda secara keseluruhan.

4. Meredakan Stres

Ilustrasi menyanyi. (Photo by Dawnyell Reese on Pixabay)
Ilustrasi menyanyi. (Photo by Dawnyell Reese on Pixabay)

Bernyanyi bisa meredakan stres. Sebuah studi pada 2017 mengukur jumlah kortisol, hormon stres, dalam air liur peserta sebelum dan sesudah mereka bernyanyi.

Para peneliti dalam studi tersebut menemukan jumlah kortisol lebih rendah setelah bernyanyi, sebuah indikasi bahwa orang merasa lebih rileks setelah mereka menyanyikan sebuah lagu.

Mereka juga menemukan bahwa bernyanyi mengurangi tingkat stres baik para peserta bernyanyi dalam kelompok atau sendiri.

Namun, ada sedikit kendala: Kortisol hanya turun jika Anda bernyanyi di tempat yang tidak membuat Anda cemas. Sebuah studi serupa pada 2015 menguji kadar kortisol saliva setelah pertunjukan menyanyi, menemukan bahwa kadar kortisol naik dalam skenario ini.

5. Memperbaiki Dengkuran

Sumber pria mendengkur. Sumber: Freepik
Sumber pria mendengkur. Sumber: Freepik

Bernyanyi secara teratur dapat mengubah cara Anda bernapas, bahkan saat Anda tidak sedang bernyanyi. Peneliti dalam studi tahun 2008 mewawancarai pasangan anggota paduan suara, bersama dengan pasangan dari orang-orang yang tidak menyanyi.

Para peneliti menemukan secara signifikan lebih sedikit anggota paduan suara yang mendengkur. Hal ini membuat mereka merekomendasikan menyanyi secara teratur sebagai pengobatan potensial untuk mendengkur.

Penelitian juga menunjukkan orang yang memainkan alat musik tiup lebih sedikit mendengkur daripada masyarakat umum.

Penemuan ini telah mendorong beberapa ahli untuk menyarankan bernyanyi dan memainkan alat musik tiup dapat membantu orang dengan apnea tidur obstruktif (OSA).

6. Meningkatkan Fungsi Paru-Paru

Ilustrasi bernyanyi. (Gambar oleh SplitShire dari Pixabay)
Ilustrasi bernyanyi. (Gambar oleh SplitShire dari Pixabay)

Lantaran menyanyi melibatkan pernapasan dalam dan penggunaan otot yang terkontrol dalam sistem pernapasan, bernyanyi mungkin bermanfaat untuk paru-paru dan kondisi pernapasan tertentu.

Penelitian telah menunjukkan teknik pernapasan yang digunakan dengan bernyanyi dapat memberikan manfaat bagi orang-orang dengan kondisi seperti gangguan paru obstruktif kronik, asma, cystic fibrosis, kanker, sklerosis ganda, quadriplegia.

7. Meningkatkan Daya Ingat pada Pengidap Demensia

Ilustrasi bernyanyi (Gambar oleh Lorri Lang dari Pixabay)
Ilustrasi bernyanyi (Gambar oleh Lorri Lang dari Pixabay)

Orang dengan penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya mengalami kehilangan ingatan secara bertahap. Penelitian telah menunjukkan orang dengan kondisi ini dapat mengingat lirik lagu lebih mudah daripada kata lain.

Dalam satu nyanyian belajar oleh Alzheimer's Foundation, peserta mengatakan "senang dapat mengingat sesuatu".

Namun, para penyanyi menyadari mereka mengingat lebih dari sekadar liriknya. Bagi sebagian orang, menyanyikan lagu-lagu yang akrab tiba-tiba membawa kembali kenangan hidup yang mereka lupakan.

Peneliti menemukan menyanyikan lagu yang dipelajari pada usia yang lebih muda menyebabkan kembalinya detail otobiografi secara spontan bagi banyak orang.

8. Membantu Mengatasi Kesedihan

Ilustrasi sedih. (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)
Ilustrasi sedih. (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Bernyanyi dalam kelompok tidak hanya membantu Anda mengatasi rasa sakit fisik; ini juga dapat membantu dengan rasa sakit emosional yang Anda rasakan setelah kehilangan seseorang yang Anda cintai.

Dalam studi tahun 2019 yang dilakukan di antara orang-orang yang mengalami kesedihan, para peneliti menemukan bagi mereka yang bernyanyi dalam paduan suara, gejala depresi tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu dan rasa kesejahteraan mereka tetap stabil.

Faktanya, para penyanyi paduan suara merasakan peningkatan bertahap dalam harga diri mereka selama dan setelah studi 12 minggu. Mereka yang berada dalam kelompok kontrol yang tidak berpartisipasi dalam intervensi menyanyi tidak melaporkan manfaat ini.

Peneliti menyimpulkan bernyanyi bersama bisa menjadi pilihan yang baik untuk orang-orang yang membutuhkan dukungan tambahan selama masa duka.

Sumber: Healthline, Takelessons

Yuk, baca artikel manfaat lainnya dengan mengikuti tautan ini.