8 Manfaat Penting Brokoli bagi Kesehatan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Brokoli memiliki reputasi sebagai sayuran super. Sayuran ini rendah kalori tetapi mengandung banyak nutrisi dan antioksidan yang mendukung banyak aspek kesehatan manusia.

Dilansir dari Medical News Today, brokoli adalah sayuran yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Antioksidan ini dapat membantu mencegah perkembangan berbagai kondisi seperti kerusakan sel yang dapat menyebabkan kanker dan kondisi lainnya.

Berikut, manfaat brokoli secara lebih rinci.

Menurunkan Risiko Kanker

Sayuran seperti brokoli mengandung berbagai antioksidan yang mampu membantu mencegah jenis kerusakan sel yang menyebabkan kanker. Salah satunya adalah sulforaphane. Beberapa ilmuwan telah menyarankan bahwa sayuran silangan seperti brokoli dapat berperan untuk membantu mencegah kanker.

Selain itu, penelitian dari 2019 menunjukkan bahwa sayuran ini juga mengandung indole-3-carbinol yaitu senyawa yang mungkin memiliki sifat antitumor yang kuat.

Meningkatkan Kesehatan Tulang

Kalsium dan kolagen bekerja sama untuk membentuk tulang yang kuat. Lebih dari 99 persen kalsium tubuh ada di tulang dan gigi. Tubuh juga membutuhkan vitamin C untuk menghasilkan kolagen. Keduanya hadir dalam brokoli.

Selain itu, vitamin K berperan dalam pembekuan darah, tetapi beberapa ahli juga menyarankan bahwa itu dapat membantu mencegah atau mengobati osteoporosis. Orang dengan kadar vitamin K rendah mungkin lebih mungkin mengalami masalah dengan pembentukan tulang sedangkan orang yang mendapatkan cukup vitamin K dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), secangkir brokoli dengan berat sekitar 76 gram (g) mengandung 3 hingga 3,5 persen dari kebutuhan harian seseorang akan kalsium, 45–54 persen dari kebutuhan harian akan vitamin C, dan 64–86 persen kebutuhan harian mereka akan vitamin K, tergantung pada usia dan jenis kelamin.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Vitamin C adalah antioksidan yang memberikan berbagai manfaat. Salah satunya mendukung sistem kekebalan dan dapat membantu mencegah kanker, penyakit kardiovaskular (CVD), katarak, dan anemia. Meski dalam bentuk suplemen, brokoli juga dapat membantu mengurangi gejala flu biasa dan mempersingkat waktu pilek berlangsung.

Meningkatkan Kesehatan Kulit

Vitamin C membantu tubuh memproduksi kolagen yang merupakan sistem pendukung utama untuk sel dan organ tubuh, termasuk kulit. Sebagai antioksidan, vitamin C juga dapat membantu mencegah kerusakan kulit, termasuk kerutan akibat penuaan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin C dapat berperan dalam mencegah atau mengobati kondisi kulit seperti herpes zoster dan kanker kulit.

Sumber Serat Jaga Saluran Pencernaan

Serat makanan dapat membantu mencegah sembelit, menjaga kesehatan saluran pencernaan, dan menurunkan risiko kanker usus besar.

Pada 2015, uji coba skrining menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat tertinggi cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena kanker kolorektal dibandingkan mereka yang mengonsumsi sedikit serat. Secangkir brokoli sebanyak 76 g menyediakan 5,4 hingga 7,1 persen dari kebutuhan serat harian seseorang.

Mengurangi Peradangan

Ketika sistem kekebalan tubuh sedang diserang, peradangan dapat terjadi. Menurut sebuah studi tahun 2014, brokoli mungkin memiliki efek anti-inflamasi.

Para ilmuwan menemukan bahwa efek antioksidan sulforaphane dalam brokoli membantu mengurangi penanda peradangan.

Lalu, dalam studi tahun 2018, 40 orang sehat dengan kelebihan berat badan mengonsumsi 30 gram kecambah brokoli per hari selama 10 minggu. Pada akhir masa penelitian, para peserta mengalami tingkat peradangan yang lebih rendah secara signifikan.

Menurunkan Risiko Diabetes

Penelitian dari 2017 menunjukkan bahwa makan brokoli dapat membantu penderita diabetes tipe 2 mengelola kadar gula darah mereka. Ini karena kandungan sulforaphane-nya.

Selain itu, satu ulasan tahun 2018 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan sedikit serat. Serat juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Melindungi Kesehatan Jantung

Ilustrasi brokoli | Castorly Stock dari Pexels
Ilustrasi brokoli | Castorly Stock dari Pexels

Serat, kalium, dan antioksidan dalam brokoli dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Sebuah studi populasi tahun 2018 menunjukkan bahwa wanita tua yang dietnya kaya sayuran seperti brokoli memiliki risiko aterosklerosis yang lebih rendah. Ini adalah kondisi yang mempengaruhi arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Manfaat ini mungkin karena kandungan antioksidan dari brokoli khususnya sulforaphane.

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk meningkatkan asupan kalium sambil menambahkan lebih sedikit natrium pada makanan. Ini melemaskan pembuluh darah dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan masalah kardiovaskular lainnya.

Secangkir brokoli menyediakan hampir 5% dari kebutuhan harian seseorang akan kalium. Satu ulasan tahun 2017 menemukan bahwa orang yang makan paling banyak serat memiliki risiko CVD yang lebih rendah dan kadar lipid (lemak) darah yang lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi sedikit serat.

(Vania Accalia)

Infografis

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)