8 Manfaat Roti Sourdough untuk Kesehatan, Paling Sehat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Roti sourdough merupakan pengganti roti putih yang lebih sehat. Sourdough merupakan jenis roti yang dibuat dengan kombinasi tepung dan air yang telah difermentasi selama beberapa hari. Sourdough atau adonan asam dibuat bersama lactobacilli dan ragi alami.

Campuran ragi, bakteri asam laktat, tepung, dan air digunakan untuk membuat starter roti. Selama proses pembuatan roti, starter memfermentasi gula dalam adonan, membantu roti mengembang dan mendapatkan rasa yang khas.

Karena kandungan probiotiknya, roti sourdough dikenal sebagai roti yang paling sehat dibanding roti lainnya. Makanan fermentasi seperti roti sourdough dapat meningkatkan kesehatan usus.

Berikut 8 manfaat roti sourdough untuk kesehatan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (12/11/2020).

Perbedaan roti sourdough dengan roti biasa

Ilustrasi Roti (Photo by Mae Mu on Unsplash)
Ilustrasi Roti (Photo by Mae Mu on Unsplash)

Sourdough berbeda dari roti lain dalam berbagai hal. Pertama, daftar bahan untuk sourdough jauh lebih pendek daripada varietas roti biasanya. Banyak jenis roti lain yang mengandung minyak, gula, pengawet, dan bahan kimia lainnya. Sementara sourdough menggunakan bahan sederhana yang lebih sehat seperti tepung gandum, sedikit gula, dan starter ragi.

Kedua, kehadiran bakteri karena proses fermentasi yang unik meningkatkan profil nutrisi pada roti sourdough. Hal ini memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik, kesehatan usus yang lebih baik, dan mengontrol gula darah.

Lebih bernutrisi

Ilustrasi Roti (Photo by Jude Infantini on Unsplash)
Ilustrasi Roti (Photo by Jude Infantini on Unsplash)

Dilansir Liputan6.com dari Healthline, meskipun roti sourdough sering dibuat dari tepung yang sama dengan jenis roti lainnya, proses fermentasi meningkatkan profil nutrisinya dalam beberapa cara.

Sebagai permulaan, roti gandum mengandung banyak mineral, termasuk kalium, fosfat, magnesium, dan seng. Sayangnya, penyerapan mineral tersebut dibatasi oleh keberadaan asam fitat. Fitat dianggap antinutrien karena mengikat mineral, mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerapnya.

Menariknya, bakteri asam laktat yang ditemukan dalam roti sourdough menurunkan pH roti, yang membantu menurunkan fitat. Hal ini menghasilkan roti yang memiliki kandungan fitat jauh lebih rendah dibandingkan jenis roti lainnya.

Kadar fitat yang lebih rendah meningkatkan penyerapan mineral, yang merupakan salah satu alasan di mana roti sourdough lebih bergizi. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat yang ada dalam sourdough memiliki kemampuan untuk melepaskan antioksidan selama fermentasi.

Kaya protein

Ilustrasi roti (Photo by Irina Ba on Unsplash)
Ilustrasi roti (Photo by Irina Ba on Unsplash)

Dilansir Liputan6.com dari Cookinglight, sepotong roti sourdough memiliki lebih banyak protein daripada telur. Ini bisa menjadi cara sehat untuk meningkatkan asupan protein.

Asupan protein yang tinggi dapat membantu mendapatkan massa dan kekuatan otot sekaligus mengurangi kehilangan otot selama penurunan berat badan. Orang yang makan lebih banyak protein juga cenderung memiliki kesehatan tulang yang lebih baik.

Mudah dicerna

Ilustrasi Roti Credit: pexels.com/Mariana
Ilustrasi Roti Credit: pexels.com/Mariana

Roti adonan seringkali lebih mudah dicerna daripada roti biasa. Menurut Healthline, peneliti percaya ini sebagian bisa jadi karena kandungan prebiotik dan probiotiknya.

Prebiotik adalah serat yang tidak dapat dicerna yang memberi makan bakteri menguntungkan di usus, sedangkan probiotik adalah bakteri menguntungkan yang ditemukan dalam makanan tertentu.

Proses fermentasi membuat roti sourdough lebih rendah gluten. Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian tertentu. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan pada orang yang sensitif atau alergi terhadapnya. Kandungan gluten yang lebih rendah dari roti Sourdough dapat memudahkan toleransi bagi individu yang sensitif terhadap gluten.

Kontrol gula darah

ilustrasi tes gula darah dan diabetes | pexels.com/@wdnet
ilustrasi tes gula darah dan diabetes | pexels.com/@wdnet

Roti sourdough memiliki efek yang lebih baik pada gula darah dan kadar insulin daripada jenis roti lainnya. Para peneliti percaya bahwa fermentasi sourdough dapat mengubah struktur molekul karbohidrat. Hal ini mengurangi indeks glikemik roti dan memperlambat kecepatan gula memasuki aliran darah.

Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung menurunkan risiko lonjakan kadar gula darah. Selain itu, bakteri asam laktat yang terdapat pada adonan menghasilkan asam organik selama fermentasi. Beberapa peneliti percaya asam ini dapat membantu menunda pengosongan perut dan mencegah lonjakan gula darah.

Selain itu, beberapa penelitian lain membandingkan respons glukosa peserta setelah makan roti sourdough dan roti yang difermentasi dengan ragi roti.

Secara keseluruhan, peserta yang makan roti sourdough memiliki kadar gula darah dan insulin yang lebih rendah daripada mereka yang makan roti yang dibuat dengan ragi roti biasa.

Bantu penurunan berat badan

Ilustrasi turunkan berat badan. (dok. Ketut Subiyanto/Pexels/Brigitta Bellion)
Ilustrasi turunkan berat badan. (dok. Ketut Subiyanto/Pexels/Brigitta Bellion)

Dilansir dari Live Strong, proses fermentasi membantu pembuatan substrat khusus yang disebut asam lemak rantai pendek. Asam lemak rantai pendek, butirat, propionat, dan asetat dalam sourdough, berperan dalam metabolisme energi, metabolisme lemak, dan pengendalian nafsu makan.

Probiotik dalam sourdough juga sangat berperan untuk menurunkan berat badan. Probiotik mencegah penyerapan lemak makanan di usus. Probiotik juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, membakar lebih banyak kalori, dan menyimpan lebih sedikit lemak.

Sehatkan pencernaan

Ilustrasi pencernaan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi pencernaan Credit: pexels.com/pixabay

Probiotik dalam sourdough sangat baik untuk pencernaan. Probiotik membantu menjaga keseimbangan alami bakteri usus. Probiotik membantu mengendalikan mikroorganisme berbahaya seperti kuman pada pencernaan. Pada tingkat yang tepat, probiotik meningkatkan penyerapan nutrisi.

Probiotik juga memerangi sindrom iritasi usus besar (IBS), gangguan pencernaan yang umum, mengurangi gas, kembung, sembelit, diare, dan gejala lainnya. Terlebih lagi, probiotik dapat melawan infeksi Helicobacter pylori yang merupakan salah satu penyebab utama tukak lambung dan kanker usus.

Sehatkan jantung

Probiotik dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol LDL dan tekanan darah. Bakteri penghasil asam laktat tertentu dapat mengurangi kolesterol dengan memecah empedu di usus.

Dengan memecah empedu, probiotik dapat mencegahnya diserap kembali di usus, di mana ia dapat masuk ke darah sebagai kolesterol. Mengonsumsi probiotik juga dapat menurunkan tekanan darah.

Kuatkan kekebalan tubuh

ilustrasi roti/Photo by Victoria Shes on Unsplash
ilustrasi roti/Photo by Victoria Shes on Unsplash

Kandungan probiotik dalam sourdough juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan. Asam laktat yang ditemukan dalam roti sourdough meningkatkan pertumbuhan bakteri usus sehat yang meningkatkan sistem kekebalan.

Probiotik juga membantu dan menghambat pertumbuhan bakteri usus yang berbahaya penyebab infeksi. Probiotik membantu mengaktifkan imunitas bawaan dengan meningkatkan respon imun.