8 Merek yang Sering Dikira Sebagai Nama Barang

Liputan6.com, Jakarta Merek yang dikira sebagai nama barang ternyata sangat banyak terdapat di sekitarmu lho. Sebut saja Aqua, yang merupakan merek air mineral namun justru lebih populer untuk menyebut air minum dalam kemasan walau mereknya berbeda-beda.

Biasanya merek yang dikira sebagai nama barang ini muncul karena merek tersebut merupakan merek pertama yang mengeluarkan barang tertentu yang memberi inovasi baru. Dan orang-orang tentu akan lebih mudah mengingatnya melalui merek tersebut.

Walaupun begitu, merek yang dikira sebagai nama barang justru menjadi sebuah cerminan akan suksesnya sebuah merek dalam menempatkan posisinya di pasar. Serta sukses dalam membuat sebuah produk yang memang disukai oleh banyak orang.

Apa saja sih merek yang dikira sebagai nama barang tersebut? Supaya tidak membuatmu semakin penasaran, berikut ini Liputan6.com telah merangkum berbagai merek yang dikira sebagai nama barang tersebut, Kamis (21/5/2020).

Odol dan Rinso

bebas jerawat dengan pasta gigi. (via: sehatnesia.com)

1. Odol

Merek yang dikira sebagai nama barang dan sukses melekat di masyarakat adalah Odol. Padahal Odol merupakan salah satu merek pasta gigi yang berasal dari Jerman. Pasta gigi ini bisa populer di Indonesia karena dibawa oleh para tentara Hindia Belanda.

Walaupun merek ini memang sudah tidak dapat ditemui di Indonesia, namun merek Odol justru sangat melekat. Mungkin kamu salah satu orang yang ketika membeli pasta gigi justru menyebutnya sebagai ‘Odol’, padahal merek pasta gigi tersebut bisa saja Pepsodent, Close Up, Colgate, atau lain sebagainya.

2. Rinso

Siapa di antara kamu yang masih menyebut deterjen dengan sebutan Rinso? Memang merek ini sangat melekat dengan jenis produk deterjen.

Rinso sendiri sebenarnya merupakan salah satu bubuk sabun pertama yang memasarkan produknya secara massal. Dan mengapa di Indonesia Rinso bisa sangat populer? Ternyata Rinso merupakan merek deterjen pertama di Indonesia yang diluncurkan pada tahun 1970 dan masih populer hingga sekarang.

Indomie dan Aqua

Mi instan goreng. (Sumber Foto: indomie/Instagram)

3. Indomie

Kalau kamu ke warung dan ingin berbelanja mi instan pasti akan secara spontan mengucapkan ‘Indomie’, bahkan walaupun merek mi instan tersebut bukan Indomie sekalipun. Hal ini tidak lepas dari kesuksesan Indomie yang merupakan produk dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dalam memasarkan produknya. Dan memang, hingga kini Indomie masih menjadi produk yang sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat.

4. Aqua

Merek Aqua sendiri merupakan merek yang pertama kali diproduksi pada tahun 1973 di bawah bendera PT Aqua Golden Mississippi. Di awal kemunculannya, air minum dalam kemasan itu memiliki merek dagang dengan nama “Puritas”. Akan tetapi, tidak familiar dan terlalu sulit dalam penyebutannya, brand “Puritas” akhirnya diganti dengan nama “Aqua”.

Sebagai produk air minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia, tentu tidak heran jika merek Aqua sangat melekat di masyarakat. Bahkan apapun merek air minum dalam kemasan, pasti dengan mudah akan terucap kata ‘Aqua’. Itulah mengapa inovasi baru sebuah produk akan sangat berperan pada kekuatan sebuah merek.

Pylox dan Tipp-Ex

Pylox

5. Pylox

Apa yang terpikirkan olehmu saat pertama kali mendengar kata ‘Pylox’? Pastinya berupa cat semprot berbagai warna dalam botol. Dan mungkin setiap kali kamu akan membeli cat semprot pasti kamu menyebutnya dengan ‘Pylox’.

Padahal Pylox merupakan merek dagang  dari PT Nipsea Paint & Chemicals atau yang lebih dikenal dengan Nippon Paint Indonesia. Dan mengapa merek Pylox menjadi sangat populer tidak terlepas dari Nippon Paint dimana merupakan pabrik pertama yang memperkenalkan cat semprot di Indonesia.

6. Tipp-Ex

Saat masih sekolah, biasanya Tipp-Ex menjadi barang wajib yang harus dimiliki. Dengan bantuan produk ini maka kesalahanmu saat menulis dengan pulpen bisa dihapus. Karena keunikan dari alat ini, maka Tipp-Ex menjadi sangat populer di Indonesia. Bahkan sudah lekat menjadi sebutan untuk nama barang.

Sejatinya, Tipp-Ex merupakan merek dagang yang awalnya didirikan di Inggri pada tahun 1979. Tidak dalam waktu lama merek ini kemudian membangun pabriknya di Jerman. Akan tetapi, sangat disayangkan karena tidak diketahui dengan pasti kapan sebenarnya produk ini masuk pertama kali ke Indonesia.

TOA dan Pralon

Toa

7. TOA

Pasti kamu tidak asing dengan penyebutan ‘TOA’ untuk menggambarkan pengeras suara yang memekakkan telinga. Padahal TOA adala nama merek dagang sebuah perusahaan yang berasal dari Jepang dimana mereka memang bergerak pada usaha di bidang teknologi komunikasi sejak tahun 1949.

Merek TOA sangat terkenal masyarakat karena memang TOA diklaim sebagai produsen pengeras suara listrik pertama di dunia. Jadi wajar saja apabila kalau merek ini menjadi sangat familiar di telinga masyarakat, hingga apapun merek pengeras suaranya pasti akan disebut sebagai TOA.

8. Pralon

Pasti kamu tidak asing dengan produk Pralon bukan? Produk ini selalu identik dengan pipa berbahan PVC yang digunakan untuk mengalirkan air. Padahal Pralon sendiri merupakan merek dagang dari PT Pralon.

Memang, persuahaan PT Pralon merupakan pelopor perubahan pipa besi ke pipa berbahan plastik atau PVC. Karena inovasi tersebut maka Pralon menjadi populer di Indonesia. Dan akhirnya membuat Pralon seakan-akan sebuah jenis barang.