8 Negara Kehilangan Hak Suara di PBB Gara-Gara Menunggak Iuran

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Delapan negara kini tak lagi memiliki hak suara dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pencabutan hak suara itu dilakukan karena menunggak iuran.

Dalam suratnya kepada Majelis Umum pada Selasa 11 Januari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Antonio Guterres mengatakan, total ada 11 negara yang belum membayar iuran.

Berdasarkan Pasal 19 Piagam PBB, negara anggota yang menunggak pembayaran iurannya dalam jumlah yang sama atau melebihi kontribusi yang harus dibayar selama dua tahun dapat kehilangan hak suaranya di Majelis Umum, kata Paulina Kubiak, Juru Bicara Abdulla Shahid, presiden sesi ke-76 Majelis Umum PBB, seperti dilansir Xinhua, Kamis (13/1/2022).

Pengecualian diperbolehkan jika negara anggota dapat menunjukkan bahwa "kondisi di luar kendalinya" berkontribusi pada ketidakmampuan untuk membayar iuran PBB. Guterres mengatakan dalam suratnya bahwa pengecualian tersebut akan diberikan kepada Kepulauan Komoro, Sao Tome dan Principe, serta Somalia pada 2022.

Daftar 8 Negara

Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (AP)
Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (AP)

Iran, Sudan, Venezuela, Antigua dan Barbuda, Kongo, Guinea, Papua Nugini, dan Vanuatu adalah delapan negara yang tidak lagi memiliki hak suara, menurut surat Sekjen PBB yang diperoleh Xinhua.

Agar masing-masing negara tersebut dapat mendapatkan kembali hak suaranya, Guterres menguraikan jumlah minimum yang harus mereka bayar. Misalnya, Iran harus membayar senilai 18,4 juta dolar Amerika Serikat (1 dolar AS = Rp 14.302) dan Venezuela 39,8 juta dolar AS.

Infografis Cara Cek Tiket & Jadwal Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis

Infografis Cara Cek Tiket & Jadwal Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Cek Tiket & Jadwal Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel