8 Oktober 2021: 236 Juta Warga Dunia Terinfeksi COVID-19, Kasus di 6 Negara Asia Tertinggi dalam 28 Hari

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Data infeksi COVID-19 di dunia menurut Dashboardby the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University (JHU) per Jumat (8/10/2021) menembus 236.748.936.

Dengan angka kematian global mencapai 4.834.268, lalu vaksinasi COVID-19 yang telah diberikan sebanyak 6.394.734.609 dosis.

Posisi Amerika Serikat hingga saat ini masih teratas sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak sedunia. Berikut ini data per-28 hari terakhir, dengan urutan 10 besar negara kasus COVID-19 terbanyak:

  1. Amerika Serikat 3.485.038

  2. Inggris 916.794

  3. Turki 760.779

  4. India 754.331

  5. Brasil 588.959

  6. Rusia 584.349

  7. Filipina 488.912

  8. Iran 451.480

  9. Malaysia 403.370

  10. Thailand 355.778

Dalam daftar tersebut, ada enam negara Asia masuk daftar negara dengan kasus COVID-19 terbanyak sedunia per 28 hari terakhir. Di antaranya: Turki, India, Filipina, Iran, Malaysia, Thailand.

Indonesia berada di urutan ke 20.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Kasus Selama Pandemi, Indonesia Posisi 4 di Asia

ilustrasi virus Corona | pexels.com/@cottonbro
ilustrasi virus Corona | pexels.com/@cottonbro

Sementara itu, mengutip World o Meter, terkait data negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di Asia. Indonesia masuk 10 besar, tepatnya di urutan ke-4.

Berikut ini selengkapnya dengan total kasus COVID-19:

  1. India 33.914.465

  2. Turki 7.357.336

  3. Iran 5.674.083

  4. Indonesia 4.224.487

  5. Filipina 2.632.881

  6. Malaysia 2.313.727

  7. Irak 2.018.667

  8. Jepang 1.707.752

  9. Thailand 1.689.437

  10. Bangladesh 1.560.818

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel