8 Pemain Generasi Emas Barcelona Cetakan La Masia, Bagaimana Nasib Mereka Kini?

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Di era sepak bola kekinian amat sulit berharap sebuah tim menurunkan pemain asli didikan akademi. Barcelona fenomena langka. Pada November 2012 saat menjajal Levante Blaugrana menurunkan pemain asal akademi mereka yang termasyur La Masia. Sesuatu yang mustahil dilakukan klub-klub lain.

Setelah Martin Montoya menggantikan Dani Alves yang cedera pada menit ke-14 dalam kemenangan 4-0 di Levante, Barca berisikan pemain-pemain yang mereka didik sendiri.

Generasi emas La Masia dalam dua dekade terakhir berkontribusi besar pada kesuksesan Barcelona mendominasi pentas La Liga. Mereka juara Liga Champions sebanyak empat kali dengan mengandalkan talenta-talenta terbaik akademi mereka yang mendominasi jajaran skuat Tim Catalan.

Siapa saja pemain-pemain veteran La Masia yang masuk generasi emas Barcelona? Bagaimana nasib mereka saat ini?

Victor Valdes

Mantan kiper Barcelona, Victor Valdes, memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Mantan kiper Barcelona, Victor Valdes, memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Setelah meninggalkan Barcelona pada 2014, Valdes sempat bermain singkat di Inggris bersama Manchester United dan Middlesbrough sebelum gantung sarung tangan.

Pemain berusia 38 tahun itu kemudian memulai karier sebagai pelatih dan kembali ke Barcelona sebagai pelatih U-19 pada 2019 tetapi dipecat setelah hanya 80 hari bertugas. Ia sekarang bertanggung jawab atas tim Divisi IV Spanyol, UA Horte.

Martin Montoya

Inter Milan resmi mendapatkan bek Barcelona, Martin Montoya (JOHN THYS / AFP)
Inter Milan resmi mendapatkan bek Barcelona, Martin Montoya (JOHN THYS / AFP)

Montoya tidak dapat bersaing dengan Dani Alves di pos bek kanan Barcelona. Ia memutuskan bergabung dengan Valencia pada 2016 setelah kontraknya dengan Barcelona berakhir.

Sang bek kanan menghabiskan dua tahun di Mestalla sebelum pindah ke Liga Inggris bersama Brighton pada 2018. Iamembuat 56 penampilan untuk Seagulls tetapi akhirnya kalah bersaing dengan Tariq Lamptey. Montoya kembali ke Spanyol bersama Real Betis pada tahun 2020.

Gerard Pique

Performa apik Gerard Pique menjadikannya sebagai salah satu tembok pertahanan paling penting di Barcelona. Meski telah memasuki usia 33 tahun, Pique mampu membuktikan betapa penting dirinya bagi pertahan Barcelona. (AFP/ Pau Barrena)
Performa apik Gerard Pique menjadikannya sebagai salah satu tembok pertahanan paling penting di Barcelona. Meski telah memasuki usia 33 tahun, Pique mampu membuktikan betapa penting dirinya bagi pertahan Barcelona. (AFP/ Pau Barrena)

Pique hingga kini masih hadir di jantung pertahanan Barcelona. Total ia telah membuat penampilannya yang ke-500 untuk klub pada Agustus 2019.

Carles Puyol

Legenda Barcelona, Carles Puyol, mengontrol bola saat bermain futsal di Lapangan Menara Imperium, Jakarta, Selasa (12/3). Pertandingan tersebut merupakan bagian dari kegiatan UEFA Champions League Trophy Tour di Jakarta. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Legenda Barcelona, Carles Puyol, mengontrol bola saat bermain futsal di Lapangan Menara Imperium, Jakarta, Selasa (12/3). Pertandingan tersebut merupakan bagian dari kegiatan UEFA Champions League Trophy Tour di Jakarta. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Puyol akhirnya gantung sepatu pada akhir musim 2013-2014, setelah memenangkan 18 gelar selama 15 tahun kariernya di tim utama Barcelona.

Dia awalnya tinggal bersama klub dan diangkat sebagai asisten direktur sepak bola mereka tetapi mengundurkan diri beberapa bulan kemudian.

Pria berusia 42 tahun itu sekarang menjalankan agensi bersama sesama lulusan La Masia, Ivan de la Pena dan menolak tawaran untuk menjadi direktur olahraga Barcelona pada 2019.

Jordi Alba

Penyerang Bayern Munchen, Thomas Mueller, berebut bola dengan bek Barcelona, Jordi Alba, pada pada perempat final Liga Champions 2019/2020 di Estadio Da Luz, Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB. Bayern Munchen menang telak 8-2 atas Barcelona. (AFP/Rafael Marchante/pool)
Penyerang Bayern Munchen, Thomas Mueller, berebut bola dengan bek Barcelona, Jordi Alba, pada pada perempat final Liga Champions 2019/2020 di Estadio Da Luz, Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB. Bayern Munchen menang telak 8-2 atas Barcelona. (AFP/Rafael Marchante/pool)

Alba menghabiskan tujuh tahun di akademi muda La Masia sebelum berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di Eropa saat di Valencia.

Dia telah memenangkan lima gelar liga, empat Piala Spanyol, dan Liga Champions sejak kembali ke Nou Camp pada tahun 2012. Hingga kini ia masih menjadi andalan Blaugrana.

Sergio Busquets

Gelandang Barcelona Sergio Busquets dan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior berebut bola pada laga La Liga bertajuk El Clasico di Nou Camp, Sabtu (24/10/2020). Barcelona harus menelan pil pahit kalah 1-3 dari musuh bebuyutannya Real Madrid di kandang sendiri, Nou Camp. (AP Photo/Joan Monfort)
Gelandang Barcelona Sergio Busquets dan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior berebut bola pada laga La Liga bertajuk El Clasico di Nou Camp, Sabtu (24/10/2020). Barcelona harus menelan pil pahit kalah 1-3 dari musuh bebuyutannya Real Madrid di kandang sendiri, Nou Camp. (AP Photo/Joan Monfort)

Sejak menembus tim utama di bawah Pep Guardiola pada 2008, Busquets telah memenangkan segalanya di Camp Nou.

Meskipun gelandang belia Frenkie de Jong datang, pemain berusia 32 tahun itu tetap menjadi bagian integral dari tim mereka dan membuat 43 penampilan di semua kompetisi pada musim 2019-2020.

"Saya belum pernah melihat diri saya di tempat lain," kata Busquets kepada Diario Sport pada November 2018.

“Saya selalu berkata bahwa saya tidak akan menjadi lebih baik di tempat lain. Saya dan klub dibuat untuk satu sama lain. Saya bisa menikmati berada di rumah, di klub terbaik di dunia, dengan para pemain terbaik, berjuang untuk gelar setiap tahun. Memenangkan mayoritas di antaranya. Praktis tidak ada tempat lain yang bisa membuat Anda melakukan itu," timpalnya lagi

Xavi

Trio pemain lulusan akademi La Masia milik Barcelona, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. (AFP/Giuseppe Cacace)
Trio pemain lulusan akademi La Masia milik Barcelona, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. (AFP/Giuseppe Cacace)

Setelah mengangkat trofi Liga Champions pada penampilan ke-767 dan terakhirnya untuk Barcelona, Xavi bergabung dengan klub Qatar Al Sadd pada 2015.

Sang gelandang memenangkan Liga Bintang Qatar, Piala Sheikh Jassim, Piala Qatar, dan Piala Super Qatar selama empat tahun bersama klub.

Dia menjadi pelatih mereka setelah pensiun pada 2019 dan dilaporkan menolak tawaran untuk melatih Barcelona pada Januari 2020.

“Ada banyak gangguan eksternal di sekitar klub, banyak masalah di luar lapangan dan menurut saya sekarang bukan waktu yang tepat,” kata Xavi kepada majalah Icon pada Agustus 2020.

“Pada bulan Januari saya memberi tahu mereka bahwa ini bukan waktu yang tepat dan mereka tidak menghubungi saya sejak itu. Saya senang untuk terus mendapatkan pengalaman dan menantang diri saya sendiri dan tentu saja, suatu hari akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melatih Barca. ”

Cesc Fabregas

Gelandang Chelsea asal Spanyol, Cesc Fabregas. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Gelandang Chelsea asal Spanyol, Cesc Fabregas. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Setelah meninggalkan La Masia ke Arsenal saat remaja, Fabregas menjelma menjadi gelandang serang terbaik di pentas Premier League. Ia kembali ke Barcelona pada 2011.

Namun, pemain internasional Spanyol itu gagal membuktikan dirinya sebagai pemain reguler tim utama, dan pindah kembali ke London bersama Chelsea pada 2014.

Setelah memenangkan dua gelar Liga Inggris selama empat setengah tahun bersama The Blues, pemain berusia 33 tahun itu kini bermain untuk Monaco di Ligue 1.

Pedro

Mantan gelandang Barcelona, Pedro Rodriguez. (AFP/Josep Lago)
Mantan gelandang Barcelona, Pedro Rodriguez. (AFP/Josep Lago)

Meski mencetak 99 gol dalam 321 penampilan untuk Barcelona, Pedro dianggap aset surplus pada tahun 2015 dan bersatu kembali dengan Fabregas di Chelsea.

Sang penyerang sayap mengumpulkan banyak gelar di Stamford Bridge, memenangkan Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Europa sebelum bergabung dengan AS Roma dengan status bebas transfer pada 2020.

Lionel Messi

Lionel Messi gagal menghindarkan Barcelona dari kekalahan 1-3 dari Real Madrid pada laga pekan ketujuh La Liga, Sabtu (24/10/2020) malam WIB. (AP Photo/Joan Monfort)
Lionel Messi gagal menghindarkan Barcelona dari kekalahan 1-3 dari Real Madrid pada laga pekan ketujuh La Liga, Sabtu (24/10/2020) malam WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Messi memecahkan rekor dan mencetak gol luar biasa untuk Barcelona 2012. Tidak banyak yang berubah dalam hal itu selama delapan tahun terakhir. Ia kini menjadi kapten Blaugrana.

Musim 2020-2021 besar kemungkinan jadi musim terakhirnya. Setelah kontraknya berakhir musim depan sang penyerang asal Argentina itu punya keinginan menjalani petualangan baru.

Andres Iniesta

Andres Iniesta  (AFP/Ander Gillenea)
Andres Iniesta (AFP/Ander Gillenea)

Iniesta mengakhiri 22 tahun hubungannya dengan Barcelona pada 2018, setelah memenangkan sembilan gelar La Liga dan empat Liga Champions.

Sang gelandang bergabung dengan Vissel Kobe dengan status bebas transfer dan memimpin tim Jepang itu meraih trofi pertama mereka ketika mereka memenangkan Piala Kaisar pada Januari 2020.

“Saat ini, saya sedang mencoba untuk memperpanjang karier bermain saya sebanyak mungkin, saya ingin menendang bola selama mungkin karena itulah yang membuat saya bahagia,” ungkap Iniesta kepada Guardian pada April 2020.

“Saya memiliki kontrak hingga tahun depan, 2021, tetapi saya melihat banyak hal di akhir setiap musim dan saya merasa baik, termotivasi. Saya ingin terus bermain dan kami senang berada di sini," timpalnya lagi.

Sumber: Planet Football

Video