8 Penyebab Anak Pilih-pilih Makanan dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab anak pilih-pilih makanan atau picky eater tentu menjadi masalah tersendiri bagi orang tua. Anak yang pilih-pilih makanan biasanya langsung menutup mulut atau memberontak saat diberi makan, atau sering menyingkirkan jenis makanan tertentu di piringnya, misalnya sayuran dan buah-buahan.

Hal ini tentu membuat orang tua khawatir, selain karena takut asupan nutrisi anak tidak tercukupi, menangani anak yang pilih-pilih makanan ini juga bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, orang tua harus segera mencari penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab anak pilih-pilih makanan bisa beragam. Walaupun kondisi ini cukup umum terjadi pada anak usia 2–5 tahun, menangani kebiasaan anak picky eater ini tentunya harus segera dilakukan. Hal ini disebabkan karena anak harus mendapatkan asupan gizi seimbang untuk tumbuh kembang yang optimal.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (31/10/2020) tentang penyebab anak pilih-pilih makanan.

Penyebab Anak Pilih-Pilih Makanan

Ilustrasi Anak Mengonsumsi Makanan Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Anak Mengonsumsi Makanan Credit: pexels.com/cottonbro

Pola Makan Anak Tidak Teratur

Penyebab anak pilih-pilih makanan yang pertama adalah pola makan yang tidak teratur. Hal ini juga dipicu oleh kebiasaan makan makanan ringan yang terlalu sering dibandingkan dengan anak mengonsumsi makanan utama.

Untuk mengatasi anak picky eater, ada baiknya orang tua mulai membiasakan anak untuk makan teratur tiga kali sehari dengan frekuensi camilan dua kali.

Meniru Lingkungan Sekitar yang Juga Suka Pilih-Pilih Makanan

Anak juga bisa menjadi picky eater karena lingkungannya. Hal ini perlu diperhatikan jika ada orang dewasa di sekitar anak yang pilih-pilih makanan, maka ia juga akan meniru kebiasaan tersebut. Akibatnya, anak sulit diarahkan untuk mengonsumsi makanan sehat.

Selain itu, sayur dan buah yang jarang disajikan di rumah juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Sama seperti orang dewasa, kesukaan terhadap sesuatu bisa terjadi karena kebiasaan.

Anak Sudah Tidak Lapar

Saat anak tidak mau mengonsumsi makanan, bisa saja bukan karena anak tidak mau. Bila anak menolak, mungkin karena dia sudah merasa kenyang. Untuk kasus ini, kamu tidak perlu terlalu khawatir, apalagi jika pertumbuhannya masih tergolong normal. Mengatur pola makan yang tepat menjadi faktor penting dalam hal ini.

Terbiasa Pilih-Pilih Terhadap Makanan Baru

Seperti orang dewasa, ada anak yang suka mencoba hal baru namun lebih banyak yang nyaman dengan yang sesuatu yang telah dikenalnya. Sehingga, butuh waktu beberapa kali menawarkan hingga anak mau mencoba makanan baru.

Jadi, walaupun anak menolak makanan yang baru ditawarkan 1-2 kali, jangan langsung beranggapan bahwa ia pilih-pilih makanan. Tawarkan makanan tersebut lebih sering dan berikan contoh kalau kamu pun menyukai makanan baru tersebut.

Penyebab Anak Pilih-Pilih Makanan

Anak susah makan bikin orangtua bingung/copyright: unsplash/rainier ridao
Anak susah makan bikin orangtua bingung/copyright: unsplash/rainier ridao

Bosan dengan Menu Makanan

Penyebab anak pilih-pilih makanan juga bisa disebabkan menu makanan yang kurang menarik dan tidak bervariasi, sehingga anak menolak konsumsi makanan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa sayuran dan buah-buahan yang disajikan dengan tampilan menarik bisa sangat meningkatkan selera makan anak.

Anak Ingin Makan Sendiri

Ingin makan sendiri juga bisa menjadi penyebab anak pilih-pilih makanan. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang belum bisa bicara. Ciri-cirinya, bila anak cenderung ingin meraih sendok yang kamu pegang ketika disuapi, berikan saja. Tandanya ia hanya ingin makan dengan caranya sendiri.

Anak Sedang Tidak Enak Badan

Penyebab anak pilih-pilih makanan ini mungkin sudah banyak dikenali, yaitu anak sedang tidak enak badan. Memang ketika sakit, beberapa anak sering menjadi picky eater. Hal ini bisa dimaklumi, karena beberapa penyakit misalnya seperti flu, akan menurunkan daya penciuman. Oleh sebab itu, ketika indra penciuman bermasalah, makanan selezat apa pun tidak akan menimbulkan hasrat ingin makan.

Makanan terasa aneh di lidah anak

Anak memiliki lebih banyak papila pengecap pada lidahnya dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, anak memang lebih sensitif terhadap rasa makanan. Ditambah lagi, ia telah terbiasa dengan rasa ASI atau susu formula yang cenderung manis dan gurih. Jadi ketika ia diberikan makanan dengan aneka rasa baru, ia bisa langsung menolaknya.

Cara Mengatasi Anak Pilih-Pilih Makanan

Cara Mengatasi Anak Pilih-Pilih Makanan  (Foto: goenglishmagazine.es)
Cara Mengatasi Anak Pilih-Pilih Makanan (Foto: goenglishmagazine.es)

Setelah mengenali beberapa penyebab anak pilih-pilih makanan, kamu bisa melakukan beberapa tindakan penanganan untuk mengatasinya, sebagai berikut:

Jangan memaksa

Salah satu cara mengatasi anak pilih-pilih makanan adalah jangan memaksanya untuk makan. Saat ia menolak mengonsumi makanan tertentu, orang tua harus sabar dulu dan jangan memaksanya. Dibutuhkan setidaknya 10–15 percobaan hingga anak terbiasa dan mau memakan suatu makanan.

Buat Makanan dengan sajian yang menarik

Selain itu, cobalah sajikan menu makanan dengan tampilan yang menarik, mulai dari bentuk, susunan, atau warna yang berbeda. Hal ini agar anak lebih tertarik untuk mengonsumsi makanan tersebut, sehingga ia tidak menolak makanan yang kamu sajikan.

Biarkan anak mengenali makanannya

Membiarkan anak mengenali atau menyentuh makanan juga bisa mengatasi kebiasaan pilih-pilihnya. Hal ini bisa menghilangkan rasa penasaran anak tentang sebuah makanan yang belum dikenalnya. Dengan begitu, ia akan lebih mudah diajak berkompromi untuk makan.

Buat suasana makan jadi menyenangkan

Menyajikan makanan dengan tempat makan yang lucu atau dengan menyertakan makanan yang paling disukai anak juga bisa mengatasi kebiasaan picky eater. Kamu bisa menyuapinya di awal dengan makanan yang tak terlalu disukainya dan memberikan makanan kesukaannya di bagian akhir.

Cari teman makan bersama

Cara mengatasi anak pilih-pilih makanan selanjutnya adalah cari teman makan anak. Hal ini dapat membantu meyakinkan anak kalau makanan yang tidak ia sukai sebenarnya enak atau tidak aneh, sehingga ia akan mulai mencoba makanan tersebut.