8 Penyebab Asam Lambung yang Perlu Diketahui

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Asam lambung atau astro esophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi di mana asam lambung mengalir ke kerongkongan atau esofagus.

Kondisi asam lambung terjadi pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung mengalami iritasi.

Asam lambung bisa menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di ulu hati, juga di bagian dada dan pusar. Selain itu, Anda dapat merasakan mual, kembung, muntah, kehilangan nafsu makan atau mudah kenyang saat makan.

Asam lambung terbilang penyakit yang sangat mengganggu. Banyak orang yang mengalami gangguan ini beberapa kali dalam seminggu.

Itulah mengapa, ada baiknya Anda mengenali penyebab asam lambung untuk menghindari kondisi lebih parah. Hal ini karena penyakit asam lambung tidak bisa disepelekan.

Berikut ini penyebab asam lambung yang perlu Anda ketahui, untuk menghindari kondisi yang lebih parah, dikutip dari laman Verywellhealth, Jumat (1/10/2021).

Penyebab Asam Lambung

Ilustrasi minuman bersoda. (Photo on Unsplash)
Ilustrasi minuman bersoda. (Photo on Unsplash)

1. Minuman Bersoda

Minuman jenis ini mampu membuat asam lambung naik. Dengan kata lain, makanan seperti junk food dan minuman soda sebaiknya dihindari bagi Anda yang suka mengalami kenaikan asam lambung.

2. Kebiasaan Merokok

Merokok atau menghirup asap rokok dianggap sebagai penyebab dan faktor risiko penyakit asam lambung. Efek nikotin dari rokok membuat otot halus di esofagus menjadi lebih rileks.

Alhasil, asam lambung mampu naik ke kerongkongan. Hindari merokok atau ikuti program berhenti merokok jika Anda seorang perokok aktif supaya terbebas dari masalah kesehatan yang diakibatkan oleh rokok.

3. Stres

Stres menjadi satu di antara faktor naiknya asam lambung. Hal ini dikarenakan stres akan merangsang area tertentu pada otak sehingga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap nyeri termasuk ulu hati.

Hal tersebut yang menyebabkan seseorang yang mengalami stres akan lebih sensitif terhadap nyeri, meski asam lambung tak begitu meningkat.

Penyebab Asam Lambung

Ilustrasi makanan pedas. (Photo by Ting Tian on Unsplash)
Ilustrasi makanan pedas. (Photo by Ting Tian on Unsplash)

4. Hernia Hiatus

Hermia hiatus dapat menyebabkan gejala asam lambung naik. Hernia hiatus merupakan kondisi ketika bagian atas perut dan LES bergerak di atas diafragma (otot yang memisahkan perut dari dada).

Biasanya diafragma akan membantu menjaga asam dalam perut. Tetapi apabila ada hernia hiatus maka asam dapat naik ke kerongkongan.

5. Makanan Pedas, Berlemak dan Berminyak

Makanan pedas, berlemak, dan berminyak merupakan makanan pemicu naiknya asam lambung. Hal ini dikarenakan jenis makanan semacam itu mengandung banyak cabai, minyak, dan lemak yang dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung.

6. Defesiensi Magnesium

Rendahnya kadar magnesium membuat LES tak berfungsi normal. LES merupakan otot yang mencegah aliran balik makanan dan asam perut ke dalam esofagus.

Rendahnya kadar magnesium dapat mengganggu kerja LES. Tak hanya itu, kekurangan vitamin dan mineral dapat mengganggu keseimbangan asam lambung.

Penyebab Asam Lambung

Ilustrasi gangguan fungsi perut . (Photo by Demon on Pexels)
Ilustrasi gangguan fungsi perut . (Photo by Demon on Pexels)

7. Abnormalitas motilitas

Dalam pencernaan normal, makanan dipindahkan melalui saluran pencernaan dengan kontraksi berirama yang disebut peristaltik. Jika Anda menderita kelainan motilitas pencernaan, kontraksi ini bisa tidak berjalan secara normal.

8. Gangguan Fungsi Perut

Seseorang yang menderita asam lambung mungkin memiliki fungsi saraf atau otot yang tidak normal di perut, yang pada gilirannya dapat menyebabkan makanan dicerna terlalu lambat.

Hal ini menyebabkan penundaan perut mengosongkan isinya, meningkatkan tekanan di dalamnya dan meningkatkan risiko refluks asam lambung.

Sumber: verywellhealth.com

Yuk, baca artikel kesehatan lainnya dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel