8 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab bulu kucing rontok bisa dipicu berbagai faktor. Kerontokan bulu pada kucing atau alopecia terkadang bisa membuat pemilik kucing khawatir. Penyebab bulu kucing rontok bisa menandakan ada yang salah pada kucing.

Penyebab bulu kucing rontok terjadi karena berbagai alasan, yang paling umum adalah alergi kulit. Kucing yang mengalami kerontokan rambut akan cenderung mengembangkan kebotakan dan mengganggu kesehatannya secara keseluruhan. Bulu-bulu yang rontok juga bisa mengganggu sistem pernapasan pada manusia, terutama orang yang alergi bulu kucing.

Mengetahui penyebab bulu kucing rontok bisa menentukan penanganan tepat pada si anak bulu. Penyebab bulu kucing rontok juga bisa menandakan kondisi kesehatan pada kucing. Setelah kamu memahami apa yang menyebabkan kucing kehilangan bulunya, kamu bisa mulai mencari perawatan yang tepat untuk membuat mereka sehat seperti sedia kala.

Berikut 8 penyebab bulu kucing rontok dan cara merawatnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (7/6/2020).

Penyebab bulu kucing rontok

Ilustrasi Kucing (iStockphoto)

Kutu dan parasit

Parasit seperti kutu dan tungau bisa menyebabkan alergi pada kulit kucing. Kutu dapat menggigit dan mengiritasi kucing. Kutu bisa menyebabkan gatal dan membuat kucing berusaha menggaruk yang membuat rontok bulunya. Gigitan kutu juga bisa membuat over grooming pada kucing, membuat kucing terus menjilat dan menarik bulunya hingga rontok.

Solusi dari masalah ini adalah memberi obat anti kutu pada kucing. Memandikannya secara rutin juga bisa membuat kucing terhindar dari kutu dan parasit lainnya.

Alergi makanan

Makanan yang tidak cocok bisa menimbulkan alergi pada kucing. Beberapa kucing bisa alergi terhadap protein tertentu. Kucing juga bisa alergi atau kesulitan mencerna karbohidrat seperti nasi. Alergi ini bisa menimbulkan kerontokan pada bulu kucing. Alergi terhadap obat-obatan, vaksin, dan vitamin juga bisa menyebabkan kerontokan pada bulu kucing.

Penyebab bulu kucing rontok

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Infeksi jamur

Infeksi jamur juga bisa menyebabkan kerontokan bulu. Infeksi ini bisa menimbulkan gatal yang membuat kucing lebih sering menggaruk dan menjilati bulunya. Dokter hewan dapat memberi tahumu dengan pasti masalah ini dan meresepkan krim, salep antijamur, mandi, atau bahkan obat oral.

Abses

Abses bisa disebabakan oleh cedera, infeksi, atau gigitan dari kucing lain. Abses dapat menimbulkan nanah dan bisa menyebabkan kerontokan pada bulu kucing. Jika kucing memiliki abses, segera obati untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Penyebab bulu kucing rontok

Ilustrasi kucing peliharaan. (dok. pexels.com/Buenosia Carol)

Stres

Ketika kucing stres ia bisa melakukan grooming berlebihan yang menyebabkan kerontokan bulu. Dokter hewan menyebutnya "alopecia psikogenik." Kadang-kadang kucing yang stres akan mulai mencabut bulu mereka. Kucing yang memilikinya cenderung memilih di bagian perut, samping, dan kaki mereka. Ini paling umum pada ras betina dengan kepribadian gugup. Stres pada kucing juga bisa disebabkan oleh lingkungan sekitarnya. Jadi pastikan untuk memberi tempat yang nyaman untuk kucing agar tidak stres.

Ketidakseimbangan hormon

Pada kucing, bercak botak dan bulu rontok juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Ketika ada kelebihan atau kekurangan hormon-hormon, kerontokan buku bisa terjadi. Kamu mungkin menemukan bahwa kucing hamil atau menyusui kehilangan rambutnya karena perubahan hormon mereka selama waktu ini. Tetapi jangan terlalu khawatir karena bulu akhirnya akan tumbuh kembali dari waktu ke waktu.

Penyebab bulu kucing rontok

Ilustrasi Kucing (iStockphoto)

Masalah gizi

Pola makan yang tidak sehat bisa membuat kucing kehilangan bulunya. Kucing yang kekurangan gizi seperti protein, vitamin, dan mineral bisa membuat bulu tumbuh tidak sempurna dan mudah rontok. Kelebihan vitamin juga bisa menyebabkan kerontokan pada bulu. Jadi pastikan jangan berlebihan memberikan nutrisi dan vitamin pada kucing.

Penyakit tertentu

Kesehatan yang buruk atau penyakit yang tidak terdeteksi semuanya dapat menyebabkan kucing kehilangan bulunya. Kadang-kadang, kucing akan menjilati area tubuhnya terlalu banyak bukan karena gatal, tetapi karena jaringan di bawah kulitnya sakit. Kucing dengan artritis, misalnya, dapat menjilat sendi yang sakit terus-menerus karena itu menyakitkan, dan menjilati membantu meringankan ketidaknyamanan.

Cara mengatasi kerontokan bulu kucing

(Sumber: iStockphoto)

Menyisir bulu dengan rutin

Sering menyisir bulu bisa memisahkan bulu yang rontok dari tubuh kucing. Bulu yang rontok, jika tetap menempel pada kucing bisa menghambat pertumbuhan bulu lainnya. Ini karena bulu yang rontok bisa menutupi permukaan kulit di mana bulu baru akan tumbuh. Bulu yang tidak disisiri juga bisa menggumpal bersama kotoran lainnya.

Mandikan kucing

Selain menyikat dan menyisir, kamu bisa memandikan kucing untuk menghilangkan sisa bulu yang rontok dan serpihan kulit mati. Kamu dapat memandikan kucing sebulan sekali. Memandikan kucing harus dilakukan dalam jumlah sedang karena mereka memiliki minyak esensial yang bisa hilang jika sering dimandikan. Gunakan sampo yang dibuat khusus untuk kucing, dengan komposisi yang tidak berbahaya bagi kulit dan bulunya.

Cara mengatasi kerontokan bulu kucing

Ilustrasi Kucing (pixabay.com)

Jangan biarkan kucing stres

Hewan juga bisa merasa cemas dan stres. Kucing yang stres, tekanan darahnya bisa naik, membuat nutrisi yang dikirim ke seluruh tubuh melambat. Ini juga dapat memengaruhi kesehatan bulu dan kulit kucing. Satu hal yang dapat kamu lakukan adalah memberinya banyak perhatian. Berikan perawatan yang cukup dan gizi yang seimbang.

Berikan cukup sinar matahari

Kucing memang tidak bisa menyerap vitamin D dari sinar matahari sama seperti manusia. Namun, kucing sangat suka kehangatan, begitu pula kehangatan sinar matahari. Sinar matahari bisa menguatkan bulu dan menghilangkan jamur, bakteri, atau parasit yang bisa menempel pada bulu kucing. Kamu bisa membiarkan kucing berjemur di pagi hari paling tidak selama 10 menit.