8 Penyebab Jerawat di Jidat dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab jerawat di jidat bisa dipicu banyak faktor. Jerawat sering berkembang di jidat. Jerawat di jidat bisa terlihat seperti bruntusan atau benjolan merah padat.

Penyebab jerawat di jidat pada dasarnya sama seperti jerawat pada umumnya. Ini terjadi karena minyak berlebih di kulit. Namun, ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab jerawat di jidat.

Penyebab jerawat di jidat bisa cukup mengganggu penampilan. Penyebab jerawat di jidat juga bisa terasa tidak nyaman apa lagi jika berkeringat atau berada di bawah sinar matahari.

Sejumlah penyebab jerawat di jidat bisa dihindari. Menghindari penyebab jerawat ini bisa membantu mencegah datangnya jerawat. Berikut penyebab jerawat di jidat yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (18/7/2021).

Penyebab jerawat di jidat

ilustrasi jerawat/pexels
ilustrasi jerawat/pexels

Minyak berlebih

Penyebab jerawat di jidat yang paling utama adalah minyak berlebih. Jidat atau dahi termasuk area T atau T zone. Area ini memang rawan berminyak dan berjerawat. Produksi minyak ekstra dapat berarti bahwa jerawat dapat terjadi lebih sering di area ini daripada bagian wajah lainnya.

Minyak yang disebut sebum biasanya melumasi dan melindungi kulit. Produksi minyak berlebih bisa memicu timbulnya jerawat. Terkadang pori-pori tersumbat oleh kotoran, minyak berlebih, dan sel kulit mati. Bakteri tumbuh di dalam, menciptakan jerawat di jidat.

Perubahan hormon

Jerawat sangat umum pada masa pubertas karena kadar hormon berfluktuasi secara signifikan selama periode ini. Lonjakan kadar hormon meningkatkan produksi minyak, yang menyebabkan jerawat. Jidat adalah salah satu lokasi paling umum untuk jerawat awal ini.

Hormon yang berperan dalam pembentukan jerawat ini adalah androgen. Androgen adalah sejenis hormon, yang kadarnya meningkat saat masa remaja dimulai. Pada wanita, ia diubah menjadi estrogen. Kadar androgen yang meningkat menyebabkan kelenjar minyak di bawah kulit tumbuh. Kelenjar yang membesar menghasilkan lebih banyak sebum. Sebum yang berlebihan dapat merusak dinding sel di pori-pori, menyebabkan tumbuhnya bakteri penyebab jerawat.

Penyebab jerawat di jidat

Ilustrasi Rambut Credit: pexels.com/Bella
Ilustrasi Rambut Credit: pexels.com/Bella

Rambut berminyak

Rambut bisa menjadi penyebab jerawat di jidat. Jika tidak cukup sering mencuci rambut atau jika memiliki rambut berminyak, minyak dapat mengendap di dahi dan menyumbat pori-pori di sana. Jerawat yang disebabkan oleh produk rambut terutama sering muncul di sekitar garis rambut.

Produk rambut

Jerawat mungkin juga disebabkan oleh produk rambut yang digunakan. Penataan rambut dan produk pelurus rambut terkenal menyebabkan jerawat. Ini termasuk pomade, minyak rambut, gel, dan lilin. Produk-produk ini sering mengandung bahan-bahan seperti cocoa butter atau minyak kelapa. Mereka dapat membuat kulit sangat berminyak. Jerawat yang disebabkan oleh produk rambut disebut jerawat pomade.

Penyebab jerawat di jidat

ilustrasi makeup/pexels
ilustrasi makeup/pexels

Iritasi pakaian atau riasan

Iritasi dari pakaian atau bahan kimia dalam riasan juga dapat menjadi penyebab jerawat di jidat. Ini terutama terjadi pada kulit sensitif. Seseorang bisa berjerawat setelah menggunakan merek riasan baru atau jika mengenakan topi atau ikat kepala yang mengiritasi kulit.

Stres

Penyebab jerawat di jidat ini juga berlaku untuk jerawat di lokasi lainnya. Stres tidak langsung menyebabkan jerawat. Tetapi jika kamu sudah berjerawat, stres dapat memperburuknya. Para peneliti telah menemukan bahwa luka, termasuk jerawat, jauh lebih lambat dalam penyembuhannya ketika seseorang sedang stres.

Penyebab jerawat di jidat

Ilustrasi Kulit Wajah Berminyak dan Kusam Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Kulit Wajah Berminyak dan Kusam Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Kebersihan buruk

Tidak keramas dan membersihkan wajah secara teratur dapat menyebabkan timbunan minyak di jidat dan penyumbatan yang memicu timbulnya jerawat. Menjaga kebersihan sangat penting untuk mencegah timbulnya jerawat.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan jerawat sebagai efek samping. Contohnya termasuk steroid tertentu, antikonvulsan, barbiturat, atau litium.

Cara mengatasi jerawat di jidat

Cara mengatasi jerawat di jidat/unsplash
Cara mengatasi jerawat di jidat/unsplash

Bersihkan wajah secara teratur

Wajah yang kotor dapat menjadi salah satu faktor penyebab jerawat. Pastikan untuk mencuci wajah dua kali sehari. Mencuci wajah teratur penting untuk menghilangkan kotoran dan minyak berlebih dari kulit. Gunakan sabun pembersih ringan dan air. Gunakan juga pelembap setelah mencuci wajah.

Hindari skin care yang mengandung minyak

Cara mengatasi jerawat di jidat adalah memilih produk perawatan yang tepat. Produk berbahan dasar minyak atau berminyak dapat menyumbat pori-pori dan membentuk jerawat. Gunakanlah produk perawatan kulit dan kosmetik berlabel 'oil-free' atau 'non-comedogenic.'

Cara mengatasi jerawat di jidat

Ilustrasi makeup. (dok. Unsplash.com/@kellysikkema)
Ilustrasi makeup. (dok. Unsplash.com/@kellysikkema)

Jaga kebersihan alat makeup

Spons dan brush makeup harus dibersihkan secara teratur dengan sabun dan air untuk mencegah penumpukan bakteri. Alat makeup yang kotor dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Hindari menyentuh jerawat

Menyentuh jerawat bisa mengiritasi kulit, memperburuk jerawat, dan dapat menyebarkan jerawat ke area lain. Hindari menyentuh, menggosok, atau memencet jerawat. Memencet jerawat juga dapat mendorong bakteri dan kotoran masuk lebih jauh ke dalam kulit, sehingga jerawat bisa bertambah parah.

Cara mengatasi jerawat di jidat

Ilustrasi Lidah Buaya Credit: pexels.com/Demi
Ilustrasi Lidah Buaya Credit: pexels.com/Demi

Lidah buaya

Lidah buaya bisa membantu proses penyembuhan jerawat. Mengaplikasikan lidah buaya pada bekas jearawat membantu mengurangi peradangan dan ukuran jaringan parut. Lidah buaya juga mengandung asam salisilat alami yang membantu mencegah bekas jerawat. Ketika dioleskan ke kulit, gel lidah buaya dapat membantu menyembuhkan luka bekas jerawat.

Madu

Madu mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu membersihkan kotoran dari pori-pori yang tersumbat. Dengan menggunakan jari bersih atau kapas, gosokkan sedikit madu ke jerawat. Madu juga bisa ditambahkan ke dalam masker wajah.

Kunyit

Kunyit juga merupakan antioksidan yang baik untuk pertumbuhan sel kulit baru. Kunyit juga memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mencegah peradangan jerawat. Kunyit akan membantu mempercepat penyembuhan jerawat sambil menyamarkan bekas jerawat yang ada. Kunyit juga membantu mencegah hiperpigmentasi kulit yang menyebabkan bekas hitam pada kulit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel