8 Penyebab Kebakaran di Rumah, Lengkap Penjelasannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kebakaran di rumah umumnya dipicu oleh kelalaian manusia. Mulai dari korsleting listrik sampai api dari puntung rokok. Penyebab kebakaran di pekarangan rumah tak boleh dianggap remeh.

Kebakaran di pekarangan tak hanya berisiko terjadi di satu rumah tetapi si jago merah bisa menyebar ke lebih dari dua rumah. Parahnya lagi ketika jarak antar rumah sangat dekat seperti di perkotaan.

Maka kebakaran rumah berpotensi menyerang seluruh rumah yang ada bila tidak cepat dipadamkan. Selain kelalaian manusia, penyebab kebakaran di rumah bisa terjadi karena alam seperti sambaran petir dan letusan gunung vulkanik.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab kebakaran di rumah dan penjelasannya dari berbagai sumber, Senin (23/8/2021).

Penyebab Kebakaran di Rumah

Warga berusaha memadamkan api dengan ember berisi air di Santa Ana, Asuncion, Paraguay, Kamis (19/8/2021). Api yang membakar kawasan pemukiman warga berpenghasilan rendah itu bermula dari orang-orang yang membakar sampah kemudian menjalar dan menghancurkan selusin rumah. (AP Photo/Jorge Saenz)
Warga berusaha memadamkan api dengan ember berisi air di Santa Ana, Asuncion, Paraguay, Kamis (19/8/2021). Api yang membakar kawasan pemukiman warga berpenghasilan rendah itu bermula dari orang-orang yang membakar sampah kemudian menjalar dan menghancurkan selusin rumah. (AP Photo/Jorge Saenz)

1. Kabel Rusak

Penyebab kebakaran di rumah adalah penggunaan kabel yang tidak layak atau rusak. Agar penggunaan kabel aman, sebaiknya hindari sering menggulung kabel. Tentu saja agar kualitas kabel tetap terjaga dengan baik.

Kondisi lingkungan terkadang membuat kabel yang digunakan pada instalasi listrik menjadi rusak. Mulai dari mengelupasnya lapisan pembungkus kabel karena digigit oleh tikus, atau mungkin karena terlindas lemari.

Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara rutin terhadap kondisi instalasi listrik agar penyebab kebakaran di rumah tidak terjadi. Apabila ditemukan ada kabel yang terkelupas dan berpotensi jadi penyebab korsleting listrik di rumah sampai kebakaran.

Maka dari itu sangat perlu menutupnya dengan plester khusus listrik yang banyak dijual di toko-toko alat listrik. Jika sudah sangat parah ada baiknya diganti. Perbaharui instalasi listrik di rumah minimal sekali dalam jangka waktu lima tahun.

2. Rokok

Merokok di hutan bisa menjadi penyebab kebakaran di rumah. Rokok yang dibuang sembarangan di tempat sampah tanpa dimatikan dulu bisa memicu percikan api. Tak hanya di tempat sampah, tetapi membuangnya dekat taman atau dedaunan kering saat musim kemarau sangat berisiko.

Rokok juga bisa menjadi penyebab kebakaran hutan di hutan. Risikonya akan semakin parah ketika vegetasi kering kerontang karena musim kemarau panjang. Jangankan rokok, daun kering yang saling bergesekan saja sudah bisa menyulut api. Maka dari itu, berhati-hati ketika sedang berada di hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan demi kelestarian lingkungan.

Tidak hanya berpotensi di hutan dengan vegetasi kering. Rokok bisa menjadi penyebab kebakaran di rumah di lingkungan sekitar rumah, pasar, dan tempat yang padat penduduk lainnya.

Pemantiknya adalah sampah-sampah plastik dan ketas. Bila puntung rokok dibuang sembarangan, penyebab kebakaran di rumah karena rokok berisiko sekali. Maka hindari membuang puntung rokok sembarangan, ya!

3. Colokan Listrik

Penyebab kebakaran di rumah selanjutnya colokan listrik yang tidak diperhatikan. Colokan yang menumpuk bisa memicu korsleting listrik dan insiden kebakaran.

Maka lebih baik mulai hindari terlalu banyaknya kontak T atau sejenisnya yang menumpuk pada colokan listrik.

Dikhawatirkan, penumpukan pada colokan listrik tersebut akan menimbulkan suhu panas yang berasal dari aliran listrik, lalu panas tersebut terperangkap, dan akhirnya menjadi penyebab kebakaran di rumah karena korsleting listrik.

4. Masalah Dapur

Penyebab kebakaran di rumah adalah masalah di dapur. Insiden kebakaran ini biasanya disebabkan oleh kelalaian saat sedang berada di dapur.

Bukan hanya ledakan kompor dan gas yang dapat menjadi penyebab kebakaran di rumah di rumah. Melainkan saat wajan dan panci menjadi sangat pantas lantaran tidak diperhatikan saat memasak.

Bila keduanya terlalu lama kontak dengan api, maka ini bisa menjadi penyebab kebakaran di rumah. Untuk mengantisipasi penyebab kebakaran seperti ini, mulai hindari memasak sambil meninggalkan dapur. Lebih baik ditunggui.

Penyebab Kebakaran di Rumah

Warga berusaha memadamkan api dengan ember berisi air di Santa Ana, Asuncion, Paraguay, Kamis (19/8/2021). Api yang membakar kawasan pemukiman warga berpenghasilan rendah itu bermula dari orang-orang yang membakar sampah kemudian menjalar dan menghancurkan selusin rumah. (AP Photo/Jorge Saenz)
Warga berusaha memadamkan api dengan ember berisi air di Santa Ana, Asuncion, Paraguay, Kamis (19/8/2021). Api yang membakar kawasan pemukiman warga berpenghasilan rendah itu bermula dari orang-orang yang membakar sampah kemudian menjalar dan menghancurkan selusin rumah. (AP Photo/Jorge Saenz)

5. Listrik Dekat Api

Paparan panas berlebih bisa menjadi salah satu penyebab korsleting listrik di rumah sampai memicu kebakaran. Sumber listrik yang terpapar panas berlebih akan berpotensi menimbulkan percikan api dan menjadi penyebab kebakaran di rumah.

Itulah mengapa, ada baiknya untuk menjauhkan peralatan listrik dari sumber panas seperti kompor dan sebagainya. Selain itu, kondisi sambungan kabel yang tidak rapi juga akan menjadi penyebab korsleting listrik di rumah dan penyebab kebakaran di rumah.

6. Cairan

Penyebab kebakaran di rumah ada cairan bahan bakar. Mulai dari bensin, solar, minyak tanah, lem, dan parfum. Untuk bisa menghindari pematik api dari cairan tersebut, ada baiknya simpan cairan di tempat yang aman.

Jangan sampai hanya karena satu tetes cairan tersebut tercecer, sepuluh rumah dilalap habis oleh si jago merah. Kasus penyebab kebakaran di rumah di kota-kota besar selain listrik adalah cairan yang ditaruh sembarangan.

Parfum dan lem sebagai contohnya. Belum banyak yang sadar bahwa kedua bahan ini dapat membuat api menjadi lebih ganas. Kebakaran akan lebih parah dan besar ketika ada kedua bahan tersebut di dalam sebuah ruang.

7. Petir

Petir merupakan penyebab kebakaran di rumah. Kasus kebakaran karena petir di pekarangan rumah biasanya terjadi saat musim penghujan. Petir akan menyambar lokasi rumah yang aktif menggunakan barang elektronik seperti tv, ponsel, dan lain-lain.

Terutama bagi yang rumahnya tidak dipasang penangkal petir dan banyak alat elektronik di dalamnya. Pada kondisi ini petir bisa menjadi penyebab kebakaran di rumah.

Berbeda dengan kebakaran karena petir di hutan. Biasanya sambaran pentir lebih berdampak pada musim kemarau. Ketika lahan vegetasi kering dan mudah tersulut api. Terkadang, petir juga menyebabkan kebakaran di medan yang kasar dan sulit dijangkau.

Persis seperti yang sempat terjadi di California pada Agustus 2020. Petir terus menyambar hampir 3 hari berturut-turut dengan 12 ribu sambaran dan menyebabkan kebakaran hebat. Kebakaran ini tercatat sebagai kebakaran terbesar yang pernah ada di California.

8. Letusan Vulkanik

Letusan vulkanik gunung berapi adalah penyebab kebakaran di rumah. Letusan gunung besar tak hanya akan memicu kebakaran hutan dan menjadi semakin parah di musim kemarau yang panjang. Risiko terbesarnya, area vegetasi terbakar oleh material vulkanik yang dimuntahkan ketika terjadi sebuah letusan.

Kebakaran hutan yang terjadi di area vegetasi pegunungan memang sulit dikendalikan dan terlihat. Biasanya hanya akan nampak kepulan asap putih dari kejauhan. Ketika melihat kepulan asap dari gunung, itu tandanya ada kebakaran yang terjadi di vegetasi.

Bila letusan terjadi sangat hebat, kondisi ini bisa menjadi penyebab kebakaran di rumah warga area pegunungan. Penyebab kebakaran di rumah karena letusan gunung sangat sulit dikendalikan karena dipengaruhi oleh kondisi alam dan terjadi secara alami.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel