8 Permintaan Jokowi pada Jajarannya Jelang Libur Nataru 2022

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah permintaan kepada jajarannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Salah satunya, Jokowi meminta para menteri mengkomunikasikan dengan baik ke masyarakat soal kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Nataru. Pasalnya, kata dia, ada beberapa pihak yang masih menolak kebijakan tersebut.

"Rencana penerapan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada saat Natal dan tahun baru. Ini agar dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 22 November 2021.

Selain itu, Jokowi juga meminta pemerintah daerah (pemda) untuk betul-betul menyeimbangkan gas dan rem dalam penanganan Covid-19. Hal ini agar ekonomi Indonesia terus membaik.

"Agar juga disampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyeimbangkan betul-betul 'gas dan rem', sehingga kita bisa mempertahankan momentum untuk tumbuh positif," kata dia.

Berikut sederet permintaan Jokowi kepada jajarannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia jelang libur Nataru 2022 dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Minta Menteri Beberkan Kenaikan Kasus di Eropa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Kuningan, di Kabupaten Kuningan, Selasa (31/8/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Kuningan, di Kabupaten Kuningan, Selasa (31/8/2021).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menteri mengkomunikasikan dengan baik ke masyarakat soal kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasalnya, kata dia, ada beberapa pihak yang masih menolak kebijakan tersebut.

"Rencana penerapan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada saat Natal dan tahun baru. Ini agar dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 22 November 2021.

Dia memerintahkan para menteri untuk menyampaikan perkembangan kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di Eropa.

Jokowi menekankan hal ini sebagai landasan dari keputusan pemerintah menerapkan PPKM level 3 di seluruh Indonesia saat libur Nataru.

"Ini penting sekali sebagai sebuah background dari keputusan yang akan kita ambil. Karena memang ada beberapa yang menolak pemberlakuan PPKM level 3 ini karena memang menginginkan situasi menjadi normal kembali," ujar Jokowi.

2. Ingatkan Beberapa Sektor Akan Kembali Terpukul

Presiden Jokowi saat bertemu Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/11/2021). (Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Jokowi saat bertemu Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/11/2021). (Biro Pers Kepresidenan)

Jokowi memahami beberapa sektor, utamanya pariwisata di Bali akan terdampak kebijakan PPKM level 3 selama Nataru.

Namun, Jokowi mengingatkan ekonomi dan pariwisata Indonesia akan kembali terpukul apabila situasi Covid-19 melonjak dan tak terkendali.

"Apalagi sekali lagi, kita akan menjadi tuan rumah 150 meeting yang ada di G20," ujarnya.

"Oleh sebab itu, saya minta intervensi di lapangan ini benar-benar terus dilakukan oleh Satgas terhadap event-event yang ada," sambung Jokowi.

3. Minta Kementerian dan Lembaga Satu Frekuensi

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jokowi juga meminta seluruh jajarannya untuk memiliki frekuensi yang sama dalam menghadapi akhir tahun 2021. Dia mengingatkan para menterinya agar tak terjebak pada ego sektoral.

"Saya minta seluruh kementerian dan lembaga frekuensinya sama dalam menghadapi bulan Desember 2021 ini. Sekali lagi, memiliki frekuensi yang sama, jangan terjebak pada ego sektoral," ucap dia.

Dia memerintahkan para menteri dan kepala lembaga untuk mengutamakan kerja sama dan koordinasi dalam mengendalikan pandemi Covid-19, utamanya menjelang Nataru. Jokowi tak ingin kasus Covid-19 kembali naik.

"Utamakan kerja sama, utamakan koordinasi sehingga kelihatan bahwa kita memiliki frekuensi yang sama," terang dia.

4. Minta Antisipasi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini memang membaik. Kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 8.126 per 21 November 2021.

Angka ini menurun 892 kasus dari pekan sebelumnya yang berada di 9.018 kasus. Sementara itu, penambahan kasus baru rata-rata sebanyak 362 orang setiap harinya.

Namun, Jokowi meminta para menterinya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 saat Nataru. Terlebih, kata dia, saat ini kasus virus corona di Eropa juga tengah melonjak naik.

"Kita sebentar lagi akan masuk ke libur Natal dan Tahun Baru, yang kita tahu pada saat ini kasus Covid-19 di Eropa semuanya naik," ucap Jokowi.

5. Minta Pemda Seimbangkan Gas dan Rem Tangani Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/11). Jokowi miminta pemenuhan perumahan bagi ASN, TNI, dan Polri diperhatikan juga aksesbilitas ke tempat kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/11). Jokowi miminta pemenuhan perumahan bagi ASN, TNI, dan Polri diperhatikan juga aksesbilitas ke tempat kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi meminta pemerintah daerah (pemda) untuk betul-betul menyeimbangkan gas dan rem dalam penanganan Covid-19. Hal ini agar ekonomi Indonesia terus membaik.

"Agar juga disampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyeimbangkan betul-betul 'gas dan rem', sehingga kita bisa mempertahankan momentum untuk tumbuh positif," kata dia.

Dia menyampaikan, saat ini ekonomi Indonesia kuartal II 2021 berhasil tumbuh positif di angka 7,07 persen. Kendati menurun, ekonomi kuartal III 2021 kembali tumbuh positif 3,51 persen.

"Kita harapkan di kuartal IV ini lebih baik dari kuartal yang III," terang Jokowi.

6. Minta Menkes Pastikan Kesiapan RS Jika Terjadi Lonjakan Covid-19 Selama Nataru

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinjau vaksinasi COVID-19 di Waduk Pluit, Jakarta, Senin (14/6/2021). (Dok Kementerian Kesehatan RI/ Maulana & Sekretariat Presiden)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinjau vaksinasi COVID-19 di Waduk Pluit, Jakarta, Senin (14/6/2021). (Dok Kementerian Kesehatan RI/ Maulana & Sekretariat Presiden)

Kemudian, Jokowi meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan Covid-19 selama periode Nataru.

Jokowi juga mengingatkan Menkes untuk memetakan situasi, khususnya di daerah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus corona selama Nataru.

"Saya minta Menteri Kesehatan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan kesiapan rumah sakit apabila terjadi lonjakan pasien sakit selama akhir Desember (2021) dan awal Januari 2022," kata dia.

"Terutama pemetaan situasi dan terutama di daerah yang berpotensi kasusnya meningkat," sambungnya.

7. Minta Target 70 Persen Vaksinasi Covid-19 Harus Tercapai di Akhir Tahun

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jokowi pun menekankan capaian target 70 persen vaksinasi Covid-19 harus tercapai di akhir tahun.

Untuk itu, Jokowi memerintahkan jajarannya proaktif dan jemput bola agar target vaksinasi tercapai di akhir 2021.

"Mengenai vaksinasi, betul-betul agar target yang telah kita berikan, (yaitu) 70 persen di akhir tahun, betul-betul bisa tercapai. Saya minta proaktif, jemput bola, dan juga datangi masyarakat," ucap dia.

Dia pun meminta agar TNI dan Polri ikut membantu program percepatan vaksinasi nasional, khususnya untuk masyarakat lanjut usia (lansia).

Jokowi ingin program vaksinasi Covid-19 secara door to door yang dilakukan Badan Intelijen Negara semakin digencarkan.

"Kita harapkan, terutama untuk pemerintah daerah yang masih rendah (tingkat) vaksinasinya, agar diberikan bantuan secara khusus," kata dia.

8. Ingatkan Momentum Jadi Tuan Rumah KTT G20

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima penyerahkan simbolis untuk meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima penyerahkan simbolis untuk meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Di sisi lain, Jokowi menyinggung soal rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan dimulai awal Desember 2021 di Jakarta dan Bali. Presidensi G20 Indonesia akan berlangsung sejak 1 Desember 2021.

"Dunia akan melihat kita. Oleh sebab itu, kemampuan kita dalam mengendalikan pandemi betul-betul diuji dan utamanya dalam menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Jokowi meminta Satgas Penanganan Covid-19 untuk mendampingi kedatangan delegasi KTT G20 sejak di bandara. Tak hanya itu, dia mengatakan pendampingan harus dilakukan di hotel, lingkungan hotel atau resort sampai ke venue-venue.

"Ini penting sekali," jelas Jokowi.

Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet

Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel