8 Potret Rio Waida, Peselancar Asal Bali

·Bacaan 3 menit

VIVARio Waida, merupakan seorang atlet asal Bali yang menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam pertandingan selancar pada Olimpiade Tokyo 2020. Rio Waida dipercaya untuk membawakan bendera Indonesia saat pembukaan Olimpiade 2020 yang diselenggarakan di Olympic Stadium, Tokyo 23 Juli 2021.

Rio Waida mengenakan pakaian adat Bali Payas Madya yang dilengkapi dengan kemeja putih, beskap hitam, kain batik Bali warna emas ungu dengan paduan tatami serta sendal tradisional Jepan, dengan tegap dan gagah memandu 10 personil berjalan di tengah Olympic Stadium.

Meskipun langkahnya terhenti di babak 16 besar, ia tetap menjadi kebanggaan Indonesia. Langkahnya terhenti setelah dikalahkan oleh peselancar asal Jepang, Kanoa Igarashi yang merupakan peringkat enam World Surf League (WSL) dengan nilai 12,00 – 14,00.

Bagaimana sosok Rio? Inilah 8 potret Rio Waida, Peselancar asal Bali

  1. Blasteran Jepang-Indonesia

Rio Waida lahir di Saitama, Jepang, pada 25 Januari 2000. Kedua orang tuanya, Muhamad Zaini berasal dari Jember, Jawa Timur dan Kaoru Waida, berasal dari Jepang. Kedua orangtuanya juga pemain selancar dan sudah mengenalkan ombak sejak kecil kepadanya.

  1. Dilatih oleh kakak Luna Maya

Diketahui bahwa pelatih Rio Waida yaitu Tipi Jibrik, Tipi Jibrik merupakan kakak kandung dari artis Indonesia, Luna Maya.

  1. Bergaul dengan Bule

Terlihat dari postingan Instagram Rio Waida yang terlihat beberapa mengunggah foto Bersama teman bulenya.

  1. Jarang ekspos foto selain kegiatan selancar

Jika diamati Instagram miliknya, ia jarang mengekspos kepribadiannya diluar kegiatan selancarnya. Fotonya hampir berisi konten foto kegiatan selancarnya dipantai.

  1. Sosok inspirasi Rio Waida

Orang yang selalu menginspirasinya ternyata dari luar negeri yaitu Mick Fanning. Mick Fanning adalah seorang Legenda selancar Australia.

  1. Sempat alami kondisi hambatan perkembangan

Saat Rio baru berusia lima tahun. Rio pernah mengalami kondisi medis yang menghambat perkembangannya. Sehingga, ia harus melakukan pengobatan hormon pertumbuhan.

  1. Takut air laut saat kecil

Sejak usia lima tahun, Rio dan keluarganya pindah dari Jepang ke Bali, Indonesia.
Meskipun saat ini dia menjadi seorang atlet selancar, namun Rio Waida saat kecil mengaku takut dengan laut.

Meskipun demikian, lambat laun Rio Waida akhirnya mencintai laut untuk bermain ombak sebagai peselancar profesional.

  1. Awal karier

Sebelum menjadi atlet selancar profesional, Rio Waida memulai kariernya di usia 14 tahun. Dia mengawali kariernya pada saat turut serta dalam kejuaraan di Jepang.

Selain itu, Rio Waida juga mendapatkan sertifikasi profesional oleh Federasi Selancar Profesional Jepang.
Saat usianya menginjak 17 tahun, dia berhasil meraih juara pertama kejuaraan Asia dalam rangkaian kualifikasi tur kejuaraan terbaik dunia.

Biodata:

  • Nama Panggilan: Rio

  • Tempat Lahir: Saitama, Jepang

  • Tanggal Lahir: 25 Januari 2000

  • Umur: 21 tahun

  • Agama: Islam

  • Orang Tua: Muhammad Zaini (ayah), Kaoru Waida (ibu)

  • Profesi: Atlet

  • Kewarganegaraan: Indonesia

Prestasi:

2020

  • Perwakilan Indonesia, cabor selancar Olimpiade Tokyo 2020

2019

  • Posisi kedua SEA Games 2019

  • Posisi ketiga White Buffalo Hyuga Pro 2019

  • Posisi kedua Murasaki Shonan Open 2019

2018

  • Posisi pertama Billabong Junior Series Ballito 2018

  • Posisi pertama Ise Shima Pro Junior 2018

  • Posisi ketiga Taiwan Open World Junior Championship 2018

  • Posisi kedua Kuri Pro 2018

2017

  • Posisi pertama World Surfing League (WSL) Asia 2017

  • Posisi ketiga Taiwan Open 2017

  • Posisi ketiga Jeep International Hainan Surfing Open 2017

  • Posisi ketiga Ise Shima Pro Junior 2017

  • Posisi pertama Hello Pacitan Pro 2017

  • Posisi kedua Komune Bali Pro 2017

  • Posisi kedua NIB Pro Junior 2017

  • 2016

  • Posisi pertama Quiksilver Young Guns Surf 2016

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel