8 Prediksi Harga Emas Paling `Gila` Sepanjang 2013

Liputan6.com, New York : Sudah beberapa pekan ini, harga emas terus turun bahkan sempat menyentuh harga di bawah US$ 1.300 per ounce. Dengan penurunan inflasi dan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS), para analis Wall Street meyakini tenggelamnya harga dolar beberapa waktu ke depan.

Kondisi tersebut membuat para analis ramai-ramai memprediksi harga emas. Dari sejumlah prediksi yang dilontarkan, sebagian yakin harga emas akan terus turun. Tapi hal itu tak berlaku pada beberapa analis lain yang bahkan menargetkan harga emas hingga US$ 15 ribu per ounce.

Seperti melansir laman Business Insider, Rabu (26/6/2013), berikut 8 prediksi harga emas yang terhitung paling berani sekaligus yang terburuk tahun ini:

1. US$ 5.000 per ounce —  MacNeil Curry dari Bank of America Merrill Lynch

Ahli strategis teknik di Bank of America Merrill Lynch, MacNeil Curry mengungkapkan, target balik harga minimum dapat terlihat dalam kisaran harga tertinggi pada US$ 1.789 atau US$ 1.803 ditambah dengan potensi harga yang tinggi pada September 2011.

Tak hanya itu, tren pembelian besar membuatnya menargetkan harga emas akan mencapai US$ 3.000 hingga US$ 5.000 per ounce.

2. US$ 6.000 per ounce — Ben Davies

CEO Hinde Capital mengatakan, jika Anda melihat pada basis relatif, emas masih mengundang daya beli yang cukup tinggi. Untuk perdagangan jangka pendek, dirinya mengatakan harga emas bisa merosot ke bawah US$ 1.400 per ounce.

Namun, Davies tetap yakin bahwa harga emas jangka panjang, dengan Asia sebagai pembeli utama bisa melambung ke atas US$ 6.000 per ounce.

3. US$ 6.300 per ounce  — Tom Fitzpatrick

Tom Fitzpatrick, seorang analis teknik  mengatakan, pergerakan emas pada periode penjualan 2006-2007 seharusnya bisa mencapai harga US$ 2.400 per ounce. Hal tersebut karena para pelaku pasar mengambil langkah yang berlawanan.

Jika saat ini para pelaku pasar mengambil langkah yang tepat maka harga emas akan bergerak naik ke harga US$ 6.300 per ounce.

4. US$ 7.000 or US$ 14.000 — Bob Janjuah

Ahli strategi Nomura ini sangat yakin harga emas akan naik dalam 2 tahun ke depan. Harga yang diprediksinya mencapai US$ 7.000 hingga US$ 14.000 per ounce.

Perkiraan tersebut didorong keyakinan bahwa para pembuat kebijakan dan The Fed akan sampai pada batasnya dalam menentukan kondisi ekonomi global.

5. US$ 8.300 per ounce — Erste Group

Seorang Analis dari Erste Group, Ronald-Peter Stoeferle mengatakan, dengan menggunakan prinsip Pareto, harga emas akan melonjak naik pada musim semi pada 2015. Dalam prinsip tersebut, secara teori, target harga emas berkisar di harga US$ 8.300 per punce.

6. US$ 8.500 per ounce —Societe Generale

Dalam laporannya, SocGen membahas sejarah keterkaitan harga emas dengan basis moneter Amerika Serikat (AS). Dari hasil pembahasan tersebut, jika basis moneter AS meningkat sejak 1920 (seperti yang terjadi di awal 1980), maka harga emas bisa mencapai US$ 8.500 per ounce.

7. US$ 10.000 per ounce — Michael Pento

Pento mengaku tak akan terkejut jika harga emas tiba-tiba naik menjadi US$ 10 ribu per ounce. Baginya, akan sangat mengejutkan jika emas tak menembus harga tersebut.

Saat dolar AS kehilangan status mata uang dunianya dan pasar obligasinya runtuh, maka emas akan melambung ke harga Us$ 10 ribu per ounce.

8. US$ 15.000 per ounce — Jean-Marie Eveillard

Pemilik dana investasi First Eagle senilai US$ 60 juta ini mengungkapkan pendapatnya yang mengejutkan soal harga emas. Dengan kondisi pasar seperti ini, dia mengatakan harga emas seharusnya mencapai US$ 15 ribu per ounce. (Ndw)