8 Tanda Waktu Persalinan Sudah Dekat, Perhatikan Perubahan Tubuh

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mempersiapkan kehadiran buah hati merupakan saat yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi calon ibu. Persalinan adalah tahap yang cenderung paling menyita pikiran dan energi. Persalinan bisa berlangsung dalam hitungan hari atau bahkan jam.

Ada sejumlah tanda di mana waktu persalinan sudah dekat. Meskipun tidak dapat memprediksi hari dan jam persalinan, Anda dapat memperhatikan tanda-tanda bahwa persalinan sudah dekat. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa persalinan bisa berjarak 24 hingga 48 jam lagi.

Beberapa tanda bahwa persalinan masih 24 hingga 48 jam lagi dapat mencakup nyeri punggung bawah, penurunan berat badan, diare - dan tentu saja, ketuban pecah. Beberapa wanita memiliki tanda-tanda persalinan yang sangat jelas, sementara yang lainnya tidak.

Persalinan adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi. Tetapi jika memperhatikan perbuhaan tubuh, itu akan memberi petunjuk tanda persalinan sudah dekat. Beberapa perubahan hormonal dan fisik membantu menunjukkan permulaan persalinan. Berikut 8 tanda persalinan sudah dekat, dirangkum Liputan6.com dari Healthline, Sabtu (2/1/2021).

Ketuban pecah

Ilustrasi Kehamilan Credit: unsplash.com/Camylla
Ilustrasi Kehamilan Credit: unsplash.com/Camylla

Satu tanda jelas yang menunjukkan dimulainya persalinan adalah pecahnya kantung ketuban. Kantung berisi cairan ini melindungi bayi saat tumbuh dan berkembang. Kantung akan pecah saat persiapan persalinan, baik secara alami atau buatan oleh dokter.

Ketika ketuban pecah secara alami, kemungkinan karena kepala bayi menekan kantungnya. Beberapa wanita mengalami semburan air, tetapi pecahnya ketuban tidak selalu sedramatis yang digambarkan di televisi. Beberapa wanita hanya melihat tetesan air atau perasaan basah di pakaian dalam mereka.

Kehilangan sumbat lendir

ilustrasi hamil/Photo by Michalina on Unsplash
ilustrasi hamil/Photo by Michalina on Unsplash

Sumbat lendir adalah kumpulan lendir kental yang menutup bukaan serviks. Ini menghentikan bakteri memasuki rahim, tetapi begitu persalinan mendekati, sumbat ini mengendur dan lepas. Beberapa wanita mengeluarkan gumpalan lendir di toilet setelah buang air kecil, sedangkan yang lain melihat lendir di pakaian dalam atau saat menyeka setelah buang air kecil.

Warna lendir bervariasi dari bening hingga merah muda, dan lendir juga dapat mengandung jejak darah - tetapi jangan khawatir karena ini sepenuhnya normal. Lepasnya sumbat lendir adalah cara tubuh bersiap untuk melahirkan. Sumbat lendir bisa lepas beberapa minggu sebelum melahirkan, tetapi sering terjadi beberapa hari atau jam sebelum persalinan.

Penurunan berat badan

Ilustrasi berat badan (dok.pexels.com/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi berat badan (dok.pexels.com/Ketut Subiyanto)

Tak jarang, ibu hamil kehilangan 0.45 kg sampai 1.3 kg berat badan 1 sampai 2 hari sebelum melahirkan. Kondisi ini bukan karena kehilangan lemak, sebaliknya, tubuh membuang kelebihan berat air.

Ini bisa terjadi karena lebih sedikit cairan ketuban menjelang akhir kehamilan, dan peningkatan buang air kecil saat "bayi turun" untuk persiapan persalinan. Gerakan bayi ke posisi yang lebih rendah memberi tekanan tambahan pada kandung kemih, sehingga lebih sering ke kamar mandi.

Keinginan tinggi mempersiapkan tempat bayi

Ilustrasi perlengkapan bayi. (dok. Foto Irina Murza/Unsplash)
Ilustrasi perlengkapan bayi. (dok. Foto Irina Murza/Unsplash)

Naluri bersarang - yang merupakan keinginan luar biasa untuk menyiapkan rumah bagi bayi - adalah hal biasa selama trimester ketiga. Ibu bisa mulai membersihkan, mengatur, menyiapkan kamar bayi, dan memastikan semuanya sempurna.

Tetapi sekitar 24 hingga 48 jam sebelum persalinan, tubuh mungkin masuk ke mode panik, dalam hal ini ibu tiba-tiba mengalami ledakan energi dan dorongan yang meningkat untuk membersihkan dan mengatur.

Beberapa ibu hamil terobsesi dengan tas persalinan mereka, mengatur ulang kamar bayi, atau berkomitmen untuk memastikan bahwa mereka menghilangkan setiap jejak debu dari rumah mereka.

Nyeri punggung bawah

Ilustrasi Nyeri Punggung Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Nyeri Punggung Credit: pexels.com/pixabay

Nyeri punggung sering terjadi selama kehamilan karena persendian dan ligamen yang secara alami mengendur sebagai persiapan untuk persalinan. Tetapi meskipun akan merasakan nyeri selama kehamilan, nyeri punggung sebelum persalinan berbeda dan lebih tidak nyaman.

Ketika persalinan tinggal 24 hingga 48 jam lagi, nyeri mungkin memburuk di punggung bawah dan menyebar ke area panggul. Mengubah posisi tidak memberikan kelegaan, dan sayangnya, rasa sakit sering tetap ada sampai setelah melahirkan.

Kontraksi nyata

Ilustrasi kontraksi (iStockphoto)
Ilustrasi kontraksi (iStockphoto)

Kontraksi Braxton Hicks, atau nyeri persalinan palsu, dapat dimulai beberapa minggu atau bulan sebelum persalinan sebenarnya. Mereka terjadi saat otot rahim bersiap untuk melahirkan. Namun, meski tidak nyaman, kontraksi ini biasanya lebih ringan dari kontraksi persalinan sebenarnya dan hanya berlangsung beberapa detik.

Kontraksi nyata, sebaliknya, lebih kuat intensitasnya, lebih sering, dan dapat bertahan lebih dari satu menit. Ketika kontraksi mulai terjadi setiap 4 hingga 5 menit, ini bisa menandakan waktu persalinan akan mulai dalam 1 hingga 2 hari.

Pelebaran serviks

Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Garon Piceli
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Garon Piceli

Menjelang akhir kehamilan ibu akan menjalani pemeriksaan mingguan, di mana dokter akan memeriksa serviks untuk melihat seberapa jauh serviks telah melebar.

Pelebaran mengacu pada pembukaan serviks sehingga bayi dapat melewati jalan lahir. Meskipun serviks perlu melakukan pelebaran setidaknya 10 sentimeter untuk persalinan pervaginam, pelebaran serviks minimal 2 hingga 3 sentimeter sering kali mengindikasikan bahwa persalinan masih dalam 24 hingga 48 jam.

Melonggarnya persendian

Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Leah
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Leah

Akhir kehamilan memberi sinyal pada tubuh untuk melepaskan lebih banyak hormon relaxin, yang mengendurkan sendi dan ligamen sebagai persiapan untuk melahirkan.

Beberapa hari sebelum persalinan, ibu mungkin melihat sendi yang lebih longgar dan lebih rileks di panggul dan punggung bawah. Ibu mungkin juga mengalami efek samping relaxin yang tidak terduga seperti diare. Ini bisa terjadi saat otot di sekitar rektum rileks.