8 Tempat Wisata Religi Terbaik di Surabaya, Bisa Tenangkan Hati

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Surabaya Wisata religi sering kali menjadi alternatif wisatawan saat bertandang ke Surabaya. Ada beberapa tempat wisata religi di Surabaya yang bisa kamu kunjungi.

Mulai dari Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Masjid Sunan Ampel, makam Sunan Ampel, makam Sunan Bungkul, Kampung Santri Ndresmo, Klenteng Hok An Kiong, hingga Klenteng Boen Bio.

Mengunjungi tempat wisata religi di Surabaya bisa sekaligus menenangkan hati. Nah, jika kamu belum tahu di mana saja lokasi tempat wisata religi di Surabaya, yuk simak rangkuman berikut ini.

1. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dirancang oleh arsitektur MAS dan dikerjakan oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya bersama konsultan ahli yang telah berpengalaman membangun masjid besar di Indonesia.

Masjid besar yang berada di Jalan Raya Wisma Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabya ini dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995. Mulanya dari gagasan Wali Kota Surabaya Soenarto Soemoprawiro yang tengah menjabat kala itu.

Wakil Presiden Republik Indonesia Try Sutrisno meletakkan batu pertama sebagai tanda masjid ini dibangun. Namun karena krisis moneter, pembangunan masjid pun sempat tertunda.

Tahun 1999 pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya dilanjutkan. Kemudian pada tanggal 10 November 2000 Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid meresmikan masjid ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya

Meski kecil untuk ukuran masjid, namun bangunan Masjid Cheng Ho Surabaya menyimpan banyak rahasia.
Meski kecil untuk ukuran masjid, namun bangunan Masjid Cheng Ho Surabaya menyimpan banyak rahasia.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya menjadi simbol perdamaian umat beragama. Hal itu lantaran masjid ini merupakan masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama muslim Tionghoa.

Pintu Masjid Muhammad Cheng Hoo menyerupai pagoda. Di puncak pagoda terdapat relief naga serta patung singa yang terbuat dari lilin dengan tulisan Arab berlafaz Allah.

Lokasi Masjid Muhammad Cheng Hoo berada di Jalan Gading, No. 2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

3. Masjid Sunan Ampel

Masjid Sunan Ampel didirikan pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel yang dibantu oleh Mbah Sholeh, Mbah Sonhaji, dan santrinya. Tidak diketahui pasti kapan selesainya pembangunan masjid ini.

Pada tahun 1972 Pemerintah Kota Surabaya menetapkan Kawasan Masjid Sunan AMpel sebagai tempat wisata religi. Hingga saat ini Masjid Sunan Ampel masih sering dikunjungi oleh jemaah untuk melaksanakan ibadah.

Saat Ramadan Masjid Sunan Ampel menjadi salah satu kawasan yang paling dicari. Bahkan, jumlah pengunjung masjid ini bisa mencapai dua kali lipat. Apalagi kalau memasuki masa-masa malam lailatul qadar, bisa lebih dari 10 ribu pengunjung.

4. Makam Sunan Ampel

Makam Sunan Ampel (Sumber: Merdeka.com)
Makam Sunan Ampel (Sumber: Merdeka.com)

Selain Masjid Sunan Ampel, makam Sunan Ampel juga menjadi wisata religi yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Hal itu tidak terlepas dari jasa-jasa Sunan Ampel semasa hidupnya. Ia merupakan salah satu wali songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Makam Sunan Ampel berada di Jalan Petukangan I, Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Menjelang Ramadan biasanya jumlah wisatawan makam Sunan Ampel meningkat.

5. Makam Sunan Bungkul

Sunan Bungkul merupakan salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Ia berdakwah di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Makam Sunan Bungkul yang berada di Jalan Bungkul, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya sering dikunjungi oleh peziarah. Kini makam tersebut menjadi salah satu wisata religi di Surabaya.

6. Kampung Santri Ndresmo

Kampung Sidosermo cukup unik lantaran bangunan-bangunannya dirancang sebagai pondok untuk tempat tinggal santri. Sekitar 30 pondok pesantren ada di kampung ini. Hal inilah yang membuat Sidosermo memiliki julukan Kampung Santri Ndresmo.

Kampung Santri Ndresmo dapat dikunjungi di Jalan Sidosermo II No. 18, Sidosermo, Kec. Wonocolo, Kota Surabaya.

7. Klenteng Hok An Kiong

Klenteng Hok An Kiong berdiri terkait erat dengan peran dewa Mak Co Po. Dewa Mak Co Po di klenteng ini sangat dihormati. Tidak sedikit yang datang ke klenteng ini untuk meminta berkah, petunjuk kesuksesan usaha, kesembuhan penyakit, dan permintaan lainnya.

Beberapa ritual yang dilakukan di Klenteng Hok An Kiong di antaranya upacara sembahyang kenaikan Kong Tik Cun, OngToa Pek Kong turun, kenaikan Nabi Khong hu cu, hinga perayaan malam tahun baru Imlek.

Klenteng Hok An Kiong berada di Jalan Coklat No. 2, Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya.

8. Klenteng Boen Bio

Suasana Imlek di Kelenteng Boen Tek Bio Tangerang, Jumat (12/2/2021). (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)
Suasana Imlek di Kelenteng Boen Tek Bio Tangerang, Jumat (12/2/2021). (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Tempat wisata religi berikutnya yang bisa kamu kunjungi adalah Klenteng Boen Bio. Klenting ini merupakan "benteng terakhir pertahanan" agama Konghucu di Surabaya.

Sebelumnya klenteng yang berdiri pada tahun 1883 ini bernama Boen Thjiang Soe. Namun sekarang dikenal dengan Klenteng Boen Bio.

Hingga saat ini Klenteng yang berada di Jalan Kapasan No. 131, Kapasan Dalam, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya ini masih digunakan oleh umat Konghucu sebagai tempat ibadah. Saat malam tahun baru Imlek biasanya umat Konghucu berdoa di klenteng ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel