8 Tips Agar Tubuh Tetap Stabil di Bulan Ramadan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramdan bisa menjadi momen terbaik untuk meningkatan kesehatan serta daya tahan tubuh. Pendetoksifikasia (pengurangan kandungan racun) berpuasa menjadi salah satunya untuk tetap sehat.

Ada tips dari Ketua Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dr Makky Zamzami agar kita bisa meningkatkan daya tahan tubuh saat berpuasa. Kemudian dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar paparan virus Covid-19 yang masih melanda.

Berikut 8 hal agar tingkat kesehatan tubuh di bulan Ramadantetap stabil:

1. Porsi yang seimbang

Dr Makky menyarankan ketika bersantap Sahur, bisa mengosumsi dan dianjurkannya dengan porsian gizi yang seimbang. Seperti protein, karbohidrat, lemak, buah, dan sayur-sayuran. Bisa dikonsumsi asalkan tak berlebihan, serta meminum 3-4 gelas air putih.

2. Berbuka Secukupnya

Dia berpendapat sebagian masyarakat Indonesia kerap kali berlebihan dalam mengonsumsi gula. Rasullah menganjurkan berbuka mengandung manis-manis yaitu kurma tiga buah, hal ini berarti Nabi memberi anjuran terkait berbuka dengan yang manis. Seperti buah-buahan serta tidak berlebihan.

“Tapi masyarakat kita kan biasanya borongan. Ada teh manis, kolak, gorengan, es buah. Ini satu paket semua, berlebihan. Bisa jadi itu 80 persen gula, 10 persen protein, dan 10 persen lain mungkin karbohidrat,” ucap Bendahara Lembaga Kesehatan (LK) PBNU.

Lanjutnya, berbuka makanan dan minuman banyak mengandung gula itu tidak baik, karena akan menghambat rasa kenyang sehingga seseorang akan terus mengosumsi makanan, sampai terasa kenyang.

“Gula itu kan menahan proses kenyanng lebih lama. Tahu-tahu perut kita berasanya begah, karena terlalu banyak makan gula. Kayaknya lapar saja, nggak kenyang-kenyang begitu, beda kalau kita makan gula sedikit, makan sedikit saja rasanya sudah cukup ini. Nah itu agak berbeda, makanya harus hati-hati,” ucapnya.

3. Kandungan Gula Berlebihan

Dia mengatakan, ketika makanan berat berbentuk lain bisa juga mengandung gula. Ini harus diwaspadai agar bisa terkontrol. Masalah ini harus disadari oleh sebagian orang tua karena efeknya tidak baik bagi kesehatan.

“Jadi di sinilah yang perlu kita perhatikan. Terutama yang punya diabetes atau yang ingin menjaga berat badan atau menurunkan berat badan, jangan sampai bulan puasa badan malah membengkak,” jelasnya.

Fokus yang Dikonsumsi

4. Fokus Apa yang Dikonsumsi

Maka dari itu, dianjurkan berbuka puasa secukupnya dengan tidak makan gula berlebihan.

“Jadi, jangan semuanya diborong atau minimal berikan jeda. Artinya jangan dalam satu jam semuanya gula, sehingga ada waktu bagi tubuh untuk melakukan metabolisme. Berikan jeda, kadang kita makan setengah jam takjil langsung dihajar makan berat. Berikan jeda. Karena terlalu banyak gula nanti bisa menurunkan daya tahan tubuh,” tegas dr Makky

5. Berolahraga Saat Menjelang Puasa

Ketika bulan puasa metanolisme tubuh bisa turun karena malas-malasan di atas kasur. Justru, Ramadan adalah momen yang pas untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena pendetokfikasi atau pengurangan kandungan racun dalam tubuh.

Dr Makky menganjurkan, untuk bisa melaksanakan olahraga walaupun di tengah ibadah puasa. Olahraga tidak perlu dilakukan pada pagi atau siang hari karena akan mengalami dehidrasi.

“Tapi kita bisa berolahraga pada satu jam menjelang buka. Olahraga dengan lari di tempat setengah jam, itu cukup untuk mebantu metabolisme kita akan lebih bagus. Bisa juga dilakukan pada malam hari dengan jalan atau lari di tempat. Itu akan cukup membantu ritme tubuh kita,” ucapnya.

6. Tidak Kebanyakan Bergadang

Selain itu peningkatan daya tahan tubuh bisa dilakukan dengan cara beristirahat yang cukup. Karena pada bulan puasa Ramadan bisa jadi ada ritme tidur yang berbeda.

“Nah ini kita harus bisa mengontrol jangan sampai berlebihan tidur. Minimal 7 jam, tapi juga jangan kebanyakan begadang. Tidur siang dan malam akan berbeda secara kualitas. Satu jam tidur malam dan malam akan berbeda secara kualitas. Satu jam tidur malam berbeda dengan 15 menit tidur di siang hari. Karena akan lebih dalam tidur di siang hari dari pada tidur sejam di malam hari. Jadi kita harus pandai-pandai mengatur, karena tidur akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh kita,” ucapnya.

7. Lepaskan Beban Pikiran

Kemudian satu hal menjadi daya tahan tubuh seseorang melemah dengan banyak terlalu beban pikiran. Misalnya, memikirkan beban pekerjaan yang sedang menumpuk. Itu bisa mengganggu menjalankan ibadah puasa.

Kunci agar tetap daya tubuh terjaga bahkan meningkat dengan mengurangi beban pikiran atau tingkat stres. “Jadi kita tidak perlu terlalu stres. Jangan stres-stres karena kalau tidak stres akan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Itu akan sangat bagus sekali,” ujarnya.

8. Mematuhi Protokol

Meningkatkan iman di bulan Ramdan dengan mencari intensitas ibadah bisa membuat daya tahan tubuh dan kesehatan jauh lebih baik, serta tetap menjaga protokol kesehatan jika hendak berjamaah.

“Terutama saat salat tarawih atau salat ied tetap menggunakan dan mematuhi protokol kesehatan, walaupun kita sudah divaksinasi,’ tandasnya dr Makky.

(Daffa Haiqal)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: