8 Tips Beri Pujian untuk Anak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Memberikan pujian kepada anak menjadi salah satu hal yang dapat memberikan semangat pada anak. Namun dalam memberikan pujian orang tua juga perlu melakukannya dengan cara, tempat, dan waktu yang tepat.

Sebab, orang tua sering memberikan pujian yang sifatnya hanya terdengar menyenangkan anak saja tanpa alasan atau justifikasi yang jelas.

Atau sebaliknya hanya memberikan pujian jika anak menjadi juara pertama dalam suatu kompetisi yang diikutinya. Lantas bagaimana memberikan pujian bagi anak?

Berikut ini 8 Cara Memuji Anak Perempuan:
1. “Ayah dan Bunda kagum dengan keberanianmu”
Semua orang di dunia pasti punya ketakutan, tak terkecuali anak. Bisa jadi, ketakutan ini akan terbawa hingga dewasa jika tidak disiasati dengan baik. Walaupun akan ada momentum si kecil berani melawan ketakutannya. Jika itu terjadi, jangan ragu untuk memujinya.

Contohnya, “mama kagum kamu berani mengusir serangga itu dari kamar”.
Tanpa sadar, kalimat ini akan semakin menumbuhkan keberanian anak.

2. “Kamu cerdas”
Orangtua mana yang tak ingin anaknya tumbuh dengan kecerdasan?
Kecerdasan tak hanya berpatok pada bidang akademis saja. Apapun kecerdasan yang anak miliki, cobalah untuk memuji dan tidak meremehkan kemampuannya. Tak kalah penting, jangan membandingkan kepintarannya dengan anak orang lain.

3. “Ayah dan Bunda senang melihatmu bahagia”
Memiliki anak yang sehat dan bahagia dapat memberi orangtua rasa lega dan kepastian bahwa sebagai orangtua Anda sudah melakukan tindakan yang benar.

Dengan memuji anak yang sedang berbahagia dapat menjadi pengingat agar ia selalu menikmati seluruh kegiatannya.

4. “Bagus sekali kamu dapat mengekspresikan apa yang kamu rasakan”
Dalam tumbuh kembangnya anak akan memperlihatkan ragam ekspresi seperti sedih, marah, juga cemas. Tekankan bahwa bukan keharusan bagi anak untuk menjauhkan bahkan menghindari perasaan ini.

Alih-alih menilai emosi negatif adalah hal yang sebaiknya disembunyikan untuk menimbulkan kesan kuat, pujilah si kecil ketika ia mampu menunjukkannya.

5. “Mama dan Papa bangga dengan ketangguhanmu”
Mengatasi masalah yang dihadapi menjadi bukti anak sudah mampu menata kehidupan untuk anak seusianya. Misalnya ketika ia bertengkar dengan teman, tetapi ia mampu menyelesaikan semuanya dan masih bertahan.

Ketika anak mampu bangkit dari kegagalan yang ia alami, jangan sungkan untuk melontarkan pujian.

6. “Ayah dan Bunda bangga kamu bisa belajar ini sendiri”
Terdapat momentum anak mampu melakukan sesuatu padahal sebagai orangtua, Anda belum mengajarkan itu. Jika si kecil pernah mengalaminya, pujilah atas kemandiriannya belajar sesuatu secara mandiri.

Ungkapan kebanggaan Anda akan menjadi penyemangat agar anak tetap melakukan segala sesuatunya di jalur yang benar.

7. “Ayah dan Bunda mengagumi kerja kerasmu”
Ketika Anda melihat anak mengerahkan daya upaya dalam menyelesaikan tugas, itulah waktu terbaik untuk memberikan pujian dan penghargaan yang setara.

Untuk menghindari membesarkan anak perempuan yang memiliki sikap narsisme, berikan pujian hanya pada saat yang tepat.

8. “Ayah dan Bunda karena Suka saat Kamu Memberikan Bantuan”
Ketika anak perempuan dapat membantu pekerjaan di rumah ini patut dibanggakan karena menandakan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mementingkan dirinya sendiri.

Selanjutnya, Anda bisa mengajarkan anak agar membantu tanpa mengharapkan pamrih apapun. Sikap tersebut sekaligus mengajarkan bahwa suatu saat nanti, anak akan membutuhkan bantuan orang lain. Yuk baca artikel ini selengkapnya di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel