8 Unsur Intrinsik Novel dan Pengertiannya, Penulis Wajib Tahu

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Unsur intrinsik novel penting dipahami saat ingin menganalisisnya. Novel merupakan salah satu jenis prosa yang paling sering ditemukan. Prosa merupakan karya yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu cerita, ide, atau fakta.

Unsur intrinsik novel juga termasuk unsur penting dalam prosa. Tiap novel pasti memiliki unsur intrinsik. Unsur intrinsik novel adalah elemen yang membentuk keseluruhan novel. Unsur intrinsik novel memaparkan dan membangun jalannya cerita.

Unsur intrinsik novel adalah penyusun karya yang bersumber dari karya itu sendiri. Tanpa unsur intrinsik novel, sebuah karya tidak akan terbentuk. Berikut unsur intrinsik novel dan pengertiannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(8/2/2021).

Mengenal unsur intrinsik novel

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/MinAn
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/MinAn

Unsur intrinsik adalah bahan penyusun karya sastra yang bersumber dari karya itu sendiri. Unsur intrinsik harus ada dalam sebuah karya. Jika salah satu unsur tidak dicantumkan, maka tulisan tersebut tidak bisa disebut karya sastra.

Novel adalah karya fiksi naratif yang relatif panjang. Novel biasanya ditulis dalam bentuk prosa. Karya ini biasanya diterbitkan dalam bentuk buku. Secara Etimologi kata novel berasal dari bahasa Latin novellus. Kata novellus dibentuk darikata novus yang berarti baru.

Novel dikatakan sebagai karya baru karena merupakan bentuk karya sastra yang lahir setelah karya satra lama seperti puisi atau hikayat.

Unsur intrinsik novel adalah elemen utama yang membentuk karya itu sendiri. Unsur intrinsik novel secara umum terdiri dari tema, alur, tokoh, penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.

Unsur intrinsik novel

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie

Tema

Tema adalah unsur intrinsik novel yang menjadi dasar cerita. Tema sering disamakan dengan ide atau tujuan utama cerita. Tema merupakan sebuah ruh atau nyawa yang ada di dalam karya prosa seperti novel. Tema bisa disebut ide utama dalam membuat cerita, karena tema adalah penentu latar belakang dari cerita tersebut.

Alur

Unsur intrinsik novel selanjutnya adalah alur atau plot. Alur dalam novel adalah jalan cerita. Novel harus memiliki jalan cerita yang jelas. Alur dalam novel biasanya memiliki beberapa tahapan mulai dari perkenalan, penanjakan, klimaks, anti klimaks dan penyelesaian. Alur yang digunakan oleh penulis ada 2 macam, yaitu alur maju dan mundur.

Alur maju menggambarkan cerita urut dari perkenalan tokoh, hingga penyelesaian konflik. Sedangkan alur mundur adalah alur cerita yang jalan ceritanya tidak runtut. Penulis bisa menceritakan tentang konflik terlebuh dahulu, kemudian menceritakan tentang awal konflik terjadi, dan pengenalan tokoh. Ada juga alur maju-mundur yang merupakan kombinasi dari kedua alur ini.

Unsur intrinsik novel

Ilustrasi Membaca Buku Credit: unsplash.com/Jeje
Ilustrasi Membaca Buku Credit: unsplash.com/Jeje

Tokoh

Tokoh merupakan unsur intrinsik novel yang sangat penting dalam novel. Tokoh adalah orang atau karakter yang ditampilkan dalam novel. Oleh pembaca, tokoh ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dari tindakan yang diceritakan.

Penokohan

Istilah penokohan lebih luas dari pada tokoh dan perwatakan. Penokohan dalam unsur intrinsik novel mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca.

Penokohan merupakan penentuan watak atau karakter dari tokoh tersebut. Penokohan ini bisa digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan saat menyelesaikan suatu masalah.

Unsur intrinsik novel

Ilustrasi Membaca Buku Credit: unsplash.com/Lily
Ilustrasi Membaca Buku Credit: unsplash.com/Lily

Latar

Unsur intrinsik novel selanjutnya adalah latar. Unsur ini mengacu pada latur waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar ini bisa membuat pembaca cerpen lebih paham tentang kapan, dimana dan sedang apa tokoh yang diceritakan.

Latar atau setting disebut juga sebagai landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwayang diceritakan.

Sudut pandang

Unsur intrinsik novel yang tak kalah penting adalah sudut pandang. Sudut padandang adalah arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita. Sudut pandang menjadi cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca.

Sudut pandang memiliki beberapa macam jenis seperti sudut pandang orang pertama, kedua, atau ketiga. Ada juga sudut pandang dari penulis yang berasal dari sudut pandang orang yang berada di luar cerita.

Unsur intrinsik novel

Ilustrasi membaca (dok. Pixabay.com/ThoughtCatalog)
Ilustrasi membaca (dok. Pixabay.com/ThoughtCatalog)

Gaya bahasa

Gaya bahasa dalam unsur intrinsik novel menjadi ciri khas dari penulis saat menuliskan cerita. Gaya bahasa ini bisa dibedakan dari penggunaan majas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya. Ada penulis yang menggunakan bahasa bakuada juga yang menggunakan bahasa santai.

Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ditulis oleh penulis cerita. Amanat bisa dipetik oleh pembacanya, setelah membaca karya tersebut. Amanat atau pesan moral, biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat.

Unsur ekstrinsik

Ilustrasi Membaca Credit: unsplash.com/Priscilla
Ilustrasi Membaca Credit: unsplash.com/Priscilla

Unsur ekstrinsik adalah kebalikan dari unsur intrinsik novel. Unsur ekstrinsik novel adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi struktur karya sastra.

Unsur ekstrinsik sebuah karya sastra bergantung pada pengarang menceritakan karya itu. Unsur ekstrinsik contohnya adalah nilai-nilai yang terkandung, latar belakang, dan situasi sosial.