8 Unsur-unsur Seni Rupa, Wajib Tahu dan Jangan Sampai Tertukar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang hasil karyanya dapat dinikmati secara visual serta dapat diraba. Hasil dari seni rupa biasanya memiliki wujud nyata dari unsur-unsur seni rupa hingga membentuk estetika tertentu yang indah dipandang mata.

Dalam seni rupa, terbagi menjadi dua cabang yakni seni rupa dua dimensi atau yang berbentuk panjang dan lebar saja, dan juga seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang, lebar, serta ruang. Namun, kedua cabang tersebut tentu saja harus memenuhi unsur-unsur seni rupa.

Dalam membuat karya seni rupa, harus memperhatikan dan mengolah konsep unsur-unsur seni rupa yang berupa garis, bidang, titik, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan yang didasarkan pada estetika.

Sebelum membuat karya, maka untuk memahami unsur-unsur seni rupa, Anda bisa menyimak artikel berikut ini, dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Selasa (3/10/2020).

Unsur-unsur Seni Rupa

Ilustrasi seni. Sumber foto: unsplash.com/Anna Kolosyuk.
Ilustrasi seni. Sumber foto: unsplash.com/Anna Kolosyuk.

1. Titik

Unsur-unsur seni rupa yang paling mendasar adalah titik. Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto, penulis buku Nirmana; Dasar-dasar Seni dan Desain (2009) berpendapat bahwa,

“Secara umum dimengerti bahwa suatu bentuk disebut sebagai titik karena ukurannya yang kecil, dikatidakan kecil karena obyek tersebut berada pada area yang luas dan manakala dengan obyek yang sama dapat dikatidakan besar apabila diletidakan pada area yang sempit”.

Dalam sebuah karya seni rupa, elemen titik digunakan untuk melengkapi bagian-bagian terkecil. Hal ini biasanya nampak pada lukisan. Bahkan, ada pula teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

2. Garis

Kemudian, unsur-unsur seni rupa yang kedua yakni garis atau goresan dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya. Garis merupakan bentuk yang lebih panjang dari titik dan bisa dibedakan menjadi beberapa bentuk, yakni garis lurus, garis melengkung, garis panjang, garis pendek, garis horizontal, garis vertikal, garis diagonal, garis putus-putus dan lain-lain.

Dari beragam jenis garis tersebut, biasanya memberikan kesan dan simbol masing-masing sehingga dapat merepresentasikan ide, gagasan, dan lain sebagainya. Berdasarkan wujudnya, garis dibedakan menjadi dua yakni garis nyata dan garis semu. Garis termasuk dalam unsur dasar seni rupa yang juga penting.

Unsur-unsur Seni Rupa

Ilustrasi Pameran Lukisan (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ilustrasi Pameran Lukisan (Liputan6.com/Johan Tallo)

3. Bidang

Unsur-unsur seni rupa yang ketiga yakni bidang. Dalam hasil karya seni rupa dua dimensi, bidang akan terbentuk karena adanya pertautan antara garis yang membatasi suatu bentuk. Bidang sendiri juga memiliki dimensi panjang dan lebar atau biasa disebut dengan pipih. Jika dilihat dari bentuknya, bidang terdiri dari bidang biomorfosis (organis), bidang geometris, bidang tak beraturan serta bidang bersudut.

Dalam unsur dasar seni rupa, terdapat bidang dasar yakni bidang segiempat, segitiga, lingkaran, trapezium dan sebagainya.

4. Bentuk

Unsur-unsur seni rupa selanjutnya adalah bentuk. Seperti halnya namanya, bentuk merupakan wujud atau ejawantah dari karya seni tersebut ketika berada di alam dan nampak nyata.

Bentuk bisa disebut juga sebuah unsur yang komplek karena mempunyai 3 dimensi yaitu panjang, lebar, dan tinggi yang digabung menjadi satu hingga membentuk sebuah volume atau isi. Pada umumnya, bentuk dibedakan menjadi dua yakni bentuk beraturan dan bentuk tidak beraturan. Contohnya kotak, bundar, ornamental, kubistik atau silindris.

Unsur-unsur Seni Rupa

Ilustrasi seni. Sumber foto: unsplash.com/russn_fckr.
Ilustrasi seni. Sumber foto: unsplash.com/russn_fckr.

5. Tekstur

Dalam sebuah karya seni, salah satu unsur-unsur seni rupa yang paling penting adalah tekstur. Tekstur merupakan sebuah unsur yang di mana unsur tersebut adalah sifat dari sebuah benda. Sifat-sifat tersebut bisa terkesan kasar, halur, mengkilap, licin, dan sebagainya.

Pada umumnya, tekstur dapat di bagi menjadi dua macam, yakni tekstur semu yang dimana tidak nyata atau kesan saat melihat dan menyentuhnya berbeda. Serta tekstur nyata kesannya sama dari permukaan benda saat dilihat dan diraba.

Tekstur berfungsi untuk memberikan karakter tertentu pada bagian bidang permukaan yang bisa menimbulkan nilai-nilai estetik.

6. Warna

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari unsur-unsur seni rupa adalah warna. Warna merupakan pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen tertentu. Warna dikelompokkan menjadi warna primer, warna sekunder, warna tersier, analogus dan komplementer. Warna menjadi salah satu unsur dasar seni rupa yang penting.

Unsur-unsur Seni Rupa

Gabungan bayangan sebuah objek membentuk ilustrasi yang unik.
Gabungan bayangan sebuah objek membentuk ilustrasi yang unik.

7. Ruang atau Kedalaman

Unsur-unsur seni rupa yang telah disebutkan di atas biasanya terdapat di seni rupa dua dimensi. Sedangkan ruang dan kedalaman merupakan bagian dari unsur-unsur seni rupa tiga dimensi. Ruang bisa dirasakan langsung oleh penikmat seni seperti ruangan di dalam gedung, rumah, sekolah dan lain-lain. Setiap bentuk pasti memiliki ruang, oleh karena itu ruang merupakan unsur dasar seni rupa yang harus ada.

Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto, ruang dibedakan menjadi dua jenis yakni ruang dua dimensi/dwimatra dan tiga dimensi/trimatra.

8. Gelap Terang

Unsur-unsur seni rupa yang terakhir adalah Gelap Terang. Setiap objek tentunya memiliki intensitas cahaya yang berbeda di setiap sudutnya. Hal ini juga berlaku pada sebuah karya seni rupa.

Gelap dan terang memberikan kesan yang mendalam atau kontras dalam sebuah karya seni rupa. Teknik gelap terang dibedakan menjadi dua yaitu chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette yakni bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi.