80% Penampungan Unggas di Jakarta Terinfeksi Flu Burung

Hasanudin Aco

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Jakarta patut waspada mengkonsumsi ayam. Sebab, 80 persen tempat rumah penampungan unggas menunjukkan terinfeksi virus avian influenza.

Sampai kini upaya penanganan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkait masalah ini masih sangat minim.

Head of Operational Office Indonesia-Dutch Partnership on Highly Pathogenic Avian Influenza (IDP-HPAI), Ivo Claassen, mengatakan, berdasarkan pengawasan di beberapa fasilitas rumah penampungan unggas di DKI Jakarta dan hasil riset yang dilakukan tahun 2007 dan diulangi lagi pada 2009, menunjukkan 80 persen dari rumah-rumah penampungan unggas ini terinfeksi virus avian influenza.

"Hasil penelitian ini sudah kami berikan kepada pemerintah DKI Jakarta. Ini jadi dasar untuk melakukan restrukturisasi. Tapi karena beberapa alasan, perbaikan itu tidak jadi dilakukan. Jadi, situasinya belum berubah," kata Ivo kepada pers pada penutupan proyek IDP-HPAI, Rabu (2/11/2011).

Menurut dia, sebetulnya sumber virus itu ada di luar Jakarta. Namun, virus itu terbawa ke Jakarta karena sistem distribusi unggas yang tidak betul sehingga menjangkit wilayah Jakarta.

"Ini masalah rantai pemasaran yang harus mendapat penanganan segera," jelasnya.

Ketua Unit Pengendalian dan Kontrol Avian Influenza Kementerian Pertanian, M Azhar mengatakan dari hasil penelitian itu Pemda DKI sudah diberi rekomendasi.

Salah satunya membuat perda tentang larangan memasukkan unggas hidup ke Jakarta. Di lapangan realisasinya adalah membuat rumah potong hewan terintergrasi.

"DKI bikin perda restrukurisasi rantai pasar unggas walaupun belum jalan optimal. Strateginya tempat potong unggas direlokasi sehingga lebih mudah pengawasan dan mengurangi risiko, saat ini sedang diupayakan," tegasnya.