800 Koperasi di Cianjur Terancam Bangkrut

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Ratusan koperasi yang bergerak dalam bidang simpan jasa di Kabupaten Cianjur terancam gulung tikar. Ratusan koperasi tersebut tidak berjalan sesuai dengan fungsinya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur, Dudun Abdullah, mengatakan, sebanyak 800 koperasi dari 1.300 koperasi kegiatannya tidak berjalan. Padahal 800 koperasi tersebut masih terdaftar di Diskop UMKM dan berstatus aktif.

"Kebanyakan koperasi yang berstatus aktif ini terancam gulung tikar karena tidak berkembang sampai saat ini. Meskipun pada awalnya koperasi itu kegiatannya berjalan seperti koperasi pada umumnya," kata Dudun kepada Tribun di Cianjur, Selasa (11/6/2013).

Menurut Dudun, tidak berkembangnya ratusan koperasi itu bukan disebabkan kesulitan memperoleh akses modal terutama dari perbankan. Diakuinya, mandegnya koperasi itu disebabkan pengelola koperasi belum memahami arti dari koperasi.

"Sejumlah komponen yang ada di dalam koperasi masih jauh dari orientasi dan tujuan pendirian koperasi. Kalau modal dan bantuan sebetulnya banyak terutama dari pemerintahan pusat. Tapi tentunya kami tidak asal memberikan rekomendasi. Karena itu kami belum mau menerima bantuan dari pemerintah pusat," kata Dudun.

Dikatakan Dudun, pihaknya kini tengah melakukan pembinaan terhadap ke-800 koperasi tersebut. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab pengurus terhadap koperasinya. sehingga membangkitkan kembali geliat dan semangat dari berdirinya koperasi.

"Untuk menerima bantuan itu kan koperasinya juga harus siap. Kalau tidak siap bagaimana pertanggungjawabannya. Karena bantuannya ini langsung diberikan kepada koperasi tidak melalui kami," kata Dudun.

Menurut Dudun, dari sejumlah koperasi yang ada di Cianjur, hanya 40 koperasi yang telah mendapatkan rekomendasi untuk diberikan bantuan. Indikatornya koperasi tersebut sudah berjalan sejak lama dan maju dengan pesat. "Selama kami melakukan pengawasan dan pembinaan, kami melihat ke-40 produktifitas koperasi ini sangat menjanjikan dan berjalan dengan lancar. Karena itu mereka siap menerima bantuan dari pemerintah pusat," kata dia.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...